Melakukan Tarik Tunai Kartu Kredit Itu Ide Bagus, Asal Kamu Ingat 3 Poin Ini!

tarik tunai kartu kredit

Iya, iya. Udah pada hafal dengan artikel umum yang bilang “Tarik tunai itu biaya dan bunganya gede banget, jangan dilakukan!” Atau “Kartu kredit itu buat bayar transaksi. Kalau mau tarik tunai pake kartu debit!” Tapi ada alasannya fitur tersebut disediakan oleh bank kartu kredit.

 

Memang, tarik tunai kartu kredit adalah hal yang dianggap ‘berbahaya’. Orang yang sering melakukan tarik tunai kartu kredit dapat mengindikasikan bahwa ada masalah yang lebih gawat bersembunyi.

 

Lagipula, kalau kamu sering melakukan tarik tunai karena tidak punya uang, sudah jelas ada sesuatu yang sangat salah. Kalau kamu ga punya cukup uang untuk kehidupan sehari-hari, apa kabar bayar tagihan kartu kredit nanti?

 

Sebagai panduan dasar, ada dua jenis tambahan biaya yang harus kamu tanggung saat melakukan tarik tunai kartu kredit: biaya penarikan dan bunga.

 

[Baca: Banyak Yang Bilang Tarik Tunai Kartu Kredit Banyak Biaya Siluman. Loh Emang Sudah Paham Seluk-Beluknya?]

 

Biaya penarikan adalah biaya yang kamu bayar sekali pada saat melakukan penarikan. Sedangkan bunga ini yang merupakan masalah yang akan menyebar seperti kanker bila dibiarkan.

 

Bunga dari tarik tunai kartu kredit memiliki peraturan yang sama dengan bunga yang dihasilkan dari segala transaksi kartu kredit. Intinya, kalau dibiarkan tidak terbayar akan terus beranak-pinak selamanya. Jadi, harus gimana?

 

Ada cara dimana kamu bahkan tidak perlu membayar bunga tersebut. Dengan kamu langsung membayar lunas tagihan tarik tunai kartu kreditmu, maka kamu pun terbebas dari akumulasi bunga yang bertambah tiap bulan.

 

[Baca:Kebiasaan Bayar Minimum Tagihan Kartu Kredit Bisa Bikin Celaka]

 

Tapi mengesampingkan hal-hal yang sudah menjadi peraturan yang jelas  tersebut, ada situasi dan waktu kamu bisa melakukan tarik tunai kartu kredit dengan penuh percaya diri. Apa saja situasi yang dimaksud?

 

1. Keadaan Gawat Darurat

Emergency-dentist

Dilarang masuk ruang rumah sakit tanpa menyelesaikan administrasi.

Yang ini rasanya no-brainer banget lah ya. Keadaan gawat darurat yang dimaksud disini pun bukan keadaan gawat darurat biaya.

 

Mungkin bila kamu atau anggota keluargamu ada yang mengalami kecelakaan yang harus masuk rumah sakit pun kamu masih bisa menghindarkan diri dari tarik tunai kartu kredit. Apalagi semua rumah sakit sekarang sudah bisa melakukan pembayaran melalui gesek kartu kredit ataupun debit.

 

Tapi bagaimana kalau kecelakaan tersebut terjadi di daerah yang agak ‘terpencil’ dan perawatan dilakukan di klinik kecil yang belum dilengkapi dengan mesin EDC. Apalagi kalau kamu ga sedang pegang uang tunai.

 

Lebih parahnya lagi kamu ga punya asuransi, jadi mau ga mau harus bayar. Ga mungkin gesek kartu kredit tanpa mesin EDC dan ga mungkin bayar kalau ga punya uang, kan? [Baca: Melihat Pentingnya Asuransi Bagi Masa Depan Keuangan Anda]

 

Kamu lari ke ATM terdekat, dan ternyata bahkan kartu debitmu pun sedang kosong. Baru deh disitu kamu tarik tunai kartu kreditmu untuk membayar tagihan.

 

2. Kebutuhan Berbisnis

business-increase-profits

Berutang sedikit untuk mendapat keuntungan banyak.

 

 

Ada satu lagi pengecualian dimana kamu bisa melakukan tarik tunai. Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu ga punya uang tunai, tapi kamu punya kesempatan untuk membeli sesuatu yang bisa kamu jual lagi untuk mendapatkan untung?

 

Agus memiliki sebuah toko handphone. Di akhir bulan yang kurang menguntungkan untuk tokonya ini, Agus kejatuhan pesanan. Ada seorang bapak yang ingin membelikan hadiah handphone untuk istrinya.

 

Handphone tersebut harus Agus beli seharga Rp 1 jt. Dengan penjualan tersebut Agus meraup untung Rp 300 ribu. Tapi Agus tidak memiliki handphone yang diinginkan bapak tersebut, dan tidak memiliki uang tunai untuk beli ke pemasok. Lalu gimana?

 

Tentunya Agus bisa berpaling ke kartu kredit miliknya. Dia bisa menarik uang 1 juta melalui kartu kreditnya. Tentu saja Agus harus menanggung biaya penarikan sebesar minimal Rp 50 ribu. Dan bila Agus langsung bayar tagihan tersebut sampai lunas tanpa menunggak ke bulan-bulan berikutnya, Agus tidak perlu membayar bunga.

 

Yang berarti total keuntungan bersih yang diterima Agus adalah Rp 250 ribu. Kalau sudah begitu, tarik tunai kartu kredit terlihat seperti pilihan yang bagus, kan?

 

Harga handphone dari supplier: Rp 1 juta

Harga handphone saat dijual Agus: Rp 1,3 juta

Untung: Rp 300 ribu

 

Tarik tunai kartu kredit: Rp 1 juta

Biaya tarik tunai kartu kredit: Rp 50 ribu

 

Agus membayar tagihan kartu kredit secara penuh, dia pun ga dikenakan bunga. Totalnya jadi Rp 1.050.000. Tapi ingat, Agus masih meraih untung:

 

Rp 300 ribu (Untung Agus dari penjualan) – Rp 50 ribu (biaya tarik tunai) = Rp 250 ribu

 

70251013-kredit macet

Hitung keuanganmu dengan baik untuk mencegah biaya siluman.

Kalau memang sangat merugikan, tentunya bank tidak akan menyediakan fitur tersebut. Tidak seperti apa yang dipercaya orang awam, bank itu tidak jahat dan tidak bodoh. Bank mengalami kerugian setiap ada kredit macet karena utang yang ga mampu kamu bayar.

 

Sama seperti semua fitur dan kartu kredit itu sendiri, tarik tunai hanya satu dari sekian media atau alat yang bisa kamu gunakan. Gunakan dengan benar, maka kamu punya pintu darurat yang bisa kamu akses saat kamu ga punya pilihan lain.

 

Kalau gunakan dengan teledor… Rasanya ga perlu diterusin ya?

 

 

 

Image credit:

  • http://thedentalcentrelondon.com/wp-content/uploads/2012/12/Emergency-dentist.jpg
  • http://usf.vc/wp-content/uploads/2013/03/business-increase-profits.jpg
  • http://sinarharapan.co/foto_berita/70251013-kredit%20macet.jpg
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →