Lihat BI Checking Dulu Sebelum Ajukan Kredit Bank

Semua persyaratan komplet tapi kok tetap gagal dapat kredit bank ya? Jangan buru mencak-mencak ke bank. Cek dulu penyebab kegagalan aplikasi kredit yang diajukan. Ingat-ingat dulu, pernahkah bermasalah dengan bank sebelumnya. Atau mungkin ada utang di bank yang belum dilunasi?

Bisa jadi itu penyebab gagalnya aplikasi kredit karena status pemohon masuk dalam daftar hitam Bank Indonesia (BI). Pasalnya, nama pemohon masuk dalam sistem informasi debitur (SID) milik bank sentral itu.

Istilah lazimnya yang dikenal itu adalah BI Checking. Pendek kata, BI punya deretan nama-nama nasabah baik individu maupun perusahaan yang dikenai sanksi lantaran merugikan bank.

Seperti tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia No: 9/14/PBI/2007 Tentang Sistem Informasi Debitur, dijelaskan SDI diselenggarakan dalam rangka memperlancar proses Penyediaan Dana, penerapan manajemen risiko, dan identifikasi kualitas Debitur untuk pemenuhan ketentuan yang berlaku serta meningkatkan disiplin pasar. (Ref 1)

SID itu sendiri dikelola Biro Informasi Kredit (BIK) yang dibentuk dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi melalui penyaluran kredit. Sejak tahun 2006 lalu, BI merasa perlu mendukung pelaksanaan fungsi intermediasi perbankan.

Pengemplang Kredit Gak Aman

Bagi individu, SID mencantumkan nama mereka yang menunggak utang kartu kredit atau mengemplang kewajiban melunasi kredit kendaraan maupun rumah. Tak cuma identitas yang tercantum, tapi termasuk fasilitas pinjaman yang pernah diterima, tenor, dan situasi pembayaran dua tahun terakhir.

Inilah pangkal masalah kenapa gagal mengajukan aplikasi kredit ke bank. Sesuai prosedur, bank pastinya akan mengecek dulu calon kreditor dengan mengakses SID itu sebagai bahan pertimbangan. SID itu sendiri bisa diakses bank atau lembaga keuangan lain.

Jadinya jangan heran jika punya riwayat kredit bermasalah dengan lembaga keuangan lain, semua bank pasti bakalan tahu. Jangan dipikir kegagalan bayar kewajiban ke sebuah bank itu sifatnya hanya rahasia antara bank dan pemohon.

Adanya SDI ini turut mendukung masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap kredit yang diajukannya. Di samping itu, masyarakat juga harus mengkontrol kebenaran sekaligus keakuratan data yang disampaikan ke bank.

Atas dasar itulah, saat mengajukan kredit ke bank, ada baiknya mengecek BI Checking ini. Caranya bisa datang langsung ke bank terdekat. Atau kalau mau yang praktis bisa melakukannya lewat online dengan mengakses situs resmi BI. Nantinya akan diarahkan ke sebuah link dan memasukan data yang diminta.

Ref 1: http://hukum.unsrat.ac.id/inst/pbi_091407.pdf

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →