Menapak Tilas Asuransi Allianz: Sebuah Catatan Sejarah

Menapak tilas asuransi

Jika berbicara soal perusahaan asuransi di Indonesia, tentu kita tidak asing dengan perusahaan asuransi ini yaitu Allianz. Allianz merupakan satu dari perusahaan asuransi terbesar di Indonesia yang berasal dari Jerman. Perusahaan ini mulai memasuki pasar asuransi di Indonesia pada tahun 1981 di Jakarta.

Hingga saat ini, perusahaan yang telah menempati peringkat ke-25 versi Forbes ini telah menawarkan banyak sekali asuransi Allianz yang menarik. Allianz juga membuka perusahaan cabang di Indonesia melalui PT Asuransi Allianz Life Indonesia supaya selalu lebih dekat dengan para nasabah mereka di 44 kota besar.

Napak Tilas Perusahaan dan Produk Asuransi Allianz

Napak Tilas Allianz

Sebelum Allianz beserta produk-produk asuransinya mulai merambah ke pasar asuransi dunia, perusahaan ini berdiri di kota Munich, Jerman pada tahun 1890. Dirintis oleh Wilhelm von Finck dan Carl von Thieme, perusahaan ini memulai produk asuransi Allianz berupa asuransi transportasi dan asuransi kecelakaan.

Tak lama kemudian, Allianz melebarkan sayap perusahaan di kancah internasional pertama kalinya di London, Inggris tepatnya pada tahun 1893. Ekspansi ini dilakukan untuk nasabah Allianz berkebangsaan Jerman yang mempunyai hak milik usaha di luar negeri, khususnya di Inggris.

Ekspansi ini pun juga diikuti oleh pembukaan cabang internasional di beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Belanda, Italia, Belgia, Perancis, serta negara-negara Balkan dan Skandinavia.

Allianz terus berusaha melakukan perkembangan secara merata. Tidak hanya sekadar ekspansi, mereka juga menjunjung kesetaraan gender dengan merekrut 40 persen pekerja perempuan pertama untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.

Pada saat itu, mereka ditugaskan sebagai sekretaris dan pengetik cepat. Mereka pun memiliki keistimewaan dengan pulang 10 menit lebih awal dari pekerja laki-laki agar tidak bertemu pada saat pulang.

Akan tetapi, kejayaan perusahaan Allianz meredup untuk beberapa waktu karena meletusnya Perang Dunia I pada tahun 1914, yang terpaksa kehilangan 20 persen pemasukan premi dan 92 pekerja laki-laki tewas akibat perang. Hal ini juga ditambah dengan nasabah asuransi Allianz yang mengalami pengangguran, cacat permanen, dan meningkatnya devaluasi.

Penurunan area bisnis asuransi yang terjadi bukan berarti perusahaan tersebut goyah begitu saja. Faktanya, Allianz menjadi perusahaan asuransi terbesar di Jerman.

Perusahaan Allianz setelah Perang Dunia I

Seiring berjalannya waktu, pilihan produk asuransi Allianz terus bertambah, salah satunya adalah asuransi mobil. Meskipun diragukan oleh kaisar Jerman pada saat itu, Wilhelm II, mereka mampu membuktikan dengan produk asuransi bernama Kraft Versicherungs-AG yang bekerja sama dengan Munich Re dan Kaiserlicher Automobilclub.

Hanya berselang waktu dua tahun, properti menjadi incaran perusahaan Allianz untuk menarik perhatian para calon nasabah. Perkembangan tersebut diikuti dengan peluncuran asuransi Allianz Life yang diinisiasi oleh Kurt Schmitt, Direktur Utama Allianz sejak tahun 1921 dengan kerjasama Deutsche Lebensversicherungsbank Arminia pada tahun 1923.

Pada waktu yang sama, Allianz mengembangkan perusahaan dengan mengganti logo baru dengan nama Allianz Group berkantor pusat di Berlin, Jerman.

Kejayaan ini membuat nama Allianz semakin meluas. Hal ini menarik perhatian Adolf Hitler untuk mengajak Kurt Schmitt sebagai Menteri Perekonomian pada sistem ekonomi Diktator Sosialis Nasional meskipun tidak berlangsung lama.

Selama masa pemerintahan Adolf Hitler, Allianz juga ikut mengatur sistem kewarganegaraan, termasuk melarang bangsa Yahudi untuk tinggal di Jerman. Law Ordinance 11 adalah salah satu peraturan yang dibuat pemerintah Sosialis Jerman yang mengatur bangsa Yahudi-Jerman terhadap hak asuransi jiwa yang tidak dapat diambil alih, karena keberadaan mereka yang dianggap ilegal.

Saat Perang Dunia II, area bisnis perusahaan Allianz semakin merosot yang disebabkan oleh rentang waktu perang yang cukup lama. Aset Allianz telah hancur, pemegang aset tanah pun juga ikut hancur, pembayaran premi berhenti dan pemerintah pun tidak mampu menanggung pembayaran asuransi.

Secara perlahan, pada tahun 1945 perusahaan Allianz dinyatakan bangkrut.

Allianz Akhirnya Bangkit Lagi

Meskipun Allianz sempat kehilangan seluruh asetnya, mereka berusaha bangkit pada tanggal 18 Mei 1945 dengan Direktur Umum Gerd Müller yang mengajak karyawan-karyawan lamanya untuk berkumpul kembali ke perusahaan.

Perusahaan asuransi Allianz kembali berdiri meskipun mereka harus memindahkan pusat kantornya di Munich, karena konflik kota Berlin yang dibagi menjadi dua pasca Perang Dunia II.

Penggunaan data elektronik pada sistem pendataan asuransi dengan IBM 650 membuat aset bisnis Allianz semakin meningkat dan mampu melakukan ekspansi kembali di kota-kota besar di Eropa seperti Milan, Paris dan Vienna. Ekspansi ini diikuti juga dengan slogan terbaru mereka, yaitu “Well Insured by Allianz”.

Pada tahun 1962, asuransi Allianz mendapat aset premi sebesar 1 triliun berkat asuransi mobil dan motor. Pencapaian ini memotivasi mereka untuk meningkatkan kualitas teknologi dengan perekam data ELIAS Streaming Data. Hal ini dimaksudkan agar data karyawan terekam dengan cepat dan memudahkan mereka mengetahui produk terbaru asuransi Allianz dengan cepat.

Inovasi inilah yang membuat perusahaan Allianz menempati peringkat 10 besar perusahaan asuransi terbesar di dunia. Selain itu, tingkat permintaan produk asuransi risiko industri juga semakin meningkat.

Allianz semakin mengglobal sejak tiga perusahaan asuransi di Eropa dan Amerika mengajak untuk berkoalisi. Hal ini membuat ekspansi dari Allianz semakin diperluas khususnya di benua Asia.

Allianz di Asia

Allianz di Asia

Allianz akhirnya merambah hingga ke Asia dengan pembukaan perusahaan pertamanya yang bernama Allianz Dazhong Life Insurance Company di Tiongkok dan Allianz President General di Taiwan. Keberadaan perusahaan asuransi Allianz di Asia selalu disesuaikan dengan kebutuhan setiap negara demi meningkatkan kualitas hidup nasabah.

Salah satu keunggulan produknya di benua Asia adalah microinsurance atau asuransi mikro. Asuransi mikro adalah produk asuransi yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan cukup rendah.  Nah, produk itu sendiri dikhususkan membantu UKM (Usaha Kecil dan Menengah) guna menurunkan angka kemiskinan.

Produk ini diterapkan pertama kali di India yang bernama Bajaj Allianz. Pada tahun 2003, inisiasi produk asuransi Allianz tersebut telah mengalami peningkatan drastis dengan perlindungan asuransi sebanyak 1,6 juta nasabah dengan 100 ribu produk.

Allianz di Indonesia Hingga Kini

Perusahaan asuransi Allianz mulai memasuki Indonesia pada tahun 1989 dengan produk asuransi umum yang berpusat di Jakarta. Asuransi umum yang ditawarkan pada awalnya terdiri dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, dan dana pensiun.

Tak lama kemudian, Allianz melakukan ekspansi di tiga kota tambahan yang terdiri dari Surabaya, Bandung, dan Denpasar. Allianz di Indonesia kerap berkembang sesuai dengan kebutuhan nasabah demi menarik perhatian calon peserta asuransi.

Salah satu inovasi terbaik dari Perusahaan Allianz adalah asuransi syariah Allianz yang biasa disebut dengan AlliSya yang didirikan pada tahun 2006. Saat ini Allianz memiliki 6 produk asuransi unggulan yang terdiri dari:

Asuransi Jiwa

Produk asuransi Allianz ini memiliki perlindungan jiwa secara komprehensif yang ditujukan oleh semua umur. Rentang waktu yang diberikan pun bermacam-macam, ada yang berjangka maupun seumur hidup. Biaya premi asuransi yang sangat kompetitif pun juga sangat bermanfaat untuk memberikan perlindungan untuk Anda dan keluarga.

Terdapat 6 (enam) macam kategori asuransi jiwa yang terdiri dari:

  • SmartLink New Flexi Account
  • SmartLink Fund Maxi Plus
  • SmartLink Flexi Account Plus
  • Term Life (Rider)
  • Total Permanent Disability (Rider)
  • Payor and Spouse Payor Protection (Rider)

Asuransi Kesehatan Individu

Produk asuransi Allianz ini memberikan perlindungan kepada nasabah selama melakukan perawatan di rumah sakit. Perawatan tersebut terdiri dari rawat inap, rawat jalan, tindakan pembedahan, dan sebagainya.

Jenis asuransi ini juga memberikan kemudahan bagi Anda yang membutuhkan asuransi syariah sebagai perlindungan utamanya. Ada 12 (dua belas) macam kategori asuransi yang terdiri dari:

  • Smartmed Cancer
  • Smartmed Premier
  • SmartHealth Maxi Violet
  • Flexi CI
  • CI100
  • HS Care Premier
  • Asuransi Kesehatan AlliSya Care
  • HS Care Premier Syariah
  • Critical Illness (Rider)
  • Payor and Spouse Payor Protection (Rider)
  • Hospital and Surgical Care (Rider)
  • AlliSya Hospital and Surgical Care (Rider)

Asuransi Syariah

Sesuai dengan ketentuan Dewan Pengawas Syariah, produk asuransi syariah Allianz (AlliSya) memiliki produk-produk yang memiliki ketentuan berdasarkan syariat Islam. Produk tersebut memiliki 3 (tiga) macam kategori khusus yang terdiri dari:

  • Allianz Tasbih
  • Allianz Protection Plus
  • Allianz Maxi Fund Plus

Asuransi Umum

Produk asuransi Allianz ini memiliki banyak sekali pilihan asuransi yang membutuhkan perlindungan khusus terhadap aset kekayaan dan pilihan lainnya. Aset tersebut terdiri dari kendaraan pribadi, properti, perjalanan, dan sebagainya.

Ada 13 (tiga belas) macam kategori khusus yang terdiri dari:

  • Asuransi Allianz MobilKu
  • Asuransi UsahaKu
  • Asuransi Kartu Proteksiku
  • Asuransi Dana Kesehatanku
  • Asuransi Rumahku Plus
  • Garuda Travel Insurance – Eng
  • Allianz Garuda Miles – Eng
  • Allianz Automobile Liability
  • Asuransi Perjalanan NewTravelPro
  • New Annual TravelPRO
  • Asuransi Kupukoo
  • Garuda Travel Insurance
  • Allianz Garuda Miles

Asuransi Kesehatan Grup

Sesuai dengan namanya, produk ini memberikan manfaat kepada karyawan di suatu perusahaan dengan perlindungan keselamatan kerja secara maksimal. Ada 5 (lima) macam kategori asuransi yang terdiri dari

  • Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
  • Allianz Global Benefits
  • Smart Health
  • Smart Protection
  • Smart Finance

Asuransi Jiwa Bank dan Mikro

Produk asuransi Allianz memberi kenyamanan kepada nasabah bank rekanan di Indonesia untuk melindungi jiwa dan usaha mikro. Ada 4 (empat) kerjasama yang dilakukan, yaitu:

  • Bank HSBC Indonesia
  • Maybank
  • BTPN
  • Asuransi Jiwa Mikro

Itulah sekilas info tentang rekam jejak perusahaan Allianz selama beberapa tahun ke depan. Perkembangan Allianz yang semakin meningkat pesat pun juga menawarkan berbagai macam penawaran tambahan berupa hiburan yang terhubung dengan berbagai negara.

Oleh karena itu, Perusahaan Allianz merupakan salah satu perusahaan asuransi yang tidak diragukan kualitasnya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →