Waspada, Materai Palsu Banyak Beredar! Ini Cara Membedakannya

Materai Palsu Banyak Beredar (MoneySmart)

Direktorat Jenderal Pajak bekerja sama dengan Perum Peruri dan PT Pos Indonesia (Persero) tengah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai peredaran materai palsu yang banyak ditemukan pada platform belanja online.

Hal ini dilakukan agar meningkatkan kewaspadaan masyarakat, dan juga memberantas pemalsuan materai maupun materai rekondisi yang merugikan negara.

Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Yon Arsal mengatakan, materai palsu dan rekondisi dijual dengan harga yang sangat murah.

“Di toko online bea meterai Rp 2.000. Itu pasti bea meterai palsu,” ujarnya di Jakarta.

Yon mengatakan, pihaknya terus melakukan pengawasan dan penindakan terkait peredaran materai palsu dan rekondisi bersama dengan pihak Kepolisian.

“Tahun 2018 paling banyak kita menangkap orang, kerja sama dengan Kabareskrim. Paling banyak kita tangkapin kasus penjual meterai palsu, atau meterai rekondisi, itu sudah masuk penjara,” jelasnya.

Masyakarat Diminta Waspada

Sementara itu, pemerintah meminta kepada masyarakat agar waspada dan tidak terjebak dengan harga murah atau dibawah jumlah nominal materai itu sendiri.

Adapun, materai resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah memiliki harga yang sama dengan jumlah nominal yang tertera pada lembar materai, yakni Rp3.000 untuk Kopur 3000 dan Rp6.000 untuk Kopur 6000.

Dengan ini jika terdapat penawaran meterai dengan harga yang lebih rendah dari nilai nominal maka patut diduga benda meterai atau meterai tempel tersebut adalah palsu atau tidak sah.

Ciri Materai Asli dan Palsu

Kepala Unit Pemeriksaan Keaslian Produk Perum Peruri Fuguh Prasetyo mengatakan, ciri utama materai asli. Yakni memilki lambang Garuda dengan cetakan bunga dan menggunakan tinta alih warna, atau berubah warna. Sedangkan materai palsu tidak menggunakan tinta alih warna melainkan tinta metalik biasa.

Kemudian kedua, materai asli juga memiliki 17 digit nomor seri yang tercetak dengan jelas, dan setiap lembar memiliki nomor seri yang berbeda. Sedangkan palsu memiliki nomor seri yang sama antara satu dengan yang lainnya.

“Untuk mengetahui keaslian pakai 3D, dilihat diraba, dan digoyang. Identifikasi pertama dilihat dari cetakan,” ungkapnya.

Sama seperti uang kertas, dalam lembaran materai juga terdapat hologram pengaman, sama seperti benang pengaman dalam uang kertas. “Kalau meterai itu hologram. Itu silver dan color image, kalau dari sudut pandang tertentu akan berubah warnanya,” jelasnya.

Menurutnya, dalam lembaran juga memiliki kualitas gambar yang sangat baik dan terlihat jelas, atau tidak ada cacat fisik. “Ketika menemukan gambar tidak jelas, itu bisa dipastikan meterai palsu,” paparnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →