Memasuki Usia Pensiun Bukan Halangan Buat Bisa Produktif Lagi, Begini Caranya

Memasuki Usia Pensiun

“Tua itu pasti, tapi hepi itu pilihan.’ Bukan niat usil ingin sok bijak mengingatkan itu, tapi sekadar menegaskan memasuki usia pensiun adalah keniscayaan. Pensiun bukan suatu yang luar biasa melainkan lumrah dialami siapapun.

Bagi sebagian orang, masa pensiun adalah momen happy hours. Momen di mana menuntaskan impian yang tertunda karena kesibukan luar biasa saat bekerja.

Daripada membiarkan diri terjangkit post power syndrome. Itu lho istilah yang menggambarkan ketidaksiapan mental menghadapi masa pensiun karena tak pegang kekuasaan (bekerja).

Sindrom ini tak cuma menjangkiti mereka yang memiliki jabatan tinggi, tapi orang biasa-biasa saja juga berpotensi kena. Rata-rata karena tak siap menjadi ‘siapa-siapa’ lagi. Plus ditambah pusing memikirkan masa depan karena tak lagi punya penghasilan.

Padahal usia bukan halangan tetap produktif. Selain tetap produktif, masa pensiun pun bisa dinikmati dengan bahagia sekaligus jadi ajang refreshing atau sebutan sebelumnya happy hours.

memasuki usia pensiun
Menekuni hobi di usia senja juga bagus banget buat mental dan fisik (Lansia Berkarya / Detik)

Alhasil, pilihan paling rasional adalah membuat diri tetap produktif di masa pensiun. Maksud produktif ini sangat luas ya. Bisa produktif menikmati masa pensiun atau produktif secara finansial.

Sudah banyak contoh orang-orang terkenal yang justru lebih produktif saat memasuki usia pensiun. Kenal penyanyi gaek Titiek Puspa? Dia justru mulai produktif berbisnis catering di usia lewat setengah abad.

Bayangkan, Titiek Puspa yang sebenarnya bisa hidup dari suaranya yang merdu, tetap ingin produktif di usia senja dengan mendirikan Puspa Catering. Bahkan awalnya cuma modal Rp 5 juta.

Menariknya lagi nih, mereka yang tetap produktif meski sudah pensiun berpotensi berumur panjang dan kehidupan masa tua yang lebih bahagia. Mengapa? Pastinya jarang stres dan tetap aktif sepanjang hari.

Tentunya ingin dong seperti Titiek Puspa. Tetap menghasilan lembaran rupiah di hari tua. So, bagi pensiunan, sah-sah saja bila berpikir untuk produktif lagi secara finansial. Caranya?

Nah ini menarik mengingat sektor formal tak lagi bisa dimasuki karena tak ada tempat bagi pensiunan. Solusi satu-satunya adalah bekerja di sektor nonformal.

Pilihan tetap produktif secara finansial

Seperti pepatah, Ada Banyak Jalan Menuju Roma. Artinya, ada banyak pilihan yang bisa dipertimbangkan agar tetap produktif di hari tua.

memasuki usia pensiun
Jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan dengan berolahraga (Lansia Berolahraga / deseretdigital)

Misalnya dengan berbisnis atau memaksimalkan aset yang dimiliki agar tetap memberikan penghasilan rutin. Contohnya mengkontrakkan rumah, rentalkan mobil, atau menginvestasikan sebagian pesangon di instrumen investasi seperti deposito atau sukuk.

Pilihan lainnya adalah menjadi konsultan sesuai keahlian yang dimiliki. Seperti jadi konsultan pajak, keuangan, perbankan, copywriter dan lain sebagainya.

Bagaimana bila berbisnis? Itu pilihan yang bagus. Hanya pastikan bisnis itu berisiko rendah, tak menuntut stamina tinggi, dan yang penting sesuai minat dan keahlian.

Yang perlu diingat, berbisnis di usia pensiun mesti mencermati pengaturan keuangan. Utamanya, jangan sampai modal bisnis itu diambil dari jatah living cost sehari-hari.

Di samping itu, upayakan modal berbisnis itu tidak berasal dari utang. Ada baiknya mengambil sebagian dari kelebihan pesangon. Atau bila perlu minta bantuan kerabat untuk menggenapi.

Apa saja pilihan konkret bisnis untuk pensiunan? Banyak kok. Sebut saja di antaranya bisnis catering, laundry, rental mobil, sewa kos-kosan, franchise, sampai toko sembako.

memasuki usia pensiun
Udah gak perlu caption lagi, gambar sudah berbicara (Lansia Main Laptop / wirabisnis)

Toh pada intinya, bisnis itu tidak semata-mata mengejar keuntungan yang besar. Buka usaha merupakan cara baru mendapatkan penghasilan ketimbang menghabiskan uang pesangon saja.

Lagi pula ini jadi ajang pembuktian masa pensiun bisa dinikmati dengan cara produktif secara finansial sekaligus menjadi ajang refresing. Terakhir, bekerja pun juga bernilai ibadah. Setuju?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Emang Mau Bekerja Seumur Hidup? Ini Cara Siapkan Pensiun]

[Baca: Jawaban Bila Ditawari Perusahaan Pensiun Dini]

[Baca: Cermati Untung Rugi Buka Usaha Franchise di Masa Pensiun]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →