Manfaatkan Pinjaman dengan Jaminan (Agunan) untuk Ekspansi Bisnis

pinjaman dengan jaminan

Ada 1001 cara mendapatkan pinjaman modal kerja bagi yang ingin ekspansi bisnis. Dari sekian pilihan pinjaman, satu di antaranya adalah pinjaman dengan jaminan atau secured loan.

Jenis ini masuk kategori pemberian kredit yang dijamin oleh adanya agunan yang umumnya bersifat fixed asset (aset tetap) semacam tanah, bangunan, atau kendaraan. Agunan lainnya adalah inventory atau cash collateral, yakni memblokir tabungan atau deposito.

Sejatinya, adanya agunan sebagai jaminan tambahan ini memudahkan kreditur mengucurkan pinjaman. Bila debitur wanprestasi dengan kewajibannya, maka pelunasan pinjamannya dilakukan melalui pelelangan atas agunan tersebut.

Secured loan biasanya dimanfaatkan untuk modal kerja maupun kredit investasi mengingat suku bunganya yang lebih rendah ketimbang jenis pinjaman yang tanpa jaminan. Apakah mobil mewah bisa jadi jaminan? Yup, tentu saja. Kendaraan termasuk jaminan yang ideal di mata bank karena sifatnya yang mudah ‘diambil alih’ seandainya tak bisa mengembalikan pinjaman.

Berikut ini ada empat pihak yang bisa disasar untuk mendapatkan secured loan:

Pinjaman bank

pinjaman dengan jaminan
Pinjaman ke bank sudah pasti aman (uang tunai/masuk sini)

Bank biasanya jadi prioritas untuk mendapatkan pinjaman. Kelebihan meminjam di bank adalah terbukanya peluang mendapatkan modal yang cukup besar dengan skema cicilan. Meski begitu, tetap diperhitungkan bunga yang dikenakan.

Pinjaman non bank

Bank Perkreditan Rakyat dan koperasi adalah pihak yang bisa dipilih sebagai alternatif mendapatkan pinjaman non bank. Biasanya pinjaman ini menggunakan agunan kendaraan. Cuma perlu diingat, besaran pinjaman non bank ini tak terlalu besar. Meski begitu, biasanya proses pengajuannya terbilang lebih cepat dan ringkas.

Leasing

Pinjaman modal usaha juga bisa didapatkan dengan mengajukan ke perusahaan pembiayaan (leasing). Hanya, pengajuan pinjaman ke leasing ini jarang dalam berbentuk uang tunai karena lebih dimaksudkan untuk pembelian aset. Sebut saja mobil atau motor. Ekspansi bisnis yang mencakup kebutuhan akan mobil kantor, bisa mengajukan pinjaman ke pihak leasing.

Investor

Investor juga bisa dilirik untuk mendapatkan dana segar untuk menutupi kebutuhan permodalan. Tinggal bagaimana melobi orang-orang yang punya duit ini menjadi investor untuk bisnis yang sedang dilakoni. Biasanya mereka ini sumber untuk mendapatkan pinjaman lunak (soft loan) dengan bunga yang lebih rendah dari bank. Nah, agunan ini bisa menjadi jaminan tambahan agar mereka tertarik memberi pinjaman karena risikonya sudah ditutupi agunan.

pinjaman dengan jaminan
Bisa saja dapat uang dari investor namun kamu wajib meyakinkan mereka gimana caranya balik modal. Butuh soft skill berupa kemampuan negosiasi (melobi investor / Ineos)

Dari sekian pilihan itu, biasanya bank yang paling populer.  Lagi pula mengajukan pinjaman kredit melalui bank sebagai tambahan modal kerja untuk ekspansi bisnis relatif mudah. Jika bisnisnya sudah berjalan minimal dua tahun, ada jaminan, dan punya izin usaha yang berlaku, sudah bisa mengajukan pinjaman ke bank. Tambahan lagi, opsi ini dinilai sebagai cara paling mudah dan efektif ketimbang menggaet investor baru ataupun jurus lainnya.

Berikut prosedur pengajuan pinjaman kredit ke bank:

1. Isi form permohonan kredit

Tinggal isi form permohonan kredit yang disediakan bank. Form itu merupakan sumber informasi bank untuk menentukan kelayakan usaha calon debitur. Artinya, debitur mesti mencantumkan identitas diri, kegiatan dan sifat usaha, jumlah pinjaman yang diminta, jangka waktu pinjaman, dan tujuan pinjaman.

2. Dokumen yang dilampirkan

Dalam form itu, calon debitur akan diminta dokumen lain untuk dilampirkan. Dokumen itu antara lain:

– Salinan identitas yang berlaku (SIM/Paspor/KTP)

– Salinan NPWP, SIUP, TDP

– Salinan akte perusahaan

– Salinan jaminan tambahan (BPKB)

Bank pastinya akan menilai kelayakan usaha. Atas dasar itu, bank meminta calon debitur untuk melengkapi data-data dan kegiatan usaha. Kelengkapan data yang diminta itu antara lain:

– Dokumentasi bisnis atau tempat usaha

– Laporan keuangan usaha

– Data-data agunan yang jadi jaminan

– Kegiatan usaha (rekap penjualan atau transaksi dengan pihak lain)

– Salinan rekening Koran minimal enam bulan terakhir

pinjaman dengan jaminan
Semua dokumen persyaratan harus lengkap. Kalau gak lengkap bank bakal susah memberikan pinjaman ke kamu (urus dokumen/info studi di luar negeri)

Setelah itu dipenuhi, lantas bank akan mulai memproses permohonan tersebut. Sebelumnya, bank akan melakukan analisis 5 C kepada calon debitur. Apa saja itu?

  • Character. Di sini bank akan menilai sifat atau watak calon debitur untuk diukur tentang keseriusan calon debitur untuk melunasi pinjaman
  • Capacity. Bank akan menganalisis kemampuan calon debitur menyelesaikan kewajibannya dan kemampuan mengelola bisnis.
  • Capital. Sejauh mana modal digunakan secara efektif yang didasari dari likuiditas kegiatan usaha.
  • Condition. Bank akan menilai dari kondisi ekonomi, sosial, dan politik saat ini dan prediksi di kemudian hari agar pinjaman itu bermasalah relatif kecil.
  • Collateral. Adalah jaminan yang diberikan calon debitur.

Tinggal keputusan di tangan Anda. Tak perlu ragu lagi mengajukan pinjaman sepanjang modal itu diyakini akan memperbesar bisnis di masa depan. Sudah banyak kisah mereka yang sukses mengembangkan usaha berkat pinjaman modal dari pihak lain. Jadi, tak ada lagi alasan modal seret sebagai sandungan berbisnis.  

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 6 Keuntungan Pengajuan Kredit Multiguna dengan Jaminan Surat Kendaraan]

[Baca: Baru Rencana Ngajuin Pinjaman? Ketahui Dulu Jenis Bunga Kredit Bank dan Cara Hitungnya]

[Baca: Gaji Rp 1 Juta Mau Mengajukan Pinjaman Dana Cepat? Bisa-bisa Saja Loh!]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →