Mau Bujuk Pasangan untuk Menunda Bulan Madu? Ungkapkan 4 Alasan Ini

menunda bulan madu

Momen yang dinantikan begitu upacara dan resepsi pernikahan selesai tentunya adalah bulanmadu. Tapi keliru kalau mengira menunda bulan madu adalah hal yang mesti dihindari, bahkan bikin malu.

Setelah menyelenggarakan pesta pernikahan, tentunya tabungan terkuras. Bila mesti keluar duit lagi untuk bulan madu, bisa jadi berat.

Kondisi keuangan tiap pasangan berbeda. Makanya, jika memang gak memungkinkan, gak perlu memaksakan bulan madu dilakukan tepat setelah pernikahan.

Lagian bila memaksa bulan madu dengan bujet sekenanya mungkin akan berjalan gak menyenangkan. Lebih baik manfaatkan waktu untuk menabung lagi buat rencana bulan madu ke depan.

Menurut hasil penelitan yang dimuat di blog media Amerika, New York Times, menyusun rencana liburan saja bisa membuat hati berbunga-bunga. Akan timbul perasaan senang karena membayangkan aktivitas yang akan dilakukan selama liburan.

Masalahnya, menunda bulan madu memerlukan persetujuan kedua pihak. Tapi tenang. Gak perlu khawatir bila pasangan menolak.

Berikut ini sejumlah alasan yang bisa kamu kemukakan saat bujuk pasangan untuk menunda bulan madu:

1. Nabung dulu, supaya bisa ke destinasi impian

menunda bulan madu
Kalau ditunda sekarang barangkali bisa jalan-jalan ke Paris (honeymoon impian/Liputan 6)

Tunda bulan madu dengan alasan mau menabung dulu. Dengan demikian, kamu dan pasangan bisa puas menghabiskan waktu di destinasi yang menjadi impian berdua, alih-alih bulan madu ala kadarnya karena bujet minim.

Buat orang Jakarta, misalnya, liburan ke Anyer pasti bakal biasa saja ketimbang ke Raja Ampat. Ongkosnya pun lebih murah karena dekat dan gak banyak yang bisa dinikmati ketimbang Raja Ampat.

Sekarang terserah kamu, mau cepet-cepet bulan madu tapi pengalaman gitu doang atau sabar menanti dan bisa menikmati indahnya alam yang lestari.

2. Bulan madu ala cendol atau bakso granat?

Bila gak buru-buru, kamu bisa mencari waktu bulan madu saat low season. Artinya, destinasi wisata yang dituju akan lebih sepi layaknya semangkok bakso granat yang hanya diisi satu pentol bakso.

Ketika peak season, lokasi yang ditargetkan bisa jadi kayak semangkok cendol. Semua tumplek-blek berdesakan, gak nyaman sama sekali.

menunda bulan madu
kalau kayak gini mah mau gerak aja susah apa lagi mau romantis-romantisan (penuh sesak/lanacion)

Selain itu, kesempatan untuk berduaan dan romantis-romantisan lebih besar. Gak lucu kan kalau mau dinner pas honeymoon restorannya penuh melulu?

3. Mau naik bus aja?

Kalian pun dapat berburu tiket murah bila merencanakan bulan madu untuk beberapa bulan atau malah setahun ke depan. Tiket pesawat murah banyak terhampar seperti karangan bunga yang dikirimkan untuk Ahok di Balai Kota.

Bila punya kartu kredit, bisa jadi ongkos untuk transportasi bisa lebih ditekan. Banyak promo hasil kerja sama bank penerbit kartu kredit dan situs penjualan tiket.

Tapi kalau memang memaksa mau cepat-cepat bulan madu tatkala duit mepet, ya sudah. Naik bus aja ke Puncak biar murah.

4. Sambil nyelam minum sirup

menunda bulan madu
Minum sirup ya manis, minum air putih ya biasa (minum sirup/NHD Jamil Twitter)

Ketika memutuskan nabung dulu untuk bulan madu, kita layaknya sambil menyelam minum sirup. Kenapa sirup, bukan air?

Sebab, dana yang ada sekarang, termasuk sumbangan tamu-tamu, bisa ditabung sekaligus diolah alias diinvestasikan. Sambil menabung di bank buat bulan madu, kamu dan pasangan bisa mulai terjun ke dunia investasi. Hasil investasi tentunya tidaklah hambar seperti air, melainkan manis layaknya sirup.

Yang simpel-simpel dulu aja, seperti investasi emas atau reksa dana paling sederhana, yakni berupa pasar uang atau pendapatan tetap. Tapi jangan lupa cari-cari info dulu sebelum tanam duit. Investasi yang bagus adalah yang melalui perencanaan dan kewaspadaan.

Coba tunjukkan 4 alasan buat menunda bulan madu di atas ke pasangan. Bila masih menolak, mungkin si dia belum siap menjalankan rencana keuangan keluarga.

Kondisi keuangan sangat penting dalam keluarga mana pun. Rencana keuangan saat masih lajang jelas berbeda dengan ketika menikah. Bila tak cermat, keharmonisan rumah tangga bisa masuk status siaga atau bahkan gawat darurat.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 4 Hal Soal Keuangan Rumah Tangga yang Perlu Dibicarakan Sebelum Menikah]

[Baca: Sebelum Mulai Berinvestasi Simak 5 Mitos Investasi yang Salah dan Harus Diluruskan]

[Baca: Pilih 4 Kartu Kredit Terbaik untuk Travel Ini Biar Liburan Lebih Hemat]

[Baca: Daripada Menghabiskan Uang Buat Pesta Pernikahan Mewah, Alihkan Dananya Buat 5 Hal Ini]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →