Memilih Reksa Dana Terbaik? Jangan Terjerumus dalam Kesalahan-Kesalahan Ini

reksa dana terbaik

reksa dana terbaik

Reksa dana terbaik menjadi pilihan yang tepat buat investasi. Namun, menemukan reksa dana terbaik bukanlah perkara yang mudah, apalagi begitu banyak pilihan reksa dana yang ditawarkan perusahaan asset management.

Di Indonesia, jumlah perusahaan asset management berdasarkan data yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai 98 perusahaan. Dari perusahaan asset management tersebut, ratusan reksa dana telah diluncurkan dan ditawarkan ke para investor.

Buat mereka yang pemula dalam berinvestasi, banyaknya reksa dana yang ada bikin mereka bingung, ke mana dana yang dimiliki harus diinvestasikan. Tentu aja kekeliruan dalam menjatuhkan pilihan bisa memengaruhi target keuntungan yang pengin dicapai.

Kamu pun yang mau berinvestasi reksa dana pastinya gak mau salah dalam mengambil keputusan. Sayangnya, cukup banyak pemula melakukan kesalahan-kesalahan dalam memilih reksa dana.

Alih-alih cara yang digunakan adalah cara memilih reksa dana terbaik, ternyata cara tersebut malah menjauhkan mereka dari harapan buat mendapatkan profit sesuai target. Nah, dalam ulasan ini, ada sejumlah kesalahan yang sebaiknya dihindari dalam memilih reksa dana.

Namun, sebelum membahas kesalahan-kesalahan tersebut, ada baiknya menyimak secara singkat apa itu reksa dana, jenis-jenis reksa dana, hingga kelebihan dan kekurangan reksa dana. Berikut ini ulasannya.

Baca juga: Untuk Pemula, Begini Lah Cara Kerja Investasi Reksa Dana dan Simulasinya Secara Sederhana

Apa itu reksa dana? Ini pengertiannya

reksa dana terbaik
Apa itu reksa dana alias mutual fund? (Shutterstock)

Pengertian reksa dana dapat kamu lihat dalam Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995. Dalam undang-undang tersebut, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Portofolio efek yang menjadi instrumen investasi pilihan para manajer investasi meliputi surat berharga komersial, saham, obligasi, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas efek, hingga deposito. Komposisi di portofolio efek disesuaikan dengan jenis-jenis reksa dana yang ditawarkan.

Baca juga: Apa Untungnya Investasi Reksa Dana? Ini Fakta-Faktanya yang Banyak Orang Belum Tahu

Jenis-jenis reksa dana yang beredar di pasaran

reksa dana terbaik
Apa saja reksa dana yang ada di pasaran? (Shutterstock)

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, manajer investasi membuat reksa dana sesuai dengan komposisi instrumen investasinya. Tiap-tiap jenis reksa dana punya risiko yang berbeda-beda, tergantung dari instrumen investasi yang dimasukkan.

Buat lebih jelasnya, berikut ini adalah jenis-jenis reksa dana berdasarkan komposisi portofolio efeknya. Apa aja?

  1. Reksa Dana Pasar Uang adalah jenis reksa dana yang komposisinya 100 persen berupa efek jangka pendek minim risiko, mulai dari deposito, obligasi negara, dan obligasi swasta.
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah jenis reksa dana yang komposisinya 80 persen atau lebih, mencakup obligasi negara dan sisanya mencakup obligasi perusahaan dan pasar uang (deposito).
  3. Reksa Dana Saham adalah jenis reksa dana yang komposisinya mencakup minimal 80 persen saham dan sisanya mencakup obligasi ataupun pasar uang.
  4. Reksa Dana Campuran adalah jenis reksa dana yang komposisinya meliputi saham, obligasi, dan pasar uang. 
  5. Reksa Dana Indeks dan ETF adalah jenis reksa dana yang dibuat dengan acuan indeks saham, dari IDX 30, Indeks MSCI, hingga indeks LQ 45.

Selain perbedaan komposisi portofolio efek, jenis-jenis reksa dana juga punya perbedaan dari segi risikonya. Kalau pengin reksa dana yang minim risiko, kamu bisa memilih reksa dana pasar uang, tapi imbal hasil (return) yang didapat gak berbeda jauh dengan imbal hasil (return) deposito.

Sementara reksa dana pendapatan tetap memberi imbal hasil (return) yang lebih tinggi ketimbang reksa dana pasar uang. Namun, return tersebut gak selamanya stabil, tapi risiko reksa dana ini lebih kecil ketimbang reksa dana saham lho.

Sekalipun memberi return yang lebih tinggi dibandingkan reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap, return reksa dana saham dan reksa dana indeks gak selamanya stabil. Bisa aja sewaktu-waktu kamu mendapat return yang kecil karena saham-saham mengalami penurunan harga.

Baca juga: Ini Potensi Keuntungan Investasi Reksa Dana dan Produk Terbaik Berdasarkan Jenisnya

Ini kelebihan dan kekurangan reksa dana sebagai pilihan investasi

reksa dana terbaik
Apa saja pilihannya? (Shutterstock)

Tiap-tiap instrumen investasi punya kelebihan dan kekurangan, termasuk reksa dana. Berikut ini adalah daftar kelebihan dan kekurangan reksa dana yang perlu diketahui.

Kelebihan reksa dana Kekurangan reksa dana
Komposisi portofolio efek dalam reksa dana dipilih para manajer investasi yang berpengalaman dan profesional. Sekalipun rendah, ternyata pembelian ataupun penjualan unit penyertaan gak lepas dari biaya.
Reksa dana punya likuiditas yang terbilang tinggi yang berarti unit penyertaannya mudah dijual dan mudah dibeli. Return reksa dana masih kalah besar dengan return saham.
Reksa dana minim risiko dibandingkan saham sebab penempatan dananya di banyak efek. Harga unit penyertaan reksa dana bisa tinggi, tapi kalah tinggi dengan harga saham.
Investasi reksa dana di Indonesia diakui dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Informasi reksa dana transparan karena adanya prospectus dan fundfactsheet.
Biaya pembelian ataupun biaya penjualan reksa dana cukup rendah.
Reksa dana gak digolongkan sebagai objek pajak.

Satu lagi yang kamu perlu tahu dari kelebihan reksa dana, yaitu berinvestasi instrumen ini bisa dimulai dengan modal Rp 100 ribu. Itu berarti investasi reksa dana gak perlu modal besar. Modal kecil pun udah bisa menghasilkan untung.

Hindari kesalahan-kesalahan ini kalau mau dapatkan reksa dana terbaik

reksa dana terbaik
Apa saja kesalahan investasi dalam instrumen ini? (Shutterstock)

Performa reksa dana setahun yang lalu ataupun tiga tahun yang lalu dijadikan para pemula sebagai rujukan memilih reksa dana terbaik. Namun, pemilihan reksa dana berdasarkan performa ternyata bukanlah cara tepat buat menemukan reksa dana terbaik lho.

Berikut ini adalah sejumlah kesalahan yang sebaiknya dihindari kalau mau menemukan reksa dana terbaik.

1. Menjadikan kinerja masa lalu sebagai acuan memilih reksa dana terbaik

Sebagaimana yang telah disinggung di atas, pemilihan reksa dana terbaik berdasarkan kinerja masa lalu merupakan cara yang keliru. Kinerja masa lalu yang baik bukan berarti kinerja di masa depan bakal baik.

Nilai unit penyertaan beberapa reksa dana gak selamanya stabil, kecuali reksa dana pasar uang. Kenapa reksa dana pasar uang punya nilai unit penyertaan yang stabil? Sebab komposisinya ditempatkan 100 persen ke deposito ataupun obligasi negara.

Hal ini berbeda dengan reksa dana pendapatan tetap ataupun saham yang perubahan nilai unit penyertaannya cenderung fluktuatif. Itulah kenapa performa reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham bisa berbeda dari tahun ke tahun.

2. Mengikuti anjuran keluarga atau teman

Kesalahan ini juga harus dihindari kalau mau menemukan reksa dan terbaik. Mendengar anjuran buat membeli reksa dana ini atau reksa dana itu malah bikin kamu kecewa nantinya karena gak memperoleh return yang memuaskan.

Suatu kebetulan seandainya kamu mendapat reksa dana yang punya performa bagus karena anjuran orang-orang terdekat. Gak menutup kemungkinan anjuran berikutnya bikin kamu rugi.

3. Memilih reksa dana berdasarkan peringkat

Pada daftar reksa dana yang beredar, biasanya disematkan peringkat di tiap-tiap reksa dana. Keberadaan peringkat ini ditujukan sebagai pedoman orang-orang dalam memilih reksa dana.

Bahkan, memilih reksa dana menurut peringkatnya bisa menjadi cara cepat dalam menemukan reksa dana terbaik. Padahal, peringkat tersebut gak selamanya menentukan lho performa reksa dana tersebut bakal bagus ke depannya.

Alih-alih menjatuhkan pilihan berdasarkan peringkat, ada baiknya peringkat tersebut digunakan sebagai petunjuk buat menelisik lebih jauh suatu reksa dana. Dengan begitu, kamu menjadi tahu apakah reksa dana tersebut sesuai dengan profil risikomu atau gak.

4. Mudah tergiur dengan return yang tinggi

Semua orang yang berinvestasi pastinya mengharapkan untung, apalagi kalau untung yang diperoleh sangat besar. Gak sedikit investor pemula yang semata-mata melihat return tinggi sebagai acuan satu-satunya dalam memilih reksa dana terbaik.

Padahal, return tinggi gak terus-terusan bertahan dalam waktu yang lama. Di antara jenis-jenis reksa dana, return paling tinggi ditawarkan reksa dana saham ataupun campuran.

Walaupun begitu, perlu diingat kalau kedua reksa dana tersebut mengandung risiko yang terbilang tinggi. Asal tahu aja, OJK pada 2019 yang lalu melakukan suspensi terhadap reksa dana saham dan campuran yang dikeluarkan Narada Aset Manajemen dan Minna Padi Aset Manajemen.

Narada Aset Manajemen kena suspensi karena nilai unit penyertaannya yang terus turun. Sementara Minna Padi Aset Manajemen kena suspensi karena menjanjikan return tinggi yang pasti kepada investor.

Dengan kata lain, reksa dana yang kena suspensi tersebut punya risiko yang sangat tinggi. Investor yang berinvestasi dapat kehilangan dana dalam jumlah besar karena berinvestasi di reksa dana tersebut.

Sampai sini udah tahu donk apa aja kesalahan-kesalahan yang sebaiknya dihindari kalau mau mendapat reksa dana terbaik? Poinnya adalah, dalam berinvestasi, termasuk berinvestasi reksa dana, pilihlah reksa dana menurut profil risikomu.

Kalau mau aman, pilihlah reksa dana yang minim risiko walaupun return yang diberikan kecil. Kalau mau untung besar, pilih reksa dana dengan return tinggi dengan menyadari potensi risiko yang bisa aja terjadi. (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis