Mau Buka Showroom Mobil? Perhatiin Hal Ini Dulu

Buka showroom mobil

Bakal ada 1,1 juta mobil baru yang terjual tahun ini. Angka itu bukan dari ahli nujum lho, tapi dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia). Angka yang gede kan?

Alhasil, cukup banyak kepincut buka usaha showroom mobil. Bagi yang dananya gede, bisa mendekati APM (Agen Pemegang Merek). Yang modalnya pas-pasan, cukup puas jajaki bisnis jual beli mobil bekas.

Harus diakui, buka showroom mobil baru jelas urusannya sama APM. Selain itu nilai investasinya juga raksasa. Rinciannya butuh duit besar untuk biaya lahan, konstruksi bangunan, stok mobil, dan operasional. Total investasi yang diperlukan tembus Rp 50 miliar.

Buka showroom mobil
Huaaa modal bikin showroom mobil butuh duit Rp 50 M? Boleh dicampur duit monopoli gak? hehe (Uang Rupiah/Tempo)

Punya gepokan duit pun juga belum jaminan bisa buka showroom mobil baru. Semua itu tergantung dari kebijakan APM.

Beda bila buka showroom mobil bekas. Enggak perlu keluar investasi yang bejibun. Paling utama adalah skill dan pengetahuan seputar mobil. Bagaimana menaksir harga plus sehat atau tidaknya kendaraan.

Yang tak kalah penting lagi, margin dari bisnis showroom mobil bekas lumayan besar. Angkanya bisa ditentukan sendiri. Lain halnya jual mobil baru di mana marginnya sudah dipantek APM.

Konon, margin jual mobil bekas itu mulai dari Rp 5 juta sampai Rp 20 juta. Tergantung dari jenis mobil, merek, dan tahun produksi. Bayangkan kalau sebulan bisa jual lima unit saja, langsung tebal itu dompet!

Bila modal sekian ratus juta dan punya pengetahuan seputar permobilan (minimal ada orang yang bisa dipercaya soal ini), sekarang mulai pikirkan langkahnya.

1.Tentukan ruang pamer strategis

Sebisa mungkin sudah punya ancar-ancar di mana mobil itu mau dipajang. Sebaiknya pilih lokasi yang strategis. Bisa dekat perumahan, keramaian, pusat bisnis, dan lain-lain.

Buka showroom mobil
Menentukan lokasi itu penting banget, salah menentukan lokasi bikin showroom kamu gak laku (peta/Tide Forecast)

Kalau mau irit, langkah awal bisa sewa dulu. Usahakan showroom itu berkelas, nyaman, dan cantik. Tujuannya agar mudah menarik perhatian. Jauhi kesan lusuh dan apa adanya biar enggak muncul impresi showroom abal-abal.

2. Berburu mobil berkualitas

Memang enggak gampang dapat mobil berkualitas. Tapi hukumnya wajib. Upayakan dapat mobil dari tangan pertama. Selain lebih miring harganya, nilai mobil dari tangan pertama lebih tinggi. Itu sudah jadi hukum pasarnya.

Yang perlu diperhatikan lagi, carilah mobil yang dicari banyak orang. Misalnya saja jenis multi purpose vehicle (MPV). Meski begitu tak tertutup kemungkinan berburu mobil yang jadi incaran kaum penghobi seperti model jip atau jenis sedan tertentu.

3. Bangun networking yang luas

Pahami sejak awal, bisnis jual beli mobil itu bagian dari sebuah ekosistem yang besar. Jadi jangan lupa bangun jaringan yang luas ke toko spart part, bengkel, leasing, asuransi, sampai komunitas otomotif.  

Jaringan ini turut menopang kesuksesan bisnis showroom. Apalagi kalau sudah kenal intens dengan komunitas. Selain jadi target pasar, mereka juga bermanfaat untuk menggali infor seputar kondisi otomotif terkini.

Buka showroom mobil
Semua orang yang gabung di komunitas mobil itu ya penggila otomotif. Mereka update banget sama tren terkini. Sering-seringin aja nongkrong sama mereka saat senggang (Dream Club Indonesia/Motor Mobile)

Kemudian jalin juga kerjasama dengan leasing dan asuransi. Biasanya mereka juga berkepentingan dengan showroom mobil.

4. Promosi rutin

Dulu promosi mesti keluar duit lewat pasang iklan. Sekarang bisa ditekan biayanya karena bisa pasang iklan gratis secara online.

Tinggal pikirkan bagaimana membuat iklan yang kreatif, rasional, dan menarik minat orang. Yang tak kalah penting, jujur dengan kondisi mobil.

Lalu manfaatkan pula sosial media. Ingat ya, orang Indonesia itu paling gemar sosmed-an. Rutinlah meng-upload info-info seputar mobil bekas yang sedang dijual.

5. Pahami tren pasar

Ini terkait seputar permintaan dan penawaran. So, kenali tren pasar lagi condong dengan model mobil apa. Seperti lagi naik daun mobil LCGC, hatchback, atau seven seater.

Buka showroom mobil
Jualah mobil yang lagi naik daun biar cepat balik modal. Mau jual mobil yang segmented juga boleh asal tahu pasarnya (showroom/Mobilkamu)

Sebagai langkah awal, lebih baik main aman dengan mobil-mobil bekas yang diincar di pasar mobil bekas. Meski marginnya tipis, setidaknya mobil jenis itu tak bakal lama-lama parkir di showroom.

6. Sabar balik modal

Namanya saja lagi merintis, wajib sabar dong. Sabar, telaten, dan kerja keras tetap jadi kunci agar bisnis lancar jaya. Tapi tetap berikan target kapan balik modal bisa tercapai. Tujuannya agar terlihat bisnis yang digeluti memang ada progress.

Secara teori, modal bisa balik bila sanggup menjual sekian mobil dalam jangka waktu tertentu. Nah, selanjutnya ketika modal sudah balik, tinggal pikirkan apa mau berencana bikin cabang atau memperbesar showroom yang sudah ada.

Sudah kebayang kan apa saja yang perlu disiapkan sebelum mulai berbisnis showroom mobil bekas? Ketika sudah punya gambaran, berikutnya action. Segeralah mulai dan jangan terlalu lama menunda.

 

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kenali Alasan Kenapa Kamu Takut Mulai Berbisnis]

[Baca: Lima Bisnis yang Jadi Favorit Anak Muda di Indonesia]

[Baca: Punya Duit Rp 100 Juta Enaknya Beli Mobil atau Rumah?]

 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →