Mari Kenali Seluk-Beluk Pinjaman dengan Jaminan

pinjaman dengan jaminan

Di Indonesia, pinjaman dengan jaminan memang kalah populer dibanding kredit tanpa agunan (KTA). Tapi tak sedikit juga jumlah orang yang menggunakan layanan yang juga sering disebut sebagai pinjaman dengan agunan ini.

Sebenarnya, apa sih kredit dengan jaminan itu? Kenapa dia tidak sepopuler KTA?

Untuk pertanyaan pertama, menurut kamus dari Otoritas Jasa Keuangan, jawabannya adalah “pinjaman dengan jaminan kekayaan peminjam, baik berupa aktiva lancar maupun aktiva tetap; apabila peminjam tidak mampu membayar kembali pinjaman, jaminan tersebut akan dijual oleh pihak pemberi pinjaman”. Ribet banget sepertinya,ya?

Jawaban simpelnya begini: pinjaman yang diberikan dengan jaminan berupa aset berharga milik si peminjam. Jika peminjam gagal melunasi pinjaman, aset tersebut akan dijual pihak yang memberi pinjaman.

Sedangkan jawaban nomor dua sebenarnya relatif. Tapi umumnya orang lebih memilih KTA karena proses pencairannya tidak rumit dan dana yang dibutuhkan sifatnya mendesak.

Dana Tunai
Kalau kebutuhannya mendesak, biasanya orang lari ke KTA karena relatif lebih cepat. Tapi pinjaman dengan jaminan juga punya keunggulan tersendiri. (Butuh Dana Tunai/ BP)

Pencairan kredit dengan jaminan, padahal, sebenarnya tidak rumit-rumit amat. Prosedurnya lebih panjang, iya, tapi kalau ribet sih tidak. Bahkan layanan ini punya keunggulan yang tidak dimiliki KTA, yakni bunga yang rendah!

Pinjaman dengan jaminan bukan hanya produk bank, tapi juga lembaga keuangan bukan bank, seperti Pegadaian. Bahkan leasing juga punya layanan ini.

Untuk mengetahui seluk-beluk pinjaman dengan jaminan, mari kita lihat contohnya:

1. Kredit Kendaraan Bermotor

Jika Anda pernah membeli mobil atau sepeda motor dengan cara mencicil, berarti Anda sudah pernah memakai layanan kredit dengan jaminan. Dalam hal ini, jaminan Anda adalah BPKB kendaraan yang dicicil.

Aturan main kredit kendaraan bermotor adalah cicilan harus dilunasi dulu, baru BPKB diberikan. Jika terlambat mencicil, terkena denda. Dan jika gagal melunasi, kendaraan bisa ditarik oleh pihak leasing.

Eits, tapi leasing tidak bisa sembarangan menarik kendaraan. Soalnya ada aturan pemerintah tentang jaminan fidusia, atau ketentuan bahwa jaminan atas suatu pinjaman adalah milik si peminjam yang dipercayakan untuk dipegang pihak yang meminjami sampai pinjaman lunas.

Dalam hal ini, BPKB dan kendaraan adalah milik orang yang mengkreditnya. Karena itu, jika terjadi gagal bayar, masalah harus diselesaikan lewat hukum. Jika pihak leasing menarik kendaraan sepihak, itu artinya mereka melawan hukum dan bisa dipidana menurut Pasal 1365 KUHAP.

2. Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen

KPR KPA
Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Pemilikan Apartemen merupakan salah satu produk pinjaman dengan jaminan yang paling sering dicari. (Rumah/ Rumah dan properti)

Nah, pinjaman yang kesohor dengan nama KPR/KPA ini pastinya akrab di kalangan keluarga baru. Biasanya pasangan yang akan atau baru menikah rajin browsing buat mencari rumah atau apartemen untuk ditempati.

KPR dan KPA sebenarnya sama, hanya obyek yang dikredit yang berbeda. Sesuai dengan namanya, kalau KPR yang dikredit rumah, KPA apartemen. Situs Bank Tabungan Negara yang berfokus mengurusi kredit hunian pun tak membedakan syarat pengajuan kredit keduanya.

