Tingkat Likuiditas Adalah Penentu Kelanjutan Perusahaan

Salah satu konsep penting yang perlu dipahami dari keuangan perusahaan adalah likuiditas. Secara sederhana, likuiditas adalah kemampuan perusahaan membayar utang-utang jangka pendeknya seperti utang dividen, utang pajak, atau utang usaha.

Pada umumnya, semakin tinggi tingkat likuiditas perusahaan maka akan semakin baik kinerja perusahaan tersebut.

Likuiditas juga dapat menjadi indikator kecakapan perusahaan dalam melunasi utang-utangnya. Lembaga keuangan seperti perbankan atau kreditur lainnya akan mempertimbangkan berbagai rasio likuiditas perusahaan tersebut sebelum memberikan pinjaman.

Selain itu, menurut Investopedia, likuiditas juga dianggap dapat diartikan sebagai tingkatan aset atau surat berharga yang bisa secara cepat dijual atau dibeli di pasar dengan harga yang merefleksikan nilai intrinsiknya. Dengan kata lain, kemudahan untuk mengubah aset itu menjadi kas.

Fungsi dan Manfaat Tingkat Likuiditas Perusahaan

Pengukuran likuiditas memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan atau pihak eksternal seperti kreditur. Berikut ini sejumlah manfaat dari pengukuran likuiditas perusahaan.

  1. Alat ukur bagi perusahaan untuk melunasi utang jangka pendek
  2. Alat ukur bagi perusahaan untuk menyediakan dana darurat.
  3. Alat ukur bagi perusahaan untuk memperbaiki kinerja.
  4. Pertanda bagi perusahaan untuk menekan biaya atau efisiensi
  5. Alat analisis bagi perusahaan untuk menganalisa kondisi keuangan dalam jangka pendek.

Dasar-Dasar Menentukan Tingkat Likuiditas

Menurut Investopedia, kas sebagai aset yang bersifat likuid dianggap sebagai standar penentuan karena kas bisa dengan mudah dan cepat diubah menjadi aset lain. Sebagai contoh, apabila seseorang ingin membeli ponsel seharga Rp10 juta, maka kas adalah aset yang paling mudah diperoleh untuk membeli ponsel.

Sebaliknya, apabila seseorang tersebut memiliki lukisan senilai Rp10 juta, ia belum tentu dapat menukarkan lukisan itu dengan ponsel. Orang itu juga belum tentu dapat menjual lukisan itu dengan cepat. Maka dari itu, properti semacam lukisan, tanah, atau properti lainnya dianggap sebagai aset yang kurang likuid.

Krisis Likuiditas

Salah satu indikator krisis likuiditas adalah ketika perusahaan gagal memenuhi kewajiban jangka pendek, seperti melunasi pinjaman atau menggaji karyawan. Satu pengalaman yang menunjukkan krisis likuiditas adalah pada saat krisis global pada 2008.

Rumus Menghitung Likuiditas

Secara internal, penghitungan likuiditas dapat dilakukan dengan membandingkan rasio pada satu periode dengan periode yang lain. Perbandingan itu memungkinkan analis atau pengurus usaha untuk menelusuri perubahan-perubahan dalam bisnis. Semakin tinggi rasio menunjukkan perusahaan tersebut semakin likuid.

Secara eksternal, penghitungan likuiditas dapat dilakukan dengan membandingkan antara rasio satu perusahaan dan perusahaan lainnya. Kendati demikian, analisa rasio likuiditas kurang efektif untuk membandingkan perusahaan dengan ukuran yang berbeda dalam lokasi geografis yang berbeda.

Secara umum, dalam berbagai formula atau rumus likuiditas, rasio yang lebih besar daripada satu dianggap lebih baik. Berikut ini sejumlah rumus penghitungan likuiditas.

1. Rasio lancar

Rasio lancar adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk menggunakan aset lancarnya untuk membayar semua liabilitas atau utang lancarnya. Rasio ini dianggap paling simpel. Rumusnya adalah:

Rasio Lancar = Aset Lancar / Liabilitas Lancar 

2. Rasio cepat

Rasio cepat adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk melunasi utang jangka pendek dengan menggunakan aset lancar tanpa memperhitungkan persediaan. Rumusnya adalah:

Rasio Cepat = Aset Lancar – Persediaan / Liabilitas Lancar

3. Rasio kas

Rasio kas adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk melunasi utang jangka pendek dengan menggunakan kas atau setara kas.

Rasio Kas = Kas atau Setara Kas / Liabilitas Lancar

Rasio Modal Kerja terhadap Total Aset

Rasio modal kerja terhadap total aset adalah tingkat ketersediaan modal kerja perusahaan dibandingkan dengan total aset total aset yang dimiliki.

Rasio modal kerja terhadap aset = (Aset Lancar – Liabilitas Lancar) / Total Aset

Menentukan tingkat likuiditas adalah perihal yang penting kaitannya untuk keberlangsungan perusahaan. Jadi jangan sampai keliru ya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →