Ongkos Produksinya Rp 500 Ribuan, Ini Fakta Granat Asap yang Penting Kamu Ketahui

granat asap

granat asap

Pada 3 Desember 2019 sekitar pukul 7 pagi warga Ibu Kota dihebohkan dengan peristiwa ledakan granat asap yang melukai anggota TNI yang tengah berolahraga di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

“Hasil temuan tim di lapangan ini adalah granat asap yang meledak,” terang Irjen Gatot Eddy Pramono yang menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya kepada media di Jakarta, mengutip dari Kompas.

Pihak kepolisian masih dalam proses penyelidikan untuk mengetahui lebih lanjut peristiwa tersebut.

Untuk instansi militer seperti TNI, benda kecil sebesar genggaman tangan itu bukanlah hal yang asing karena umum digunakan untuk kebutuhan operasional. Namun untuk kamu yang belum familiar gak usah khawatir karena kita akan sedikit membahasnya di artikel ini.

Nah daripada berpanjang lebar mending kita simak yuk fakta tentang granat asap berikut.

Baca juga: 7 Helikopter Militer Termahal Dunia yang Pernah Dibuat, Ada yang Rp 1,3 T!

1. Granat asap terbuat dari bahan kimia aktif

granat asap
Ilustrasi bahan kimia. (Shutterstock)

Untuk bisa mengeluarkan suara yang keras dan asap yang tebal, alat ini membutuhkan bahan kimia yang sering ditemukan untuk membuat bahan peledak seperti Hexachloroethane Zinc atau Potassium Chlorate.

Selain itu, ada juga bahan tambahan lainnya seperti Lactose, Dye dan Granular Alumunium untuk menghasilkan kualitas yang lebih baik.

Bahan-bahan yang digunakan berbeda satu dengan yang lain tergantung warna asap yang dibuat oleh pihak produsen.

Baca juga: Tandingan Kopassus, Berapa Gaji Anggota 6 Pasukan Khusus Paling Mematikan di Dunia?

2. Granat asap digunakan untuk apa?

granat asap
Granat asap berwarna. (Shutterstock)

Seperti yang udah dijelaskan sebelumnya, alat yang satu ini digunakan untuk menunjang operasional tentara. Salah satunya ketika berada di medan perang yakni untuk mengaburkan penglihatan musuh.

Selain itu, smoke grenade juga sering digunakan sebagai tanda bahaya atau tempat mendarat helikopter guna mengevakuasi para tentara yang berada di darat.

Sementara itu, untuk misi invasi, biasanya alat ini digunakan untuk menentukan koordinat di mana bantuan udara harus menyerang pasukan musuh di darat.

Baca juga: Karena Anggaran Militernya Kecil Indonesia Disebut-Sebut Lemah, Benarkah?

3. Ongkos produksi satu granat asap sekitar US$ 40

granat asap
Ilustrasi uang Dollar. (Shutterstock)

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, satu buah granat dengan berat sekitar 200 hingga 350 gram membutuhkan biaya sekitar US$ 40 atau sekitar Rp 500 ribuan untuk merakitnya.

Nominal segitu dibutuhkan untuk membeli bahan dasar kimia serta rumahnya yang terbuat dari besi serta pelatuk bom. Jika kamu sering memainkan game first person shooter di konsol atau semacam Players Unknown Battlegrounds pasti udah sering lihat bentuknya seperti apa.

4. Sering digunakan oleh militer semenjak Perang Dunia II

granat asap
Penggunaan granat asap di sebuah pertunjukan rekonstruksi Perang Dunia ke-2. (Shutterstock)

Kepopuleran granat asap di kalangan militer udah dimulai semenjak Perang Dunia II. Kala itu banyak tentara sekutu maupun Jerman memanfaatkan senjata ini buat melemahkan konsentrasi musuh, khususnya di darat.

Jenis granat yang sampai sekarang masih digunakan oleh tentara Amerika Serikat adalah M 18. Keunggulannya yakni bisa mengeluarkan asap dalam jangka waktu yang lumayan lama dan warnanya yang terbilang cerah untuk memudahkan visualisasi mata.

Nah itulah sedikit fakta tentang granat asap yang umum digunakan oleh pihak militer. Semoga kejadian seperti di Monas gak kejadian lagi ya ke depannya. (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis