Usia 20-an Lalu Masih Berprinsip Hidup Seperti Air Mengalir, Siap-siap Terseret Deh!

hidup seperti air mengalir

Buat sebagian orang, usia 20-an tahun adalah waktunya bersenang-senang. Hidup hanya sekali, mumpung masih muda. Begitu mereka bilang.

Senang-senang sih boleh aja. Bahkan sangat disarankan. Hidup jangan serius-serius amatlah, cepat botak nanti.

Tapi aktivitas hura-hura itu harus diimbangi dengan pemikiran untuk masa depan. Ingat, bahkan sejak kita SD sudah ditanyain apa cita-citanya. Artinya, kita sudah bisa mikir untuk masa depan sedari kecil, meski cita-citanya berubah-ubah tiap kali ditanya.

Satu contoh lagi. Sejak kecil kita sudah ditanamkan kebiasaan menabung.Miapah (baca: demi apa)? Demi masa depan, Saudara-Saudari.

Karena itu, kalau kita berusia 20-an lalu malah berprinsip hidup kayak air, itu kemunduran. Kalau kita menjalani hidup layaknya mengikuti arus yang mengalir, ya siap-siap saja terseret, lalu tenggelam.

Sebaliknya, jika mengambil perumpamaan hidup seperti air, kita mesti menjadi salmon. Tahu kan, salmon. Iya, ikan yang lezat dan harganya aduhai itu.

hidup seperti air mengalir
Contoh Salmon tuh berani lawan aru air (Ikan Salmon / Blogspot)

Mengapa kita harus menjadi seperti salmon? Layaknya ikan, salmon berenang-renang di dalam air ke sana-kemari. Tapi, pada saat tertentu, ikan ini gigih melawan arus untuk bertelur, untuk memperjuangkan hidup.

Mereka gak ragu berenang berkilo-kilometer mencari muara laut untuk bertelur. Ada yang gagal, jelas. Tapi yang berhasil lebih banyak.

Kalau yang gagal banyak, gak mungkin ada sushi salmon atau steak salmon. Pasti masuk daftar hewan yang diilindungi itu ikan.

Dalam konteks manusia usia 20-an, sikap salmon ini layak ditiru. Udah harganya mahal, keren dalam berjuang lagi.

Usia 20-an adalah usia krusial dalam hal finansial. Jika mampu melewati periode usia ini dengan selamat, bukan mustahil kepala 3 udah gak pusing mikirin penghasilan, dan kepala 4 udah kipas-kipas sambil selonjoran.

Ketika kita berusia 20-an awal, sudah seharusnya kita mulai memikirkan masa depan. Mau kerja apa, kapan berkeluarga, penghasilan berapa, itu segelintir pertanyaan yang sudah harus ada di kepala, dan ditemukan jawabannya.

hidup seperti air mengalir
Masih muda bukan berarti gak mikirin masa depan dong (Perempuan Muda / Hipwee)

Dengan kata lain, kita mesti sudah punya road map alias peta jalan untuk menyambut masa depan. Berikut ini 2 tips dasar merencanakan masa depan buat yang berusia 20-an.

1. Bikin rencana keuangan

Rencana keuangan penting untuk menjaga pemasukan gak melebihi pengeluaran. Itu poinnya. Rencana itu harus memuat berapa penghasilan dan pengeluaran, termasuk tabungan dan investasi.

Rumus dasarnya adalah 50:30:20. 50 persen untuk pengeluaran wajib dan fleksibel, 30 persen untuk investasi dan tabungan, 20 persen buat rekreasi. Misalnya gaji Rp 10 juta, berarti Rp 5 juta buat pengeluaran, Rp 3 juta investasi, dan Rp 2 juta rekreasi, misalnya nonton bioskop.

Pengeluaran wajib mencakup kebutuhan belanja bulanan, termasuk bayar kredit motor atau rumah. Pokoknya yang udah jelas nominalnya. Sedangkan pengeluaran fleksibel bisa berupa tagihan kartu kredit atau ongkos transpor, yang bisa kita utak-atik besar-kecilnya.

Tapi rumus ini bisa diubah tergantung kondisi finansial masing-masing. Misalnya biaya rekreasi dibikin 10 persen saja, bisa banget. Sisa 10 persen dimasukkan ke pos investasi. Itu lebih bagus.

Untuk membuat rencana ini, kita bisa memanfaatkan teknologi. Di Google Play dan App Store, banyak aplikasi semacam itu. Misalnya Expense Manager, Money Control, dan Uangku. Dilongok dulu deh, dicoba mana yang paling pas.

hidup seperti air mengalir
Update soal aplikasi keuangan dong, jangan cuma main medsos (Aplikasi Keuangan / Techinasia)

2. Berani ambil risiko

Mumpung masih muda, justru inilah saatnya kita untuk berani mengambil risiko. Misalnya ada lowongan kerja di luar kota/negeri yang cocok dengan kemampuan diri plus bayarannya oke, lamar aja.

Risiko jauh dari keluarga, tinggal sendiri di kota asing, cincay lah. Justru itu jadi pengalaman seumur hidup. Yang penting jangan lupa emak di kampung dikirimi duit, minimal fotolah biar gak khawatir.

Atau sudah diterima bekerja, tapi merasa ingin berwiraswasta karena merasa ada peluang lebih bagus sebagai pengusaha. Gak ada salahnya mencoba buka usaha sendiri, asal udah matang rencana usahanya ya.

Dalam bidang finansial, khususnya investasi, risiko besar berarti potensi keuntungan juga besar. Kalau takut ambil risiko, ya siap-siap aja hidup sedang-sedang saja. Atau malah berkekurangan.

Buat yang berusia 20-an, mending pikirkan lagi kalau masih memegang prinsip hidup kayak air, go with the flow. Hidup santai itu perlu, tapi ada kalanya kita mesti serius memikirkan esok hari.

hidup seperti air mengalir
Awas kelewat santai bisa lupa diri dan menyesal di kemudian hari sis hehehe (Bersantai Di Pantai / Static6)

Kecuali memang keluarga punya pohon duit di halaman rumah, ya. Gak perlu capek-capek kerja, tiap hari mungutin duit rontok. Sampai lebaran kuda mau hura-hura juga terserah.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Nabung Masih Sebatas Niat? Simak Nih Trik Menabung Uang untuk Si Boros]

[Baca: Daripada Menyesal di Usia Kepala 4, Simak dan Terapkan 10 Nasihat Keuangan Berikut]

[Baca: Sebelum Mulai Berinvestasi Simak 5 Mitos Investasi yang Salah dan Harus Diluruskan]

[Baca: Sebelum Memulai Bisnis Siapkan Bisnis Plan Dulu, Berikut 5 Alasannya]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →