Daftar Investasi Online Terbaik yang Cocok untuk Pemula

investasi online

Berinvestasi ternyata masih belum menjadi kebiasaan bagi banyak generasi milenial yang sebenarnya sudah melek informasi. Padahal, perkembangan teknologi informasi saat ini telah memberikan begitu banyak pilihan investasi online

Di zaman serbadigital seperti saat ini, investasi online menjadi cara investasi mudah, terjangkau, yang cocok buat pemula, termasuk milenial. 

Meski begitu, sebuah survei yang dilakukan oleh Bank OCBC NISP menunjukkan, hanya 2% saja generasi millenial yang tertarik dengan investasi.

Kalau kamu belum termasuk dalam 2% milenial yang sudah tertarik dengan investasi, simak baik-baik artikel ini, ya! 

Kita akan belajar apa itu investasi, mengapa investasi penting, dan apa saja pilihan investasi yang bisa dilakukan secara online

Pengertian Investasi

Investasi adalah aktivitas menempatkan dana atau aset pada instrumen investasi tertentu dengan harapan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang. 

Jadi, tujuan investasi adalah memperoleh keuntungan dari laba atau peningkatan nilai investasi di masa depan. 

Orang yang berinvestasi disebut dengan investor. Sementara pilihan barang atau tempat di mana dananya akan diinvestasikan disebut instrumen investasi. 

Dalam pengertian sederhana, investasi juga mencakup semua barang yang kamu beli dan simpan dalam jangka waktu tertentu untuk memperoleh keuntungan di masa depan. Misalnya, kamu membeli jam tangan mewah yang bila disimpan dalam jangka waktu 10-20 tahun lagi, nilainya akan meningkat. 

Nah, itu pun sudah bisa disebut sebagai investasi. Meski banyak instrumen lain yang lebih menarik dari sekadar investasi jam tangan mewah. 

Kemajuan financial technology (fintech) saat ini memungkinkan siapapun untuk berinvestasi secara online. Investasi online adalah cara berinvestasi yang hampir keseluruhan prosesnya dari pendaftaran, pembelian, sampai penyimpanan instrumen investasi dilakukan secara online

Investasi online banyak diminati karena bisa dilakukan dengan mudah, kapanpun dan dimanapun selama ada akses internet. Nggak perlu datang ke kantor bank atau perusahaan manajer investasi. 

Lantas, kenapa kita harus investasi? Berinvestasi membantumu meraih financial freedom di masa yang akan datang, mewujudkan rencana keuangan, dan meningkatkan nilai kekayaan. 

Tujuan paling sederhana dari investasi adalah menjaga nilai aset lebih tinggi dari inflasi. Uang Rp1 juta yang kamu simpan di tabungan mungkin nilainya nggak terlalu besar lagi di masa depan. Karena itulah kita perlu berinvestasi. 

Investasi online ada untung dan ruginya

Berinvestasi secara online menjadi tren baru saat ini. Terlepas dari faktor kemudahan dan kepraktisannya, ada untung dan rugi dalam investasi online. Apa saja?

Keuntungan

  • Mudah dan praktis karena setiap transaksi bisa dilakukan lewat gadget
  • Perkembangan portofolio investasi bisa dicek secara berkala
  • Bisa dimulai dengan modal yang kecil, Rp100 ribu pun bisa. 
  • Informasi terkait produk investasi lebih jelas dan transparan 

Kerugian

  • Ada potensi pembobolan akun yang bisa merugikan investor. 
  • Banyak situs investasi abal-abal atau nggak ada izin dari lembaga pemerintah. 
  • Kemungkinan penyalahgunaan data oleh pihak-pihak tertentu 

Jenis-jenis investasi online

Hampir semua produk investasi yang dikenal sejak lama sudah dapat ditransaksikan secara online. Dari emas  hingga saham, semua bisa dilakukan dalam genggaman. 

Beberapa produk investasi baru pun muncul seiring dengan perkembangan fintech seperti P2P lending dan crowdfunding. Berikut jenis-jenis investasi online yang dapat kamu pilih untuk berinvestasi. 

Nabung emas online

Emas adalah produk investasi yang sudah dikenal oleh masyarakat sejak lama. Mungkin bapak atau ibu kamu juga menyimpan emas, baik berupa perhiasan maupun simpanan di Pegadaian. 

Harga emas cenderung naik setiap tahun sehingga cocok dijadikan pilihan investasi. Emas merupakan instrumen investasi yang likuid dengan rata-rata pertumbuhan 10% per tahun. 

Harga emas meningkat pesat ketika terjadi krisis atau kelesuan ekonomi yang menyebabkan inflasi.Menurut data World Gold Council yang dikutip dari Bisnis.com, harga emas bisa tumbuh 15% bila terjadi inflasi di atas 3%. 

Gak heran kalau ada juga investor yang kurang suka dengan investasi emas karena seperti mengharapkan krisis untuk dapat untung tinggi. Tetapi, itu tergantung niat dan pilihan kamu, ya! 

Sekarang, investasi emas juga bisa dilakukan secara online melalui perusahaan fintech seperti Pluang dan BrankasLM atau marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak.  

Layanan ini memungkinkan investor untuk  “menabung emas” dengan membeli emas sedikit demi sedikit. Kita bisa memantau potensi keuntungannya setiap saat melalui aplikasi. 

Reksa dana online

Kamu pengen investasi di pasar modal tapi nggak mau ribet dengan analisa teknikal dan fundamental? Invest saja ke reksa dana. 

Yup, benar sekali. Cara kerja reksadana adalah mempercayakan uang yang kita miliki pada pihak yang berkompeten untuk diinvestasikan pada instrumen investasi. 

Pihak yang berkompeten itu biasa disebut sebagai manajer investasi. Dana dari masyarakat yang dikumpulkan manajer investasi kemudian diinvestasikan ke saham, obligasi, dan lain-lain. 

Keuntungan dari investasi itu akan dibagikan kepada nasabah reksa dana sesuai dengan unit investasi yang mereka punya. 

Reksa dana sudah dapat dijual belikan secara online melalui layanan seperti Bareksa dan Bibit. Belakangan, banyak pula sekuritas perbankan yang menjual reksa dana secara online

Secara umum reksa dana terbagi menjadi empat jenis yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham dan reksa dana campuran. Keempat jenis reksa dana tersebut memiliki tingkat keuntungan dan risiko yang berbeda. 

Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang paling tinggi imbal hasilnya namun paling tinggi pula resikonya dibanding reksa dana lain. 

P2P lending

P2P lending adalah platform digital yang mempertemukan antara orang yang memberikan pinjaman kepada individu atau bisnis yang mengajukan pinjaman. Jenis layanan ini menjadi pilihan investasi yang menarik karena menjanjikan return jangka pendek cukup besar.  

Menurut peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rata-rata imbal hasil P2P lending adalah 10 hingga 15 persen. Ini lebih besar dari rata-rata imbal hasil deposito yang sebesar 5 – 6 persen. 

Di Indonesia, layanan P2P udah sangat banyak. Beberapa pemain bisnis ini yang cukup besar adalah KoinWorks, Amartha, Investree, Modalku dan lain-lain. Hingga Juni 2020, total perusahaan P2P lending terdaftar di OJK mencapai 33 perusahaan. 

Di Amerika, P2P lending sudah berkembang sejak tahun 2006 dengan munculnya Prosper dan Lending Club. Kedua perusahaan yang bermarkas di California itu secara kolektif telah memberikan 180.000 pinjaman senilai US$2 miliar pada 2012. 

Investasi P2P lending sangat bergantung pada kemampuan debitur mengembalikan uang pinjaman kepada perusahaan. Jadi, kamu perlu mencari perusahaan P2P Lending yang secara NPL atau rasio pengembaliannya cukup baik. 

Investasi saham

Saat ini investasi saham tidaklah sesulit yang dibayangkan orang. Dari proses pendaftaran, jual beli, sampai withdraw sudah dilakukan secara online

Informasi seputar saham gampang dicari karena sudah ada banyak banget video edukasi saham di Youtube. Tools seperti RTI Business yang membantu konsumen memilih saham pun bisa didapatkan secara gratis. 

Berinvestasi saham dapat dilakukan dengan memilih perusahaan sekuritas yang akan jadi tempat kamu membeli dan menjual saham. Tak perlu modal besar, investasi saham jadi semakin terjangkau karena perusahaan sekuritas menetapkan minimal deposito mulai dari Rp1 juta saja. 

Beberapa perusahaan sekuritas yang terkenal di Indonesia adalah Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Mirae Assets, Indo Premier dan masih banyak lagi. Kamu tinggal pilih sekuritas mana yang menawarkan fitur dan biaya transaksi (fee jual dan beli) yang menarik. 

Gak hanya saham-saham di Bursa Efek Indonesia saja yang bisa kamu beli. Perkembangan fintech membuat kamu bisa memiliki saham-saham perusahaan di luar negeri seperti Facebook dan Google. Artinya, kamu ikut memiliki perusahaan-perusahaan itu. Keren kan?

Situs yang terkenal untuk membeli saham-saham di perusahaan luar negeri adalah eToro. Dengan sistem fractional stock, kamu bisa membeli saham Google hanya dengan USD 50 saja atau sekitar Rp700 ribu. 

Deposito

Deposito adalah tabungan berjangka yang hanya bisa ditarik pada jangka waktu yang telah ditentukan. Produk investasi ini dikeluarkan oleh perbankan yang return-nya lebih tinggi dari bunga tabungan biasa. 

Suku bunga deposito berkisar 5 – 6 persen per tahun dan termasuk ke dalam jenis investasi yang cukup aman atau likuid. Tetapi dibanding investasi lain, deposito menawarkan imbal hasil yang paling kecil. 

Kalau kamu baru banget belajar investasi, deposito boleh jadi pilihan tepat untuk mulai berinvestasi. Sama dengan jenis investasi yang disebutkan sebelumnya, deposito pun bisa dibeli secara online

Equity crowdfunding

Equity crowdfunding adalah penggalangan dana untuk proyek usaha tertentu yang melibatkan masyarakat sebagai investor. 

Berbeda dengan saham di BEI yang daftar perusahaannya sudah memiliki kapitalisasi besar, Equity Crowdfunding menyasar sektor UKM yang masih berkembang. 

Dengan ikut patungan usaha di platform ini, artinya kamu sudah menjadi bagian dari pemilik usaha tersebut. Hal ini yang menjadikan equity crowdfunding agak berbeda dengan P2P lending yang sifatnya utang. 

Besar kecilnya return yang dapat dihasilkan bergantung pada kesuksesan bisnis tersebut meraih laba. 

Di Indonesia, sampai Desember 2019 setidaknya sudah ada 3 platform equity crowdfunding yang telah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan. Ketiganya adalah Santara, Bizhare dan CrowdDana. 

Surat Berharga Negara (SBN)

Berinvestasi di instrumen ini sama dengan membantu negara menjalankan perekonomian. Mengapa? Karena SBN adalah surat pengakuan utang yang dikeluarkan negara untuk membiayai kebutuhan anggaran pemerintah. 

Terdapat empat jenis surat utang negara yakni Saving Bonds Ritel (SBR), Sukuk Tabungan (ST), Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Sukuk Ritel. Perbedaannya terletak pada imbal hasil dan lamanya waktu pencairan.  

Keuntungan berinvestasi di Surat Berharga Negara adalah pembayaran imbal hasil yang dijamin oleh undang-undang. Nilai imbal hasil yang didapatkan juga lumayan yakni sekitar 6% per tahun

Imbal hasil surat utang negara akan dikirimkan ke rekening investor setiap bulannya selama jangka waktu yang telah ditentukan. Asyik kan tiap bulan dapat kiriman uang?

Sejak tahun 2017 lalu, SBN sudah mulai dijual secara online melalui sejumlah mitra yang ditunjuk Bank Indonesia. Di antara mitra itu adalah perusahaan startup finansial non bank yakni Bareksa, TanamDuit dan Investree. 

Trading Forex

Trading forex adalah aktivitas jual beli mata uang asing dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari selisih harga. Mencari keuntungan dari forex lebih banyak dilakukan secara trading singkat ketimbang investasi karena volatilitasnya sangat tinggi. 

Aktivitas ini memang cukup menggiurkan karena bisa untung dalam waktu singkat namun juga bisa menderita kerugian dalam waktu singkat pula. Pemain trading perlu mengamati pola pergerakan harga mata uang dan isu ekonomi yang sedang terjadi. 

Trading Forex tidak disarankan bagi kamu yang belum cukup belajar mengenai hal ini karena sangat berisiko. 

Tabungan berjangka

Sekilas, tabungan berjangka agak mirip dengan deposito. Perbedaan utamanya jelas pada sifat kedua instrumen ini. 

Tabungan berjangka adalah simpanan nasabah yang rutin disetorkan setiap bulan selama jangka waktu tertentu. Dari definisinya, jelas tabungan berjangka ada produk simpanan sementara deposito adalah produk investasi. 

Setoran awal tabungan berjangka biasanya lebih murah ketimbang deposito sementara imal hasilnya lebih kecil. Aset deposito yang kita miliki bisa dijadikan penjaminan utang sementara tabungan berjangka tidak. 

Robo advisor (Bibit & Ajaib)

Robo advisor adalah perangkat lunak yang membantu investor berinvestasi. Seperti namanya, “Robo”, perangkat lunak ini memang adalah robot yang diprogram untuk mempelajari profil risiko investor sampai bisa memberikan rekomendasi investasi. 

Peran robo advisor sudah hampir meninggalkan peran financial planner atau manajer investasi. Algoritma lah yang kini mengambil alih tugas tersebut. 

Keakuratan rekomendasi robo advisor sangat tergantung pada banyaknya informasi yang ia terima. Karena itu, robot ini akan meminta kamu mengisi survei yang berkaitan dengan profil risiko. 

Di Indonesia, perusahaan yang udah mengembangkan robo advisor ini adalah Bibit dan Ajaib. Keduanya mengembangkan perangkat robo advisor yang membantu pengguna membangun portofolio reksa dana. 

Tips sukses investasi online

Berinvestasi baik online maupun offline memerlukan pengetahuan yang cukup agar bisa sukses dan terhindar dari risiko kerugian. Berikut tips sederhana yang bisa kamu lakukan saat berinvestasi secara online

– Tentukan tujuan berinvestasi

Menentukan tujuan berinvestasi sangat penting karena terkait dengan jenis investasi mana yang sebaiknya kamu pilih. Bila tujuan investasi kamu adalah menyiapkan dana pensiun 10 atau 20 tahun lagi, kamu  bisa memilih saham blue chip untuk dikoleksi. Namun bila untuk menikah, produk-produk reksa dana mungkin bisa jadi pilihan. 

– Miliki kemampuan manajemen keuangan

Sebelum berinvestasi, pastikan kamu sudah memiliki sistem manajemen keuangan pribadi yang baik. Inti dari investasi pada akhirnya adalah soal manajemen aset yang kita miliki. Bila mengatur keuangan pribadi saja masih berantakan, bagaimana dengan mengatur portofolio investasi?

– Punya dana darurat dulu

Salah satu hal penting dari manajemen keuangan pribadi adalah memiliki dana darurat. Usahakan agar menggunakan “uang dingin” untuk berinvestasi. Maksudnya, dana mengendap yang tidak kamu gunakan dalam jangka waktu cukup lama. Milikilah dana darurat sebanyak 1 – 2 kali gaji baru kamu mulai alokasikan sebagian pendapatan untuk investasi. 

– Pelajari instrumen investasi dengan baik

Jangan gegabah dalam berinvestasi. Pelajari baik-baik semuanya sebelum memutuskan untuk menempatkan dana pada instrumen tertentu. Bila kamu masih pemula, pilihlah produk investasi yang sudah cukup terkenal. Hindari memilih instrumen investasi yang kamu belum paham bagaimana sistem dan mekanismenya. 

– Sesuaikan portofolio investasi sesuai dengan profil risiko

Investasi memang baik tetapi harus tetap disesuaikan dengan kemampuan finansial yang kita miliki. Jangan pernah berutang untuk membeli produk investasi karena itu hanya akan membuat masalah di kemudian hari. 

– Selalu cek legalitas platform investasi

Periksalah apakah platform yang akan kamu gunakan untuk berinvestasi sudah memiliki izin atau belum. Izin layanan finansial teknologi biasanya didapatkan dari Otoritas Jasa Keuangan atau Bappebti untuk produk investasi komoditi berjangka seperti emas dan forex.  

Itulah jenis-jenis investasi online yang bisa kamu coba sendiri. Setiap produk investasi pasti ada untung dan ruginya. Berinvestasilah dengan bijak dan teliti. (Editor: Chaerunnisa)