Peluang Usaha Kecil atau Bisnis Menguntungkan dari Rumah

Coba perhatikan di sekeliling rumah. Pasti ada tetangga yang sudah melakoni bisnis dari rumah. Entah itu buka warung, jual pulsa, layanan catering, atau jasa laundry. Itu merupakan contoh-contoh bisnis rumahan yang menjanjikan.

Lagi pula, bisnis rumahan yang awalnya dalam skala kecil bisa jadi cikal bakal usaha besar. Banyak buktinya lho! Sebut saja pengusaha kosmetik Martha Tilaar yang merintis bisnisnya dari sebuah garasi rumah orangtuanya.  Atau mungkin Ibu Sumi Wiludjeng yang sukses membesarkan bisnis kue brownies Amanda sehingga menjadi oleh-oleh wajib dari Bandung.

[Baca: Tips Sukses Usaha Rumahan buat Mommies yang Gak Malas Membaca]

Itu sebagian kecil kisah manis mereka yang membangun bisnis rumahan. Berkat keuletan, kesabaran, dan keseriusan mencari peluang usaha, bisnis yang awalnya berstatus rumahan menjadi usaha kecil yang menguntungkan.

Bisa jadi mereka yang membuka bisnis rumahan modal kecil ini masuk kategori usaha kecil menengah (UKM). Di Indonesia, populasi UKM begitu besar. Data Sensus Ekonomi 1996 itu menunjukkan sekitar 99% jenis usaha bisnis di Indonesia tergolong sebagai UKM. (*Ref 1)

So, kenapa tak menjajal bisnis rumahan. Apalagi jenis bisnis ini bisa sebagai usaha sampingan untuk menambah pendapatan.

Membuka bisnis rumahan sama artinya membuka peluang wirausaha. Semudah itukah?

Harus diakui, bisnis rumahan yang menjanjikan memang tak mudah dipilih, tapi bukan berarti tak bisa melakukannya. Ada baiknya baca kiat-kiat berikut.

1.Pilihlah bisnis dengan target pasar penghuni sekitar rumah

Biasanya masalah klasik saat memulai bisnis rumahan adalah pada ide maupun modal. Sebagai langkah awal, tak perlu muluk-muluk mendapatkan pendapatan besar, yang penting jeli mencari peluang usaha. [Baca: Modal Bukan Alasan untuk Menyerah]

Mulailah dengan menentukan usaha kecil yang menjanjikan. Selain itu, sementara waktu target pasarnya adalah penghuni di sekitar rumah. satu hal lagi, dulu pahami daya beli sekaligus kebutuhan para penghuni sekitar rumah.

Contoh bisnis yang bisa dilakoni seperti kios pulsa, jasa laundry, warung kelontong, salon/pangkas rambut, dan lain sebagainya. [Baca: Bisnis Sekecil Apapun Tetap Berpeluang Dapat Untung]

2.Pisahkan ruang bisnis dan keluarga

Yang perlu diingat ketika berbisnis di rumah adalah kebutuhan ruang. Bisa memanfaatkan garasi, teras, atau lahan yang masih kosong yang bisa digunakan sebagai tempat usaha. Sangat disarankan untuk memisahkan ruang bisnis dan keluarga. Langkah ini diperlukan agar privasi keluarga tetap terjaga.

3. Bisa dilakukan bersama pasangan atau anggota keluarga lain

Tak perlu bingung dalam urusan tenaga kerja. Lazimnya bisnis rumahan, biasanya pasangan atau anggota keluarga yang sudah beranjak dewasa bisa menjadi tenaga kerja. Cuma perlu diingat, sifatnya ‘membantu.’

Kalau dari Anda sendiri, apakah sudah menjalankan bisnis rumahan? Ada saran tambahan?

* Ref 1: http://ekonomikerakyatan.ugm.ac.id/My%20Web/mudrajad.htm