Bakal Bangun 100 Ribu Rumah, Seperti Ini Performa Saham Lippo Karawaci

Lippo Karawaci

PT Lippo Karawaci, Tbk. berencana membangun 100 ribu rumah sebagai bagian dari ekspansi bisnisnya. Informasi ini disampaikan langsung CEO Lippo Karawaci, John Riady di Hotel Aryaduta pada Kamis lalu (20/6/2019).

Kebijakan-kebijakan yang dibuat Pemerintah menurut John Riady menjadi stimulus buat industri properti, termasuk Lippo. Bahkan, cucu konglomerat Mochtar Riady menyampaikan apresiasinya atas kebijakan-kebijakan tersebut.

Kebijakan-kebijakan yang dimaksud John adalah adanya Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SBS), dan pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) buat rumah di bawah harga Rp 30 miliar.

Dana yang dibutuhkan buat memuluskan rencana 100 ribu rumah tersebut disebut John mencapai Rp 100 triliun. Perusahaan yang ia pimpin dikabarkan udah merangkul perusahaan private equity buat berinvestasi.

Menariknya nih, Lippo Karawaci merupakan salah satu perusahaan yang sahamnya tercatat di bursa lho. Ada kemungkinan ekspansi bisnis yang dilakukan perusahaan berkode LPKR ini bakal mempengaruhi saham perusahaan itu sendiri.

Kira-kira seberapa bagus performa perusahaan yang dipimpin oleh John Riady ini sejak melantai di bursa? Berikut ini ulasannya.

Baca juga: Cetak Pendapatan Rp 6.000 Triliun, Ini 4 Perusahaan Minyak Terbesar Selain Aramco

1. Mulai jadi perusahaan terbuka sejak 28 Juni 1996, harga saham Lippo Karawaci kini di bawah harga IPO

Begini nih performa saham Lippo sejak IPO.

Perusahaan yang berdiri tahun 1990 oleh Mochtar Riady ini resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Juni 1996. Per lembar sahamnya saat itu ditawarkan dengan harga Rp 3.250.

Walaupun dijual dengan harga ribuan, pergerakan harga saham berkode LPKR ini kurang begitu memuaskan. Pasalnya, harga per lembar sahamnya terkini berada di bawah harga IPO, yaitu Rp 330.

Bisa jadi rontoknya harga saham Lippo gara-gara krisis moneter yang melanda Indonesia di tahun 1998. Walaupun begitu, harga per lembarnya sempat melejit lho di angka Rp 1.680 per lembar.

baca juga: Mengenal John Riady, CEO Baru Lippo Karawaci yang Doyan Naik Ojol!

2. Pendapatannya cenderung naik, bahkan tahun 2018 tembus Rp 12 triliun lebih walaupun profitnya naik turun

Lippo Karawaci
Pendapatannya cenderung naik, bahkan tahun 2018 tembus Rp 12 triliun lebih walaupun profitnya naik turun, (www.idx.co.id).

Pendapatan atau revenue Lippo Karawaci kalau dilihat dari IDX cenderung naik dari tahun ke tahun. Pada 2014, LPKR mencetak revenue sebesar Rp 11,65 triliun. Lebih tinggi lagi revenue pada 2018 yang mencapai Rp 12 triliun lebih.

Meskipun begitu, revenue yang diperoleh Lippo sempat menurun pada tahun 2015 dengan angka sebesar Rp 8,7 triliun. Sejak itu pendapatannya beranjak hingga tahun 2018.

Profitnya yang dicetak LPKR sendiri kurang begitu menggembirakan. Soalnya kadang naik, kadang pula turun. Dari 2009 – 2014, profit yang dicetak cenderung meningkat. Puncaknya pada 2014 dengan raihan profit sebesar Rp 3,1 triliun.

Sayangnya, raihan profit di tahun 2015 gak sebesar tahun 2014. Saat itu Lippo cuma bisa mencetak profit Rp 1,02 triliun. Sejak saat itu profitnya naik turun hingga pada tahun 2018 cuma mencetak Rp 1,18 triliun.

Baca juga: Lahir Terlanjur Tajir, Anak 8 Konglomerat Indonesia Pilih Profesi Ini

3. Kapitalisasi pasar Lippo Karawaci sebesar Rp 7,8 triliun dan masuk golongan second liner

Kapitalisasi pasar Lippo Karawaci sebesar Rp 7,8 triliun dan masuk golongan second liner, (lippohomes.com).

Dengan harga per lembarnya yang sekarang, kapitalisasi pasar Lippo tembus Rp 7,8 triliun. Besaran kapitalisasi pasar tersebut masih jauh dari kategori blue chips. Asal tahu aja nih, saham dikategorikan blue chips kalau kapitalisasi pasarnya lebih dari Rp 10 triliun.

Itu berarti saham LPKR masuk ke dalam golongan saham second liner. Walaupun begitu, sahamnya terbilang likuid lho diperdagangkan. Dengan kata lain, membelinya gampang, menjualnya pun juga gampang.

4. Melalui beberapa perusahaan, Keluarga Riady memegang saham Lippo yang tersohor ini

Melalui beberapa perusahaan, Keluarga Riady memegang saham Lippo yang tersohor ini, (lippohomes.com).

Kalau bercermin dari data yang disampaikan IDX, porsi kepemilikan saham Lippo dipegang:

  • PT Inti Anugerah Pratama: 36,38 persen
  • DB AG SG DCS CL AC MAD PT Ltd: 7,73 persen
  • Credit Suisse AGSG Traccl PT Metropolis Propertindo Utama: 8,72 persen
  • Credit Suisse ST A PT Primantara Utama Sejahtera: 9,45 persen
  • PT Multipolar, Tbk.: 5,25 persen
  • Publik: 40,21 persen

Menelisik lebih jauh, beberapa perusahaan di atas dimiliki Keluarga Riady, yaitu PT Inti Anugrah Pratama. Terus PT Multipolar, Tbk. yang memegang saham LPKR juga dimiliki sahamnya oleh Keluarga Riady lewat PT Inti Anugrah Pratama ini.

5. Pergerakan harga saham LPKR tampak sedang keluar dari posisi downtrend

Lippo Karawaci
Pergerakan harga saham LPKR tampak sedang keluar dari posisi downtrend, (www.chartnexus.com).

Ditilik secara teknikal dengan indikator moving average, tampaknya saham Lippo beranjak-anjak keluar dari posisi downtrend. Situasi ini masih belum dikatakan aman buat membeli saham LPKR.

Namun, bukan berarti hal tersebut dianggap sebagai kepastian ya. Sebab bisa aja ke depannya pergerakan harga sahamnya menunjukkan kenaikan yang signifikan. Agar lebih pasti, kamu bisa melihat fundamental saham LPKR, apakah menjanjikan atau gak.

Nah, itu tadi informasi seputar performa saham Lippo Karawaci sejak IPO hingga sekarang. Semoga informasi di atas bermanfaat! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →