Mencairkan Deposito Sebelum Jatuh Tempo – 3 Resiko Yang Harus Diketahui

syarat pencairan deposito

Deposito adalah salah satu alat investasi yang digemari masyarakat, sebab dibanding alat investasi lainnya seperti saham dan reksadana, deposito memiliki risiko yang lebih rendah.

Gak hanya aman, tapi deposito juga memberikan suku bunga yang lebih tinggi ketimbang tingkat inflasi tahunan. Kisarannya menurut pusat data Kontan per tanggal 16 Juni 2020 mulai dari 4 persen hingga 6,75 persen per bulan. Lumayan kan, hasilnya bisa dipakai untuk membayarkan asuransi kesehatan untuk orangtua mu.

Dalam segi bunga pun, deposito relatif lebih tetap. Dan, meski ada perubahan akibat fluktuasi dari tingkat suku bunga, nilai pokoknya tidak berubah.

Selain dari bunga deposito yang menarik, manfaat deposito lainnya, yaitu minim risiko karena memiliki jaminan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Tapi dengan syarat bahwa banknya adalah anggota LPS juga ya. Hal ini menjadikan deposito sebagai salah satu instrumen investasi yang banyak dipilih.

Penarikan uang deposito memiliki jangka waktu antara 1-24 bulan. Andai kamu mencairkan deposito sebelum jatuh tempo, bakal ada beberapa risiko yang akan kamu tanggung.

[Baca: Ada Dana Nganggur, Pilih Investasi Deposito, Reksa Dana, atau Unit Link?]

Apa saja risikonya? Yuk simak selengkapnya di bawah ini.

1. Mencairkan deposito sebelum jatuh tempo bisa kena penalti atau denda

Penalti atau denda merupakan salah satu cara yang dilakukan bank agar nasabah tidak mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.

Meski begitu, gak semua bank menerapkan sistem tersebut seperti salah satunya adalah Bank BCA dan Bank BNI.

Namun beberapa bank seperti Bank Mandiri dan Bank BRI menerapkan sistem penalti kepada nasabah yang mencairkan deposito sebelum jatuh tempo.

Jika kamu adalah nasabah deposito di Bank Mandiri, maka kamu akan dikenakan biaya sebesar 0,5 persen dari nominal dana deposito.

Sedangkan Bank BRI menerapkan sistem penalti untuk jangka waktu lebih 1 bulan sebesar 25 persen dari bunga yang telah diterima. Untuk bunga berjalan tidak dibayarkan.

Misalnya, kamu membuka deposito sebesar Rp10 juta untuk jangka waktu 12 bulan. Tapi di bulan ke-8, kamu memutuskan mencairkan dana karena ada urusan mendesak.

Penalti yang harus kamu bayar jika menyimpan deposito di Bank Mandiri adalah nominal deposito dikalikan biaya penalti, yaitu Rp10 juta x 0,5%. Hasilnya adalah Rp50 ribu.

Sedangkan di BRI, penalti yang akan kamu bayar adalah 25 persen dari bunga yang telah diterima. Untuk tenor 12 bulan mendapat suku bunga 4,5% atau Rp450 ribu (Rp37.500 per bulan). Karena kamu memutuskan untuk mengambil di bulan ke-8, maka bunga yang kamu dapatkan sebesar Rp300.000

Penghitungan biaya penaltinya menjadi Rp300.000 x  25/100 = Rp75.000. Maka, kamu akan menerima bunga bersih sejumlah Rp300.000 – Rp75 ribu = Rp225.000.

2. Mencairkan deposito sebelum jatuh tempo gak dapat bunga berjangka

Risiko lain yang mungkin kamu dapatkan dari mencairkan deposito sebelum jatuh tempo adalah bunga deposito berjangka tidak akan dibayarkan oleh pihak bank. 

Sama halnya dengan penalti, gak semua bank menerapkan sistem ini, tapi persyaratan itu berlaku untuk Bank BCA dan Bank BNI. Penghitungan antara kedua bank tersebut pun juga sama. Contohnya sebagai berikut.

Andi membuka deposito sebesar Rp10 juta untuk jangka waktu 12 bulan. Karena harus membayar biaya RS ibunya, Andi memutuskan untuk mencairkan deposito di bulan ke-10.

Jadi, Andi hanya akan mendapatkan bunga deposito dari bulan pertama hingga di bulan sembilan dan tidak mendapatkan bunga untuk bulan sepuluh.

Lalu, berapa total dana deposito yang akan diperoleh Andi?

  • Bunga deposito di Bank BCA untuk tenor 12 bulan: 5 persen per jatuh tempo (0,41 persen per bulan).
  • Jumlah deposito: Rp10 juta.
  • Bunga deposito yang didapatkan Andi: Rp10 juta x 0,41 persen x 9 = Rp369.000.

Jadi, total uang yang diperoleh Andi adalah Rp10 juta + Rp369.000 = Rp10.369.000.

Namun, jika Andi mencairkan dana deposito tepat saat jatuh tempo atau 12 bulan, maka Andi akan mendapatkan bunga deposito sebesar Rp425.000 dengan penghitungan Rp10 juta x 5% (dana deposito x bunga).

Dan total dana deposito yang diperoleh Andi adalah Rp10 juta + Rp500 ribu = Rp10.500.000.

Hal itu tentu akan merugikan kamu kan?

[Baca: Bunga Deposito Bank Makin Turun, Alihkan Danamu ke 4 Instrumen Investasi Ini]

3. Mencairkan deposito sebelum jatuh tempo akan membuatmu tergoda menggunakan uang itu

denda pencairan deposito

Risiko lainnya mencairkan bunga deposito sebelum jatuh tempo lainnya adalah memungkinkan kamu menggunakan uang tersebut untuk hal yang gak penting.

Saat itu kamu membutuhkan uang sebesar Rp5 juta untuk biaya masuk sekolah anak. Tapi dana deposito yang kamu dapatkan adalah sebesar Rp10.500.000 karena kamu mencairkan dana sebelum jatuh tempo yaitu di bulan ke-10 seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Hal itu bisa membuatmu tergoda untuk menggunakan sisa uang tersebut untuk menggunakan sesuatu yang gak penting.

Karena itu, jika kamu ingin mencairkan dana deposito sebelum jatuh tempo sebaiknya pikirkan dengan matang apakah alasannya memang mendukung.

Dan pikirkan lagi sisa dana dari deposito itu akan pergunakan untuk apa saja agar kamu tidak membuang uangmu sisa-sisa kan?

Nah, itu dia tiga risiko yang akan kamu dapatkan jika mencairkan dana deposito sebelum jatuh tempo. Semoga artikel ini bermanfaat ya.

[Baca: Memilih Deposito Terbaik di Indonesia yang Cocok Buat Gaji Rp 3 juta]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →