Kalau Lion Air Mau IPO, Apakah Kamu Mau Beli Sahamnya?

pramugari lion air

Seorang pramugari Lion Air. (Instagram/@lionairgroup)

Di tahun ini, PT Lion Mentari Airlines yang gak lain adalah induk Lion Air berniat melantai di bursa efek Indonesia lho! rencana penawaran umum perdana alias IPO perusahaan penerbangan ini, disinyalir menjadi IPO terbesar di tahun 2020.

Disebut terbesar karena nilainya mencapai US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 13 triliunan! Hal ini diberitakan oleh Reuters pada November 2019 lalu. Lantas kapan waktunya?

Kabarnya sih IPO akan dilakukan di kuartal I 2020. Namun, pihak Lion Air sendiri memang belum berkomentar lebih lanjut mengenai hal ini.

Tapi asal kamu tahu ya, rencana IPO ini memang sudah beberapa kali diutarakan oleh Lion. Namun di 2019 rencana itu tertunda karena satu dan lain hal.

Seandainya mereka benar-benar melantai di 2020 ini, apakah kamu tertarik membeli saham mereka? Jangan keburu nafsu dulu ya, kita cek dulu yuk seperti apa sih perusahaan ini.

1. Sebanyak 112 armada dan salah satu maskapai terbesar di Asia

pesawat lion air
Salah satu pesawat maskapai Lion Air. (Instagram/@lionairgroup)

Walaupun sering didera dengan banyaknya isu yang kurang mengenakkan, tetap saja Lion Air adalah maskapai raksasa. Mereka memiliki 112 armada pesawat!

Beberapa pesawat yang mereka operasikan antara lain adalah Boeing 747-400, Boeing 737-800, Boeing 737-900 ER, dan Airbus A330-300. Mereka juga sudah melayani 183 rute penerbangan domestik dari Sabang sampai Merauke, dan rute internasional seperti Singapura, Malaysia, Arab Saudi, dan China.

Jika memang perusahaan induk Lion Air membidik Rp 13 triliun dari IPO, maka nilai itu jelas lebih besar dari nilai kapitalisasi pasar kompetitornya yaitu PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) di Januari 2020.

2. Bisnis PT Lion Mentari Airlines cukup menggurita

kru terbang lion air
Pilot dan para pramugari Lion Air. (Instagram/@lionairgroup)

Sama seperti rivalnya yaitu GIAA, PT Lion Mentari Airlines juga memiliki banyak anak usaha. Di bidang penerbangan saja ada Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo yang digarap dengan kerja sama bersama National Aerospace dan Defence Industries Malaysia, serta Thai Lion dan Lion Bizjet.

Untuk mendukung operasional dan bisnis penerbangan ini, Lion Group juga telah mendirikan beberapa fasilitas pelatihan dan pusat pendidikan calon pilotnya. 

Sementara itu, di bidang logistik dan pengiriman barang, mereka memiliki Lion Parcel. 

Apakah cuma itu saja? Oh ternyata tidak, mereka juga punya hotel bernama Lion Hotel and Plaza. Hanya saja, lokasinya ada di Manado.

3. Rivalnya ada dua

petugas di bawah pesawat Lion Air
Petugas di dekat pesawat Lion Air. (Instagram/@lionairgroup)

Bicara soal saham penerbangan di Indonesia, sejatinya ada tiga perusahaan yang bisa kita beli. Pertama tentu saja GIAA, lalu yang kedua adalah Air Asia (CMPP), dan yang terakhir adalah Indonesia Air Transport (IATA).

Akan tetapi, IATA adalah maskapai penerbangan untuk layanan udara bagi industri migas. Maskapai yang dikendalikan oleh anak usaha MNC Group ini gak melayani penerbangan komersial seperti Lion Air, Garuda, dan lainnya.

Tentu tahu dong sama GIAA? Perusahaan ini adalah BUMN yang 60,54 persen sahamnya dikuasai Pemerintah Indonesia. Sementara itu, 25,62 persennya di pegang PT Trans Airways milik taipan Chairul Tanjung. 

Sementara itu CMPP adalah maskapai berbiaya murah asal Malaysia yang juga melantai di BEI. Air Asia Investment Ltd memegang 49 persen saham CMPP, sementara itu 49 persenan lainnya dipegang PT Fersindo Perkasa.

Seperti apa prospek saham Lion Air nanti?

pramugari lion air
Seorang pramugari Lion Air. (Instagram/@lionairgroup)

Bisa dibilang, industri penerbangan memang cukup kompleks, oleh karena itulah nilai saham perusahaan penerbangan memang cenderung fluktuatif.

Yang jelas, beban avtur memang menjadi hal yang cukup dikhawatirkan. Jika avturnya murah, otomatis operasional maskapai jadi gak berat, dan marjin laba juga bisa membaik. 

Naik turunnya harga avtur juga disebabkan karena fluktuasi komoditas harga minyak. Nah, makanya gak heran juga kalau sewaktu-waktu tiket pesawat naik akibat harga bahan bakar pesawatnya juga naik. 

Belum lagi, adanya sentimen-sentimen buruk yang sering melanda maskapai ini juga bisa berdampak ke volatilitas harga saham Lion Air. Apakah kamu sudah siap?

Namun bisa saja di masa depan, mereka justru berekspansi atau melakukan diversifikasi bisnis demi memperluas gurita bisnisnya. 

Itulah sekilas mengenai Lion Air dan rencana IPO-nya. Apakah menurutmu saham mereka bakal menarik? 

Balik lagi seperti di poin terakhir, bisnis penerbangan memang gak sesederhana bisnis consumer goods atau perbankan. Tantangan mereka cukup berat.

Bahkan, saham BUMN penerbangan seperti GIAA pun sangat fluktuatif. 

Sebelum berniat membeli, ada baiknya untuk sabar dulu melihat performanya ke depan. Jangan tergoda dengan fenomena saham IPO yang sering naik berkali-kali lipat dalam waktu singkat ya. (Editor: Ruben Setiawan)

Tags:

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis