Mertua Lulu Tobing, Dulu Anak Buah Kapal Sekarang Bos Berharta Rp 2 Triliunan

masli mulia

Sebelumnya, kita sudah membahas soal suami Lulu Tobing, Bani Maulana Mulia yang memegang 60 jabatan di perusahaan keluarganya, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Nah, di balik sosok Bani, ada Masli Mulia yang gak lain adalah ayahnya sendiri. 

Masli menjabat sebagai Direktur Utama SMDR. Pria kelahiran 1946 silam ini, kabarnya sudah bergabung di perusahaan yang didirikan oleh mertuanya, Soedarpo Sastrosatomo (kakek Bani Mulia), sejak tahun 1971. 

Ingin tahu sekilas fakta dari mertua Lulu Tobing ini? Yuk simak ulasannya.

Baca juga: Jadi Direktur di Usia 27 Tahun dan Pegang 60 Jabatan, Ini Kekasih Baru Lulu Tobing

1. Kekayaannya lebih dari Rp 2,3 triliun!

masli mulia
Kekayaannya triliunan. (Samudera.id)

Berdasarkan laporan dari RTI, Masli Mulia memegang 0,40 persen dari total saham SMDR yang pada tanggal 26 Agustus 2019, valuasinya sebesar Rp 276 per lembar. 0,40 persen dari total saham SMDR setara dengan 13.170.000 lembar lho.

Kalau harga per lembarnya saja Rp 276 perak. Maka, 13.170.000 x Rp 276 = Rp 2.317.920.000. Lumayan besar ya!

PT Samudera Indonesia Tangguh sendiri memiliki porsi saham yang sangat besar yaitu 57,98 persen. Nah perusahaan itu juga masih merupakan perusahaan milik keluarga ini.

2. Dulu cuma anak buah kapal

masli mulia
Masli (tengah), dahulu anak buah kapal, sekarang bos perusahaan. (Instagram/@samudera.id)

Menurut informasi di situs perusahaan PT Samudera Indonesia Tbk, saat bergabung di PT Samudera Indonesia, Masli Mulia gak langsung menduduki posisi penting di perusahaan.

Dia justru memulai kariernya sebagai anak buah kapal lho. Lambat laun, dia naik jabatan menjadi nahkoda, dan singkat cerita di tahun 1990 hingga 2010, dia sudah menjabat sebagai Corporate Managing Director-Logistics Group.

Jebolan dari Akademi Ilmu Pelayaran RI ini juga memegang jabatan penting di banyak perusahaan keluarganya ini. 

Beberapa di antaranya adalah Executive Chairman Samudera Shipping Line Ltd, Komisaris Utama PT Silkargo Indonesia dan PT GAC Samudera Logistics. Selain itu, dia juga menjabat sebagai Direktur sekaligus Komisaris Utama PT Ngrumat Bondo Utomo dari tahun 2008.

Baca juga: Salah Satunya Pemilik BCA, Ini 5 Keluarga Crazy Rich Asians di Dunia Nyata

3. Sukses bangun aliansi yang kuat antara SMDR dan mitra-mitranya

masli mulia
Masli (tengah). (Instagram/@samudera.id)

Sebagai nahkoda dari perusahaan ini, Masli Mulia merupakan salah satu penggagas strategi jitu dalam memacu perkembangan SMDR. Kini, SMDR bukan cuma punya ratusan unit kapal, mereka juga menjalin aliansi dengan mitra-mitranya, di dalam maupun luar negeri

Di tahun 2016, SMDR mendirikan PT Samudera Agencies Indonesia sebagai unit usaha yang fokus menangani bisnis keagenan kapal. Selain itu, mereka juga mendirikan PT Samudera Terminal Indonesia untuk mengelola terminal peti kemas. 

Ada juga PT Samudera Asahi Shipping yang didirikan secara patungan dengan Osaka Asahi Kaiun Co Ltd dan PT Jasindo Duta Segara. Selain itu, ada pula Bharat Feeder Pvt Ltd yang didirikan bersama United Liner Shipping Services LLP.

Jika kamu lihat di situs SMDR atau PT Samudera Tangguh Indonesia, maka kamu bisa melihat banyaknya perusahaan-perusahaan yang ada di bawah perusahaan ini. Jumlahnya tentu lebih dari 50.

Sebagian besar perusahaan ini gak berbasis di Indonesia dan didirikan lewat hasil kerja sama dengan mitranya. 

4. Di bawah pimpinan Masli Mulia, SMDR catat laba US$ 209,08 juta di semester I 2019

masli mulia
Masli (kiri). (Instagram/@samudera.id)

Tepat pada semester I 2019, SMDR mencatatkan laba sebesar US$ 209,08 juta atau sekira Rp 2,9 triliunan. Jumlah ini dinyatakan “turun” ketimbang semester I di tahun 2018 (US$ 225,7 juta). Sementara itu kerugian bersih perusahaan ini juga mengalami peningkatan dari US$ 3,52 juta hingga di Semester I 2018 ke US$ 17,89 juta. 

Salah satu faktor kerugian itu disebabkan karena transaksi penjualan kapal. Selain itu, perang dagang Amerika Serikat dan China juga memberikan dampak bagi bisnis di daerah operasi SMDR.

Akan tetapi, bisnis SMDR secara keseluruhan masih tetap oke. Bahkan mereka juga sangat optimis di semester I 2019 ini. Kerugian operasional seperti yang terjadi di semester I 2019 tentu akan hilang, di samping itu SMDR sendiri sudah melakukan perbaikan lini bisnis. 

Itulah sekilas fakta mengenai mertua Lulu Tobing, Masli Mulia. Sangat inspiratif pastinya, jika melihat perjalanan kariernya dari jadi ABK, nahkoda kapal, hingga nahkoda perusahaan yang sanggup mencatat laba triliunan Rupiah.

Intinya, berkaca dari kisah Masli, siapapun tentu bisa sukses asal punya semangat juang yang tinggi. (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →