Cari Tahu A-Z Manulife Syariah Sektoral Amanah

wanita membaca

Kini sudah banyak produk keuangan yang menggunakan prinsip-prinsip syariah. Mulai dari asuransi, tabungan, deposito, saham, hingga reksadana. Manulife, sebagai salah satu perusahaan asuransi multiproduk terkemuka di Indonesia, juga memiliki produk syariah, yakni Reksadana Manulife Syariah Sektoral Amanah atau Manulife Syariah Sektoral Amanah (MMSA).

Yuk ketahui lebih lengkap tentang produk ini dengan membaca ulasan dari Lifepal di bawah ini.

Apa Itu Manulife Syariah Sektoral Amanah?

Reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) berdasarkan Undang-Undang No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal (Undang-Undang Pasar Modal) beserta peraturan pelaksanaannya. 

Tujuannya adalah untuk menghasilkan peningkatan modal dengan berinvestasi pada saham sesuai prinsip-prinsip syariah di Pasar Modal, yakni saham dari perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam sektor-sektor yang memiliki posisi yang baik di bursa.  

Dalam pengelolaannya, MMSA diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah PT Manulife Aset Manajemen Indonesia yakni Muhammad Gunawan Yasni, SE.Ak., MM., CIFA., FIIS, CRP. Ia telah mendapatkan izin sebagai Ahli Syariah Pasar Modal dari Otoritas Jasa Keuangan berdasarkan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-01/D.04/ASPM-P/2016 tanggal 10 Februari 2016. 

Jadi dengan kata lain, kita tidak perlu khawatir karena produk yang ditawarkan telah melalui proses pengawasan ketat.

Informasi umum Manulife Syariah Sektoral Amanah
Tanggal Peluncuran : 21 Januari 2009
Bank Kustodian : HSBC
Denominasi : Rupiah
Valuasi : Harian
Tolok Ukur : Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
Minimum Pembelian Pertama : Rp 100.000
Minimum Pembelian Berikutnya : Rp 100.000

Kinerja sejak diluncurkan

Sejak Diluncurkan : 12.98%

Bulan Terbaik : 25.27% pada April 2009

Bulan Terburuk : -10.13%  pada Januari 2011

Kebijakan investasi MSSA

MSSA memiliki komposisi portofolio investasi sebagai berikut.

  1. Minimum 80% dan maksimum 100% dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek Syariah bersifat ekuitas yang diterbitkan melalui Penawaran Umum dan/atau dicatatkan di Bursa Efek baik di dalam maupun di luar negeri.
  2. Minimum 0% dan maksimum 20% dari Nilai Aktiva Bersih pada Efek Syariah bersifat utang yang diterbitkan melalui Penawaran Umum dan/atau dicatatkan di Bursa Efek baik di dalam maupun di luar negeri.
  3. Minimum 0% dan maksimum 20% dari Nilai Aktiva Bersih pada instrumen pasar uang yang mempunyai jatuh tempo kurang dari satu tahun sesuai dengan prinsip-prinsip syariah di Pasar Modal serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
  4. Sesuai dengan POJK Tentang Reksadana Syariah, dana kelolaan hanya akan diinvestasikan pada Efek Yang Dapat Dibeli.
  5. Dalam hal berinvestasi pada Efek Syariah Luar Negeri, MSSA akan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan hukum negara yang mendasari penerbitan Efek Syariah Luar Negeri tersebut.
  6. Manajer investasi akan selalu menyesuaikan kebijakan investasi dengan peraturan OJK yang berlaku dan memastikannya tidak bertentangan dengan prinsip syariah di Pasar Modal.

Apa hak kita sebagai Pemegang Unit Penyertaan?

Sebagai awalan, kita berhak mendapatkan bukti kepemilikan Unit Penyertaan MSSA berupa Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan. Isinya adalah jumlah Unit Penyertaan yang dibeli atau dijual kembali, investasi yang dialihkan dan dimiliki serta Nilai Aktiva Bersih. 

Surat akan dikirimkan paling lambat tujuh hari bursa setelah aplikasi pembelian, penjualan kembali, maupun pengalihan investasi Unit Penyertaan MSSA telah lengkap dan diterima dengan baik oleh manajer investasi atau agen penjual efek reksadana yang ditunjuk.

Selain itu, ada juga beberapa poin berikut.

  1. Kita berhak mendapatkan pembagian hasil investasi sesuai dengan kebijakan.
  2. Kita juga bisa menjual kembali sebagian atau seluruh Unit Penyertaan kepada manajer investasi sesuai dengan syarat dan ketentuan.
  3. Kita berhak untuk mengalihkan sebagian atau seluruh investasi ke reksadana lainnya yang memiliki fasilitas pengalihan investasi.
  4. Kita berhak untuk mendapatkan informasi Nilai Aktiva Bersih harian dan kinerja 30 hari kalender serta satu tahun terakhir yang dipublikasikan di harian tertentu.
  5. Kita berhak mendapatkan laporan keuangan tahunan yang akan dimuat dalam pembaharuan prospektus.
  6. Kita berhak mendapatkan laporan bulanan yang akan dikirimkan oleh bank kustodian ke alamat tinggal, kantor, atau email yang terdaftar.
  7. Jika MSSA dibubarkan dan dilikuidasi, maka kita sebagai Pemegang Unit Penyertaan berhak mendapatkan hasil likuidasi secara proporsional sesuai dengan komposisi kepemilikan Unit Penyertaan.

Berinvestasi pada produk ini tidaklah mahal. Kita bisa memilih batas minimum penjualan awal unit penyertaan MSSA, yakni sebesar Rp100 ribu saja, lho. Bahkan batas minimum penjualan selanjutnya juga masih sebesar Rp100 ribu. Sangat terjangkau, bukan? 

Jadi tidak ada alasan untuk menunda-nunda investasi dengan alasan tidak memiliki modal yang cukup. Bagaimanapun memiliki portofolio investasi bisa menjadi sumber pemasukan kita nantinya.

Namun sebagai pemegang unit penyertaan, kita harus tahu A-Z tentang produk investasi yang dipilih juga. Pertimbangkan untung ruginya dan pahami kinerja serta hak kita sebagai investor. Dengan begitu, hasil dari investasi yang kita miliki melalui Manulife Syariah Sektoral Amanah bisa maksimal. 

Selain menawarkan investasi keuangan, Manulife turut memiliki produk asuransi berbasis syariah, yaitu Asuransi Manulife Syariah. Yuk, cari tahu lebih lengkap mengenai profil dan produk mereka hanya di Lifepal.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →