Pengertian Melek Finansial dan Cara Mewujudkannya agar Hidup Gak Selalu Kekurangan

Gak ada salahnya melek finansial sejak dini, begini cara mewujudkannya

Lebih menyukai tabungan dengan biaya administrasi yang kecil agar menghemat pengeluaran? Atau bertransaksi dengan kartu kredit yang bunga cicilannya 0 persen? Itu menjadi pertanda kalau kamu telah melek finansial.

Menariknya nih Pemerintah Indonesia punya target supaya banyak orang Indonesia yang melek finansial lho. Itulah sebabnya Pemerintah menyusun Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang mencakup inklusi keuangan dan literasi keuangan.

Pada 2024 nanti, inklusi keuangan bakal ditargetkan sebesar 90 persen. Bercermin pada tahun 2019 yang lalu, laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut pencapaian inklusi keuangan sebesar 76,19 persen. Sementara indeks literasi keuangan sekitar 38,03 persen.

Sebenarnya, apa itu melek finansial? Cari tahu yuk jawabannya dalam ulasan berikut ini.

Apa itu melek finansial? Ini pengertiannya

Begini cara mewujudkan agar kamu melek secara finansial
Begini cara mewujudkan agar kamu melek secara finansial, (Shutterstock).

Melek finansial sebenarnya sama dengan literasi keuangan. OJK mendefinisikan literasi keuangan dalam Peraturan OJK Nomor 76 /POJK.07/2016.

Nah, melek finansial atau literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku buat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan.

Melek finansial atau literasi keuangan ini bertujuan supaya:

  • meningkatnya kualitas pengambilan keputusan keuangan individu.
  • perubahan sikap dan perilaku individu dalam pengelolaan keuangan menjadi lebih baik.

Ini cara-cara mewujudkan melek finansial

Begini caranya agar kamu bisa merdeka finansial dengan melek secara finansial
Begini caranya agar kamu bisa merdeka finansial dengan melek secara finansial, (Shutterstock).

Jumlah orang Indonesia yang belum melek finansial masih terbilang banyak. Mereka belum memahami keuangan yang terencana itu seperti apa. 

Belum fokus mengalokasikan pendapatannya buat investasi, bahkan dana darurat pun belum dimiliki. Namun, gak perlu khawatir kalau kamu termasuk salah satu yang belum melek secara finansial.

Kamu bisa memulai dengan memberi dirimu edukasi finansial. Selain itu, ada cara-cara lain supaya kamu melek berfinansial. Apa aja?

1. Biasakan diri membuat bujet agar keuangan terencana

Alokasikan pendapatan yang kamu terima setiap bulannya dengan membuat bujet keuangan. Keberadaan bujet dapat membantumu mengetahui berapa banyak uang yang keluar dan ke mana aja pengeluaran tersebut dialokasikan.

Mulailah mengalokasikan pendapatan yang kamu terima ke pos-pos pengeluaran berdasarkan rumus 50/30/20. 

Alokasi 50 persen dari penghasilan buat kebutuhan sehari-hari (pokok), 30 persen buat diri sendiri atau hiburan (termasuk cicilan), serta 20 persen buat dana darurat, asuransi, dan investasi.

Pastikan juga setiap pengeluaran dicatat dalam sebuah daftar. Dengan begitu, kamu bisa tahu batas pengeluaranmu.

2. Siapkan dana darurat dan pastikan ini menjadi prioritas

Cukup banyak orang yang menyepelekan dana darurat. Mereka pun lebih memilih menggunakan penghasilan buat hal-hal yang bersifat konsumtif ketimbang menabung uang agar menjadi dana darurat.

Dana darurat itu berfungsi dalam menanggulangi pengeluaran gak terduga yang perlu dana dalam jumlah besar. Tanpa adanya dana ini, kita mau gak mau bisa berutang lho supaya bisa mengatasi pengeluaran tersebut. Pastinya kamu gak mau kan kalau sampai berutang?

Lalu, gimana cara mempersiapkan dana darurat? Gampang kok caranya. Alokasikan 10 – 20 persen penghasilan tiap bulannya buat ditabung sebagai dana darurat.

3. Tetapkan tujuan keuangan, baik jangka pendek hingga jangka panjang

Keuangan kamu makin terencana karena menetapkan tujuan keuangan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan keuangan ini bisa terwujud dengan membuat perencanaan keuangan.

Tujuan keuangan jangka pendek dicapai dalam waktu beberapa bulan atau tahun. Sementara tujuan jangka panjang direalisasikan dalam waktu 10 tahun atau lebih.

Contohnya aja kamu bisa menjadikan kepemilikan dana darurat dan asuransi jiwa sebagai tujuan keuangan jangka pendek. Kalau tujuan jangka panjangnya, kamu bisa menjadikan uang muka atau DP KPR menjadi target dalam waktu 10 tahun ke depan.

4. Perbarui informasi soal finansial dengan membaca artikel yang berasal dari web atau blog

Jangan pernah berhenti buat terus belajar, termasuk mempelajari hal-hal seputar finansial. Semakin lengkap pengetahuanmu tentang finansial, kamu semakin melek finansial.

Rata-rata orang yang buta finansial karena mereka enggan belajar ataupun membaca informasi-informasi terkait keuangan. Seandainya aja mereka mau dan gak pernah berhenti buat memperbarui informasi soal finansial, gak ada cerita kalau mereka buta finansial.

Satu hal yang paling penting adalah sikap disiplin dan komitmen dalam melakukan cara-cara di atas sangat memengaruhi apakah kamu bisa melek finansial atau gak. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat! (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis