Mau Bisnismu Sesukses Sambal Bu Rudy? Ini 8 Jurus Rahasianya

Sambal Bu Rudy

Penggemar makanan pedas tentu familiar sama sambal legendaris asal Surabaya yang bernama Sambal Bu Rudy. Sambal Bu Rudy memang sudah tersohor di seluruh Indonesia, tapi percaya gak kalau founder-nya seorang perempuan tamatan kelas 4 SD?

Adalah Lanny Siswadi, perempuan kelahiran Madiun yang wajahnya terpampang di kemasan sambal terfavorit di Kota Pahlawan. Sekadar diketahui, nama Rudy di sambal tersebut adalah nama suami tercintanya, yaitu Rudi Siswadi.

Lanny lahir pada 1958 silam di kota yang sedang didera pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal itulah yang membuatnya terpaksa merantau ke Surabaya untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Terciptanya sambal legendaris yang “maknyus” itu ternyata berawal dari sebuah ketidaksengajaan. Pak Rudy yang hobi memancing sering pulang ke rumah membawa ikan dan sisa umpan, yaitu udang.

Suatu saat, Lanny memasak ikan hasil tangkapan suami dan mengulek sambal dengan sisa umpannya. Jadilah sambal bu Rudy yang enak banget itu.

Kebiasaan Lanny mengajak teman makan bersama pun berujung sebuah rezeki. Sebab, temannya kerap menyarankan Lanny membuka usaha kuliner pecel madiun dengan memanfaatkan mobil suaminya. Salah satu menu andalannya adalah nasi sambal udang.

Lambat laun, sambalnya pun makin terkenal di kalangan masyarakat. Dan menurut laporan dari Kontan, dalam sebulan Lanny bisa mencetak omzet ratusan juta rupiah! Belum lagi Sambal Bu Rudy juga sering diliput media, padahal bu Lanny gak pernah belajar marketing.

Padahal, kalau dipikir-pikir, sambalnya cuma ada tiga varian, yaitu sambal bawang, terasi atau bajak, dan peda atau hijau. Harganya pun mulai dari Rp 26 ribu hingga Rp 28 ribu.

Kok bisa ya bu Lanny jadi sesukses ini? Tentu saja bisa, karena dia menerapkan delapan strategi bisnis ini. Yuk simak ulasan strateginya di sini:

1. Word of mouth marketing

seorang perempuan keturunan tiongkok sedang berpose di depan kamera
Lanny Siswadi, perempuan yang wajahnya terpampang di kemasan Sambal Bu Rudy menerapkan word of mouth marketing (ayorek)

Saya ndak pernah pasang iklan, promosi atau apapun, semua orang tahu dari mulut ke mulut,” ujar Lanny, seperti dikutip Okezone.

Kalau diartikan dalam Bahasa Indonesia adalah promosi mulut ke mulut. Promosi mulut ke mulut memang sangat efektif, terutama dalam bisnis produk kuliner seperti Sambal Bu Rudy ini.

Ketika makanan itu rasanya enak, maka secara gak langsung informasi tentang kenikmatannya dengan mudah tersebar lewat cerita. Dan cerita itulah yang memengaruhi orang mencicipi makanan tersebut.

Promosi mulut ke mulut kerap dilakukan Lanny pada saat membuka usaha kuliner tahun 2000. Kenikmatan nasi sambal udang yang dibuatnya dengan mudah menyebar ke telinga banyak orang. Gak heran kan sambalnya jadi laris manis, hampir semua orang bilang enak.

2. Memperluas jaringan distribusi lewat reseller

seorang perempuan saat berbisnis kuliner
Memperluas jaringan distribusi lewat reseller (Ayorek)

Guna memperluas jaringan penjualan Sambal Bu Rudy, Lanny memanfaatkan sistem reseller alias perantara. Kontan memberitakan, Sambal Bu Rudy sudah memiliki 300 reseller per Oktober 2015.

Reseller tersebut gak hanya ada di Surabaya doang lho. Melainkan tersebar di Jawa Timur, Yogyakarta, Jakarta, dan berbagai wilayah lain.  

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

Sekadar diketahui, dalam satu hari Sambal Bu Rudy diproduksi hingga dua ribu botol! Kalau dihitung-hitung, per bulan berarti ada di kisaran 10 dus. Satu dusnya berisi enam botol.

Lanny pun pernah mengatakan setiap minggu dia mengirim 500 hingga 1.000 botol ke Jakarta. Dan, dalam lima hari sambalnya sudah habis, gokil banget.

3. Jualan camilan

beberapa camilan dalam wadah plastik
Jualan camilan (Instagram/@burudy.surabaya)

Bisnis yang digeluti Lanny gak hanya Sambal Bu Rudy, melainkan juga oleh-oleh. Bila kamu berkunjung ke Depot Bu Rudy di Surabaya, maka bakalan banyak makanan atau camilan yang kamu temukan.

Sebut saja seperti kering kentang, dendeng balado, ikan wader, teri oven, kering teri kacang, sampai almond crispy pun ada. Tapi tetap saja sih, penjualan terbesar di sambal.

4. Tetap konsisten jalani bisnis warung makan

sambal bu rudi
Tetap konsisten jalani bisnis warung makan (Instagram/@sambalburudysub)

Meski sudah sukses dengan sambalnya, Lanny tetap menjalankan bisnis warung makannya. 

Seperti diketahui, Lanny enggan menyebutnya dengan nama restoran. Dia lebih suka tempat makannya disebut kedai, depot, atau warung makan.

Saking tenarnya, warung makan Lanny kerap dikunjungi pejabat-pejabat. Sebut saja mantan Kapolri Timur Pradopo yang rela menyantap nasi dengan kuah lodeh asalkan dicampur dengan Sambal Bu Rudy.

5. Gak neko-neko soal kemasan

seorang wanita berjilbab membuka oleh-oleh sambal
Gak neko-neko soal kemasan (Instagram/@burudy.surabaya)

Alih-alih mencoba kreatif dengan kemasan unik, Bu Lanny justru memilih botol sambal yang sama untuk bertahun-tahun. Lanny gak mau repot-repot keluar biaya untuk desain botol yang aneh.

Dengan menggunakan botol yang sama, hal itu pun memudahkannya dalam melakukan perlindungan terhadap para pelanggan. 

Perempuan berdarah Tionghoa ini mengingatkan pelanggan, ketika membeli Sambal Bu Rudy selain di depot atau cabangnya, selalu ingatlah dengan kemasan dan logonya.

Mengapa demikian? Karena jika botolnya saja sudah beda, maka bisa dipastikan sambal tersebut palsu.

6. Mempertahankan kepuasan pelanggan

seorang wanita sedang belanja
Mempertahankan kepuasan pelanggan (ayorek)

Lanny sangatlah konsisten dalam urusan memberikan sambal yang segar kepada pelanggan. Patut kamu ketahui, Sambal Bu Rudy merupakan sambal tanpa pengawet. Ketika seal-nya dibuka maka sambal itu cuma bisa bertahan 10 hari dalam suhu normal.

Kualitas sambal pun selalu dipertahankan oleh Lanny. Lanny gak ingin ada keluhan seputar makanan atau produknya yang muncul di kalangan masyarakat. 

So, Dia meminta seluruh reseller untuk menjaga produk-produknya dengan baik hingga sampai ke tangan pelanggan.

Lanny pernah mengatakan di saat anak-anaknya mulai memikirkan pemasaran Sambal Bu Rudy di dunia maya, Lanny tetap fokus untuk urusan kepuasan pelanggan. Cerdas banget deh Bu Lanny ini!

Asuransi & Investasi
Asuransi & Investasi

7. Sambal Bu Rudy, sejak dulu “ya begitu”

sambal di dalam kemasan plastik
Sambal Bu Rudy, sejak dulu “ya begitu” (Instagram/@burudy.surabaya)

Maksudnya begitu adalah brandingnya yang gak pernah berubah dari tahun ke tahun. Mereka gak pernah ganti logo, ganti gambar di kemasan. 

Di botolnya tetap terpampang foto Bu Lany sang founder dari sambal legendaris ini.

Sebagai sebuah brand kuliner legendaris asal Kota Pahlawan, hal ini memang patut dijaga sebaik mungkin. Karena itu, pelanggan juga bisa membedakan dengan mudah mana Sambal Bu Rudy yang palsu dengan yang asli.

Mengubah branding itu rumit lho, dan risikonya pun tinggi. Mending biarkan saja, toh ini adalah brand yang sudah ada sejak dulu.

8. Gak usah ambil pusing soal kompetitor, rezeki sudah ada yang ngatur

beberapa orang sedang membeli oleh-oleh
Gak usah ambil pusing soal kompetitor, rezeki sudah ada yang ngatur (Instagram/@burudy.surabaya)

Menurut pemberitaan di Viva, dalam sehari Bu Rudy bisa menjual tiga ribu botol sambal yang harga perbotolnya adalah Rp 24 ribu. 

Nah, kalau ditotal-total, dalam sehari omzetnya mencapai Rp 72 juta dan dalam sebulan, sudah sampai Rp 2,1 miliar!

Sementara itu, produsen sambal juga tentunya banyak. Lantas apa yang dilakukan Lanny dalam menghadapi tantangan ini?

Dalam artikel sama, Lanny mengatakan bahwa gak usah pusing dalam hal kompetisi bisnis. Dengan menjaga kualitas sambal legendaris ini, dia sudah bisa mencicipi omzet miliaran rupiah yang jarang sekali bisa dinikmati para pengusaha. 

Intinya, dengan kualitas yang terjaga, maka produknya pun tetap eksis di pasaran. Setuju?  

Itulah delapan resep sukses Lanny Siswadi sang juragan Sambal Bu Rudy. Meski demikian, wajib kamu ingat gak ada kesuksesan bisnis yang bisa tercipta secara instan. Lanny pun butuh bertahun-tahun untuk mengembangkan usahanya.

Bila tahun depan kamu berniat jadi penggiat kuliner, kamu pun bisa belajar dari kisah Bu Lanny. Siapapun dia, apapun jenjang pendidikannya, pasti bisa sukses kalau selalu konsisten dan pede sama produkmu. (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →