Manfaat dan Risiko Investasi Obligasi Cocok bagi Mereka dengan Profil Moderat

Sebelum menjatuhkan pilihan pada obligasi, pastikan dulu jenis instrumen investasi ini benar-benar sesuai dengan karakter dan tujuan investasi Anda. Maklumlah, setiap orang memiliki latar belakang dan tujuan investasi berbeda.

 

Dengan demikian, tiap orang pun punya kepentingan yang berbeda terhadap investasinya. Bila seseorang cocok menanamkan duit di saham, belum tentu instrumen itu cocok dengan Anda.

 

Maka itu, perhatikan dulu empat hal di bawah ini sebelum berinvestasi:

 

-Apa tujuan berinvestasi

-Risiko yang mungkin terjadi

-Potensi atau imbal hasil

-Jangka waktu

 

[Baca: Bunuh Diri Namanya Kalau Berinvestasi Tanpa Tujuan]

 

Atas dasar itu, memilih jenis investasi itu bukan sekadar ikut-ikutan atau biar dibilang keren saja. Termasuk juga saat memilih obligasi sebagai instrumennya. Yang tak kalah penting, obligasi adalah pilihan yang pas bagi mereka dengan profil risiko moderat.

 

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Maksud profil risiko moderat adalah golongan orang yang menginginkan imbal hasil dari investasinya lebih tinggi dari deposito. Nah, obligasi ada di level moderat ketimbang saham yang lebih berisiko tinggi. Selain kenali manfaat dan risiko investasi obligasi, yang utama itu jelas pastikan dulu berapa banyak modal yang dimiliki.

 

Dulu, berinvestasi di obligasi yang diterbitkan negara maupun korporasi menuntut modal yang cukup besar. Contohnya saja dana yang mesti disiapkan untuk membeli Surat Utang Negara (SUN) seri Fixed Rate (FR) sebesar Rp 100 juta dan kelipatannya. Sedangkan untuk obligasi dari korporasi bisa lebih besar lagi sampai Rp 500 jutaan.

 

Tak heran kalau jenis investasi ini lebih banyak dipilih perusahaan maupun lembaga pengelona dana pensiun. Kalau individual, tentu dia harus jadi orang kaya dulu untuk bisa menebus obligasi dengan harga segitu.

 

Kenalan dulu dong apa itu surat utang negara

Kemudian penting juga selektif memilih obligasi yang diterbitkan korporasi karena adanya risiko gagal bayar. Cara paling aman meminimalisir gagal bayar ini adalah dengan memilih obligasi yang dikeluarkan pemerintah.

 

Untungnya, sekarang ini modal berinvestasi obligasi tak menuntut pundi-pundi duit yang besar. Pemerintah ternyata peduli dengan investor berkantong pas-pasan. Terbukti, pemerintah mengenalkan obligasi yang menyasar bagi investor ritel dengan modal yang sangat rendah.

 

Obligasi untuk investor ritel itu ada tiga macam. Mereka adalah:

 

-Obligasi Negara Ritel atau yang populer disebut ORI

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

-Sukuk Negara Ritel atau Sukri

-Saving Bond Ritel alias SBR.

 

Lantaran segmennya adalah investor ritel, maka obligasi ini bisa diboyong cukup dengan modal mulai Rp 5 jutaan. Jadi, ketika ada dana segitu yang tidak digunakan dan sayang dibiarkan di tabungan, kenapa tidak melirik obligasi jenis ini.

 

Sebagai contoh tujuan investasinya adalah mendaftarkan naik haji pada tiga tahun mendatang. Maka obligasi yang tepat yaitu jenis surat utang yang jatuh pada tiga tahun kemudian. [Baca: Lebih Jauh Soal Tabungan Haji]

 

Misalnya saja ada tawaran sukuk (obligasi syariah) negara ritel alias sukri yang berseri SR-006. Imbalan atau kupon tetapnya sebesar 9,28 % per tahun. Tawaran ini jelas memikat lantaran besaran bunga deposito di bank paling banter rata-rata 6-7% per tahun.

 

Sukuk itu obligasi syariah yang termasuk surat utang negara lho

Hal lain yang bikin menarik, pajak SR-006 hanya di kisaran 15% yang artinya lebih rendah dari deposito yang kepotong pajak 20%.

 

Berapa pendapatan dari obligasi ini? Tentu tergantung dari berapa duit yang ‘dibelanjakan’ untuk membeli SR-006. Jika menanamkan dana pada SR-006 sebesar Rp 100 juta, maka nilai kuponnya yang dibayar tiap tiga bulan adalah:

 

keuntungan kupon = besaran kupon x bulan/12 x nilai investasi obligasi

       = 9,28% x 3/12 x Rp 100.000.000

       = Rp 2.320.000

pajak atas obligasi   = 15% x Rp 2.320.000

       = Rp 348.000

Keuntungan kupon bersih = Rp 2.320.000 – Rp 348.000

      = Rp 1.972.000

 

Dengan begitu, nilai kupon tahunan bersih obligasi tersebut adalah Rp 1.972.000 x 4 = Rp 7.888.000

 

Artinya, selama tiga tahun pegang SR-006, maka investor berhak pemasukan sebanyak Rp 23.664.000 plus modal awalnya Rp 100 juta. Artinya, di tahun ketiga, total dana yang balik ke investor mencapai Rp 123,664 juta.

 

Bila di tahun ketiga pemerintah menetapkan ongkos naik haji (ONH) sebesar Rp 24 juta, maka tinggal menambal kurang dari Rp 1 juta lagi. Sedangkan Rp 100 juta-nya mungkin dapat dialokasikan lagi ke instrumen investasi yang lain sesuai dengan tujuan keuangan berikutnya.

 

Di mana membelinya? Gampang kok. Pemerintah sudah menunjuk bank-bank atau perusahaan sekuritas tertentu sebagai agen penjual obligasi.

 

Caranya, ya tinggal mendatangi agen penjual, kemudian membuka rekening, dan melakukan pendaftaran menjadi nasabah agen penjual dengan mengisi formulir pemesanan yang dilampiri fotokopi KTP.

 

Berikutnya menyetorkan sejumlah dana ke rekening agen penjual sejumlah nilai investasi yang diinginkan. Lalu pemerintah nantinya akan menetapkan penjatahan kepada masing-masing agen penjual.

 

Jika nanti tidak kebagian alokasi penjatahan,  maka uang calon nasabah akan  dikembalikan lagi sehari atau paling lama tiga hari setelah pengumuman penjatahan. Mudah bukan?

 

Gampang banget beli obligasi. Datengin aja bank atau sekuritas yang ditunjuk pemerintah

Alasan memilih obligasi dengan suku bunga tetap plus keamanan yang terjamin yang diperoleh pemegang obligasi ritel menjadi daya tarik tersendiri. Tentu saja lagi-lagi yang perlu diingat, menentukan investasi dalam bentuk obligasi balik lagi pada tujuan dan kebutuhan keuangan di masa depan.

[Baca: Lebih Jauh tentang Obligasi yang Mirip-mirip Deposito]

Image credit:

  • http://vibiznews.com/wp-content/uploads/2013/12/obligasi-negara3.jpg
  • http://i982.photobucket.com/albums/ae310/gaven2707/PengumumanSukuk_zps71569298.jpg
  • http://photo.kontan.co.id/photo/2012/07/07/2050971603p.jpg
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →