Cara Menabung Emas yang Legal dan Untung [Review 2020]

menabung emas

Menabung emas adalah cara berinvestasi emas dan logam mulia lain melalui fasilitas atau fitur menabung. Modal menabung emas jauh lebih terjangkau ketimbang berinvestasi emas.

Contohnya aja di Pegadaian. Kamu bisa mulai menabung emas hanya dengan 0,01 gram. Kamu bisa mencairkan atau mencetak emas tersebut setelah terkumpul hingga jumlah gram tertentu sesuai ketentuan Pegadaian.

Layanan menabung emas ini bertujuan memudahkan masyarakat dari berbagai kalangan untuk berinvestasi emas. 

Tertarik menabung emas? Simak ulasan lengkap cara menabung emas, jual-beli emas, pajak, hingga keuntungannya.

Cara menabung emas di Pegadaian

Salah satu cara menabung emas di tempat aman dan tepercaya adalah Pegadaian. Di perusahaan pelat merah ini, kamu bisa berinvestasi logam mulia dengan cara mudah dan murah. Investasinya mulai dari 0,01 gram atau sekitar Rp5.000,- aja. Terjangkau kan?

Kamu yang tertarik menabung logam mulia berkilau ini di Pegadaian bisa memenuhi syarat dan prosedur nya berikut.

Syarat membuka tabungan emas Pegadaian

Untuk membuka tabungan emas di sini terbilang cukup mudah. Nasabah hanya perlu menyiapkan beberapa syarat berikut ini:

  • Kartu identitas KTP/SIM/Paspor
  • Mengisi formulir pembukaan Rekening Tabungan Emas
  • Membayar biaya transaksi Tabungan Emas.

Itu menjadi syarat umum yang harus dipenuhi oleh kamu jika ingin membuka rekening. Untuk lebih jelasnya bisa menghubungi call center Pegadaian di nomor 1500 569.

Cara buka rekening tabungan emas Pegadaian

Setelah mempersiapkan dan memenuhi syarat, selanjutnya kamu harus mengikuti langkah berikut untuk mendaftar.

  • Unduh aplikasi Pegadaian di Playstore atau Appstore
  • Isi daftar informasi pribadi
  • Pilih kantor cabang Pegadaian yang terdekat atau kamu kehendaki
  • Bayar biaya administrasi
  • Ambil buku tabungan atau rekening di kantor cabang yang telah dipilih
  • Proses pembukaan rekening selesai.

Untuk proses aktivasi atau menunggu pengambilan buku tabungan di kantor cabang terdekat memakan waktu 1 hingga 7 hari kerja. Setelah itu baru kamu bisa melakukan investasi emas sesuai dengan keinginan di aplikasi Pegadaian. Mudah, kan?

Cara menabung emas di Antam

Tabungan Emas Antam adalah layanan menabung emas bagi masyarakat yang bernama BRANKAS. Nama tabungan emas Antam ini sebenarnya akronim dari slogan produk tabungan ini, yaitu Berencana, Aman, Kelola, dan Emas.

Fungsi produk ini bukan sekadar tempat bagi kamu untuk menabung emas. Di sini, kamu bisa membeli, menyimpan, menjual lagi, serta mencetak emas yang sudah terkumpul.

Untuk pencetakan emas minimal 1 gram. Jadi kalau kamu menabung mulai 0,01 gram, jadi kamu harus tunggu tabunganmu hingga minimal terkumpul 1 gram, baru bisa cetak emas batangannya.

Kamu yang pengin terjun ke tabungan ini bisa cari tahu serba-serbi tabungan emas. Gak cuma Antam, tapi ada banyak tabungan emas yang perlu kamu tahu sebelum memilih mana yang paling menguntungkan bakal penghasilan tambahan atau alternatif saat ini.

Cara daftar dan keanggotaan Tabungan Emas Antam

Namanya tabungan, ada sistem keanggotaan atau gampangnya jadi nasabah pada tabungan investasi ini. Nah, di BRANKAS juga ada sistem keanggotaan di mana kamu harus mengikuti syarat dan ketentuannya.

Cara Menabung Emas yang Legal dan Untung  [Review 2020]
Cara Menabung Emas yang Legal dan Untung  [Review 2020]

Untuk jadi anggota, pertama tentunya kamu harus mendatangi Kantor Logam Mulia Antam atau Butik Emas LM yang merupakan kantor cabang Antam.

Kantor dan butik ini tersebar cukup luas di kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, hingga Banjarmasin.

Berikut prosedur menjadi anggota BRANKAS:

  • Mengisi formulir registrasi
  • Melampirkan persyaratan: fotokopi KTP, NPWP, dan kartu keluarga (KK) untuk keperluan ahli waris
  • Transaksi udah bisa dilakukan secara online lewat brankaslm.com pada hari dan jam kerja untuk pembelian, buyback, hingga order pengambilan emas fisik
  • Kalau sudah dicetak, kamu bisa mendatangi kantor cabang atau butik Antam buat ambil emas fisik.

Bedanya menabung emas dengan pembiayaan emas di bank

Untuk berinvestasi emas dengan harga terjangkau sebenarnya ada dua cara, yaitu nabung emas dan pembiayaan emas di bank atau populer dengan sebutan cicil emas.

Nabung emas punya keunggulan dari harga yang lebih murah ketimbang cicilan emas. Pada umumnya, tabungan emas di berbagai tempat berinvestasi logam mulia dimulai Rp10 ribu aja.

Lewat tabungan emas, kamu bisa mencetak atau mencairkan tabungan tersebut setelah akumulasi hasil tabungan mencapai berat minimal, yaitu 1 gram. Tentunya ini cenderung lebih mudah dalam hal mencairkan, bukan?

Namun, cek terlebih dahulu biaya cetak yang dikenakan. Biasanya tidak terlalu besar, sih!

Sementara pada cicilan emas terdapat sejumlah biaya yang dikenakan. Cicilan emas juga bersifat wajib setiap bulan sesuai kesepakatan di awal dengan harga emas yang tidak berubah sejak melakukan transaksi cicilan di awal.

Pada cicilan emas juga dikenakan sejumlah biaya seperti biaya uang muka, biaya administrasi, margin, dan lain-lain.

Cara beli dan jual emas

Cara beli emas buat ditabung tentunya sesuai dengan ketentuan tempat kamu membelinya, seperti Pegadaian atau Antam. Hal ini udah dijelaskan di atas.

Lalu, bagaimana cara menjual emas hasil tabungan kamu? Ini pun balik lagi ke prosedur yang ditetapkan tempat kamu menabung.

Misalnya saja di Pegadaian. Menjual tabungan emas kamu berarti mencairkan biar kamu dapet duitnya.

Ini bisa kamu lakukan dengan dua cara. Pertama, menjualnya ke Pegadaian. Cara ini memudahkan kamu mendapatkan uang tunai dalam waktu singkat.

Kamu gak perlu khawatir dengan harga jual emas kamu. Pasalnya, Pegadaian bakal membeli tabungan kamu sesuai harga pasar. Adil, kan?

Cara Menabung Emas yang Legal dan Untung  [Review 2020]
Cara Menabung Emas yang Legal dan Untung  [Review 2020]

Kamu juga bisa mengeceknya terlebih dulu di Pegadaian kok. Jangan lupa, pastikan saldo tabungan kamu minimal 1 gram. Kalau kurang dari itu, Pegadaian gak bakal mau beli.

Cara kedua adalah mencetaknya menjadi emas batangan atau perhiasan. Hal tersebut jarang dipilih konsumen karena akan dikenakan biaya cetak.

Pajak penjualan emas

Emas yang udah terkumpul akan menggiurkan untuk dicairkan. Gak salah kok. Apalagi kalau harganya tengah melambung, bakal untung deh.

Nah kamu yang ingin mencairkan emas perlu tahu pengenaan pajak penjualan emas. Jadi, biar gak salah itungan, simak yuk pajak apa aja yang bakal memotong pendapatan kamu dari penjualan tabungan emas.

1. Aturan pajak emas batangan

Menabung emas batangan salah satu cara terbaik berinvestasi logam mulia. Saat ini ada tiga produsen emas batangan resmi yang terjamin kualitasnya, yaitu Antam (BUMN), Logam Mulia Untung Bersama Sejahtera (UBS), dan Logam Mulia King Halim.

Transaksi atas emas batangan ini tidak dikenakan PPN. Itu sebabnya menjadi keunggulan dari investasi emas.

Tetapi, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.34/2017 tentang Pungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 Sehubungan Dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan di Bidang Impor atau Kegiatan Usaha di Bidang Lain, yang berlaku 1 Maret 2017, membuat perdagangan emas batangan ini dikenai PPh Pasal 22.

Jadi, sesuai dengan Pasal 1 ayat (1) huruf (k) dalam PMK itu, disebutkan bahwa pemungut pajak adalah badan usaha yang melakukan penjualan emas batangan di dalam negeri. 

Dengan demikian, PPh Pasal 22 perdagangan emas batangan ini dibebankan kepada produsen, bukan pembeli emas batangan.

Tarif PPh ini disesuaikan dengan Pasal 5 Ayat 1 huruf (h) dalam PMK, yaitu tarif PPh Pasal 22 atas penjualan emas batangan oleh badan usaha yang melakukan penjualan sebesar 0,45 persen dari harga jual emas batangan.

Berdasarkan Pasal 3 Ayat (4) masih di PMK yang sama, produsen emas batangan akan menyetorkan pajak penghasilan badan tersebut ke kas negara melalui Pos Persepsi, Bank Devisa Persepsi, atau Bank Persepsi yang ditunjuk Menteri Keuangan.

2. Aturan Pajak Emas Perhiasan

Selain emas batangan, emas perhiasan juga dikenakan PPh Pasal 22. Untungnya, pajak ini tidak dikenakan ke pembeli, tetapi hanya pengusaha dalam hal ini pedagang atau toko emas perhiasan.

Hal ini sesuai dengan PMK No.30/2014 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Emas Perhiasan, maka perdagangan emas perhiasan dikenakan PPN. Bukan pajak penghasilan (PPh Pasal 22).

Pengusaha Kena Pajak alias PKP dikenakan PPh Pasal 22 karena kegiatan usahanya hanya melakukan penyerahan emas perhiasan secara eceran. Toko emas perhiasan yang menjual produknya akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Cara Menabung Emas yang Legal dan Untung  [Review 2020]
Cara Menabung Emas yang Legal dan Untung  [Review 2020]

Untuk tarif PPN dalam PMK tersebut dicantumkan bahwa PPN penyerahan (perdagangan) emas perhiasan yang dibebankan pada pengusaha ini sebesar 10% dikalikan dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar 20% dari harga jual emas perhiasan atau nilai penggantian.

PPN = 10% x 20% dari Harga Jual Emas Perhiasan/Nilai

Berdasarkan Leaflet Pedagang Emas dari laman resmi Ditjen Pajak di pajak.go.id disebutkan untuk PPN 10% yang wajib disetor Pedagang Emas ke negara ini dipungut dari Pembeli. Sementara PPN penjualan sebesar 80% dikalikan PPN yang dibayarkan pembeli.

3. Aturan baru PPh 22 bagi pelanggan

Aturan PPh 22 ini udah diterapkan Antam bagi konsumen emas batangan. Sejak 2 Oktober 2017, PT Aneka Tambang (Antam) mengeluarkan pengumuman yang isinya setiap transaksi Logam Mulia di seluruh cabang dikenakan PPh Pasal 22.

Bagi pelanggan (Pembeli) yang memiliki NPWP dikenakan 0,45 persen dan yang tidak memiliki NPWP dikenakan 0,9 persen. 

Antam juga mencantumkan catatan bahwa penerbitan bukti potong PPh 22 akan dikeluarkan 30 hari kerja setelah transaksi.

Keuntungan menabung emas

Tujuan punya tabungan emas adalah investasi untuk masa yang akan datang. Investasi ini diharapkan bakal membuat finansial kamu aman. Lalu, apa aja keuntungan punya tabungan logam mulia nan berkilau ini?

1. Nilai emas stabil

Kamu mencari instrumen investasi yang tahan terhadap inflasi? Investasi emas jawabannya. Memang sih harga emas terkadang mengalami penurunan, tetapi cenderung naik harganya.

Sekedar informasi, inflasi adalah penurunan nilai mata uang akibat kenaikan nilai barang dan jasa. Kalau kamu yang di awal 1990-an masih SMA, pasti kamu ingat uang Rp 5000 per hari bisa buat ongkos angkot plus jajan.

Itu pun masih ada sisa untuk ditabung. Coba pikir sekarang Rp5.000 bisa digunakan untuk hal yang sama gak? Nah, itu contoh inflasi.

Meski keuntungannya besar, kamu harus sabar jika ingin berinvestasi emas. Pasalnya, kenaikan harga emas cenderung terjadi dalam jangka panjang sehingga tidak cocok bagi kamu yang ingin mendapatkan keuntungan dalam waktu cepat.

2. Bisa mulai dari nominal kecil

Jika kamu berpikir investasi emas harus dimulai dengan membeli emas per kilogram, kamu salah. Sekarang ini lembaga penyedia tabungan emas menawarkan investasi mulai dari nominal kecil.

Sebagai contoh, di BRANKAS kamu bisa memiliki emas batangan dengan Rp 300 ribu saja. Sementara di Pegadaian, kamu bisa memulai tabungan emas dengan saldo minimum 0,01 gram emas.

3. Mudah dicairkan

Salah satu keunggulan emas sebagai instrumen investasi adalah likuiditasnya yang tinggi. Kamu bisa mencairkannya dalam bentuk emas batangan atau dalam bentuk uang tunai sesuai dengan saldo gram emas, kapan saja kamu membutuhkannya.

Lembaga penyedia tabungan emas juga menyediakan layanan buyback atau beli kembali emas. Misalnya saja, kamu memiliki tabungan emas di Pegadaian, kamu bisa menjualnya kembali di Pegadaian, dengan nominal terkecil 1 gram dan maksimal 100 gram per hari.

Pegadaian juga memiliki fasilitas penjualan online lewat aplikasi. Jadi, kamu tidak perlu ke luar rumah. Cukup jual emasmu lewat aplikasi Pegadaian Digital.

4. Mudah digadaikan atau dijaminkan

Kamu sedang butuh uang cepat, tapi tidak mau menjual emas di tabunganmu? Gampang! Kamu bisa menggadaikan emas milikmu di Pegadaian atau di bank-bank Syariah.

Sebagai logam mulia, emas memiliki nilai ekonomis untuk dijaminkan sehingga akan memudahkan kamu dalam proses pengajuan pinjaman.

Selain itu, nilai gadai emas lebih tinggi dibanding barang lain karena harganya dapat diketahui dengan pasti.

Dengan memilih gadai, emas yang kamu miliki tidak berpindah kepemilikan, tapi hanya sebagai jaminan saja. Emas tersebut bisa kamu peroleh kembali jika sudah ada uang untuk menebusnya.

Proteksi Tabungan Emas dengan asuransi

Menabung emas merupakan salah satu cara berinvestasi jangka panjang. Meski tidak berisiko tinggi seperti saham, berinvestasi emas tetap membutuhkan proteksi finansial.

Salah satu tujuan proteksi finansial ini adalah agar investasi kamu tidak terganggu jika terjadi risiko kehidupan. Contohnya nih, sakit tipus yang mengharuskan rawat inap selama sepekan.

Tanpa proteksi keuangan lewat asuransi kesehatan, tabungan logam mulia yang sudah mulai banyak terpaksa dicairkan untuk membayar biaya rawat inap.

Nah, kalau kamu punya proteksi asuransi kesehatan, gak ada skenario menjual emas, logam mulia, atau aset untuk membayar biaya rumah sakit.

Lalu apa saja keuntungan punya asuransi kesehatan?

  • Premi terjangkau mulai Rp150 ribu per bulan, bahkan ada yang lebih murah lagi.
  • Klaim cashless (cuma tunjukin kartu asuransi) di berbagai rumah sakit se-Indonesia.
  • Santunan harian untuk biaya rawat inap Rp300 ribu-1,5 juta per hari.
  • Pertanggungan biaya ambulan
  • Pertanggungan biaya pembedahan mulai dari Rp3-15 juta
  • Dan masih banyak lagi.

Selain diri sendiri, pemilik kendaraan seperti mobil juga memerlukan asuransi mobil. Gak mau kan tiba-tiba harus mencairkan investasi emas sebelum waktunya hanya untuk membayar kerusakan mobil akibat kecelakaan atau sekadar disenggol pengendara lain?

Nah, asuransi mobil memberikan pertanggungan komprehensif (all risk) untuk kejadian seperti ini. Kunjungi Lifepal untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, termasuk konsultasi gratis dan tentunya produk asuransi sesuai kebutuhan dan bujetmu!

Tanya jawab seputar cara menabung emas

Berikut ini beberapa pertanyaan yang kerap diajukan terkait menabung emas.