Jika mengambil KPR/KPA, berarti kita memberikan surat hak milik hunian tersebut sebagai jaminan sampai angsuran lunas. Sanksi jika angsuran tidak terbayar tentu penyitaan rumah/apartemen.

3. Kredit Usaha

Kalau kredit usaha beda lagi. Kredit ini biasanya diajukan untuk mendirikan atau mengembangkan usaha. Jaminannya bisa ditentukan sendiri oleh kita sebagai peminjam, selama aset tersebut nilainya setara atau lebih besar daripada nominal pinjaman.

Misalnya kita mau mendirikan usaha dengan pinjaman Rp 100 juta. Berarti kita harus menjaminkan aset yang nilainya minimal Rp 100 juta juga. Contohnya sertifikat rumah/tanah, kendaraan bermotor, emas, atau deposito.

iklan pinjaman dengan jaminan bpkb
Salah satu iklan pencairan dana pinjaman dengan jaminan BPKB (pinjaman dengan bpkb/bp)

Aset ini akan dinilai oleh bank untuk ditentukan apakah disetujui sebagai jaminan atau tidak. Jika disetujui kredit akan cair. Tapi jika sampai terjadi kredit macet, aset berharga itu akan disita dan dijual dengan cara lelang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

4. Kredit Pegadaian

Pada dasarnya, Pegadaian merupakan salah satu bentuk pemberi utang/kredit dengan jaminan. Nasabah dapat datang untuk menggadaikan barang berharganya seperti emas, laptop, dan sebagainya untuk mendapatkan uang tunai. 

Selain memiliki jasa gadai konvesional, Pegadaian juga punya layanan kredit khusus buat pelaku usaha. Ada 5 jenis kredit dari Pegadaian:

– Kredit Angsuran Fidusia (Kreasi)

Nilai pinjaman dengan skema kredit untuk UKM ini bisa mencapai Rp 200 juta. Tapi, usaha peminjam paling tidak sudah beroperasi setahun. Aset yang dijadikan jaminan adalah BPKB motor atau mobil karena menggunakan sistem fidusia.

– Kredit Angsuran dengan Sistem Gadai (Krasida)

Produk kredit ini mirip dengan Kreasi, tapi jaminannya boleh berupa emas, tak hanya BPKB kendaraan bermotor. Adapun jumlah pinjamannya bisa sampai Rp 250 juta. Syarat jangka waktu minimal operasional usaha pun tak ada.

– Amanah

Produk ini adalah layanan kredit pemilikan kendaraan bermotor dengan prinsip syariah. Baik pegawai swasta maupun pegawai negeri sipil boleh mengakses layanan yang tersedia di seluruh outlet Pegadaian Syariah ini.

kantor pegadaian
Nasabah dapat datang untuk menggadaikan barang berharganya untuk meminjam dana tunai yang sesuai dengan nilai jaminannya tersebut. (pegadaian/medan magazine)

– Arrum

Kredit ini sama dengan Krasida, tapi prinsipnya menggunakan hukum syariah. Layanan ini juga ada di seluruh outlet Pegadian Syariah.

– Kredit Multi Guna (Kagum)

Layanan dengan jaminan fidusia ini diberikan bagi pegawai tetap yang telah bekerja minimal 2 tahun dan masih memiliki masa kerja 1 tahun ketika pinjaman jatuh tempo. Kagum dapat diperoleh di perusahaan atau instansi yang telah menjalin kerja sama dengan Pegadaian untuk membangun/merenovasi rumah, biaya pernikahan, sekolah, pengobatan, dan lainnya.

Itulah seluk-beluk kredit dengan jaminan. Produk ini mudah ditemukan, terutama di bank. Mari kita pahami layanan ini sebelum mengajukan permohonan kredit dengan jaminan.

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Apa Saja yang Bisa Menjadi Jaminan Kredit Multiguna? Pelajari Dulu Yuk!]

[Baca: Jurus Jitu Menghindari Mata Elang Debt Collector]

[Baca: Cari Pinjaman dengan Jaminan? Perhatikan Dulu Hal Ini]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →