Punya Anak Satu dan Gaji Sama-sama Rp 10 Juta, Begini Mengelola Keuangan yang Tepat!

Mengelola keuangan bagi keluarga muda sangat penting lho

Mengelola keuangan dengan bijak merupakan salah satu hal penting harus diterapkan semua orang, terutama bagi keluarga muda yang baru memiliki momongan, kenapa? Pandai dalam mengelola keuangan sebenarnya gak cuma berlaku bagi keluarga muda tapi semua orang perlu lho. 

Pasalnya tak sedikit orang yang mengalami financial shock saat mereka memiliki anak. Tak bisa ditampik, jika tadinya pengeluaran hanya buat kamu dan pasangan, kini kamu harus membagi pengeluaran untuk keperluan sang buah hati.

Terlebih lagi, kebutuhan anak itu juga cukup menguras kantong. Seperti membeli pakaian, mainan, makanan hingga biaya pendidikan yang kian mahal, maka dari itu pentingnya mengatur keuangan dalam rumah tangga. 

Itulah pentingnya kamu mengelola keuangan dengan cerdas. Karena kalau tidak, bisa-bisa saldo rekening terus terkuras yang bisa berujung minus. Duh, pusing kan kalau mengalami kejadian tersebut.

Teori 50/20/30

Pengaturan keuangan dengan metode ini bisa lho diterapkan

Sebenarnya sih sederhana aja ya, kamu bisa mengikuti teori keuangan dari pakar keuangan Elizabeth Warren yakni 50/20/30. Dalam teori tersebut dijelaskan, kalau kamu harus membagi penghasilan ke tiga pos yaitu:

  • 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari, cicilan hingga asuransi.
  • 20 persen untuk tabungan dan juga investasi.
  • 30 persen untuk gaya hidup, seperti belanja, nongkrong hingga liburan.

Agar keuangan tetap stabil, kamu harus menggunakan uang sesuai dengan porsinya ya. Jangan sekali-kali nekat menggunakan uang dari pos pengeluaran yang berbeda. Karena akan bikin keuangan kamu jadi berantakan di masa mendatang.

Nah, berikut adalah cara mengelola keuangan yang tepat bagi kamu baru saja memiliki satu orang anak dan berpenghasilan Rp 20 juta per bulan dengan rincian kamu dan pasangan, sama-sama mendapatkan gaji Rp 10 juta setiap bulan.

Pembagian pos keuangan

Gaji per bulan 50 persen untuk kebutuhan sehari-hari 20 persen untuk tabungan dan investasi 30 persen untuk gaya hidup
Rp 20.000.000 Rp 10.000.000 Rp 4.000.000 Rp 6.000.000

Dengan mengikuti teori 50/20/30, kamu diharuskan untuk membagi pemasukan kamu dan pasangan sesuai dengan pos kebutuhan.

Sayangnya, kamu dan pasangan memiliki beberapa cicilan yang cukup menguras kantong, seperti bayar kontrakan hingga cicilan kendaraan. Belum lagi pengeluaran buat ongkos ke kantor. 

Kalau mengikuti teori 50/20/30 yaitu sebesar Rp 10 juta, tentu saja tidak cukup. Berarti ada pos pengeluaran lain yang harus kamu kurangi. Lalu, apa yang harus dilakukan? Yuk, langsung simak aja di bawah ini:

Cara mengelola keuangan yang tepat

Bagi keluarga muda penting banget nih dalam mengelola dompet

Ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan. Langkah-langkah ini di yakini bisa membantu kamu dengan pasangan dalam mengatur keuangan rumah tangga, apalagi sebagai keluarga muda pentingnya dalam mengelola keuangan bersama.

Mencatat pengeluaran tetap per bulan

Cara pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan mencatat seluruh pengeluaran tetap per bulannya. Berikut estimasinya:

Pengeluaran Biaya per bulan QTY Total
Kontrakan Rp 2.000.000 Rp 2.000.000
Cicilan mobil Rp 2.500.000 Rp 2.500.000
Ongkos ke kantor Rp 3.000.000 2 Rp 6.000.000
Listrik & air Rp 1.000.000 Rp 1.000.000
Belanja bulanan Rp 2.000.000 Rp 2.000.000
Total Rp 13.500.000

Maka dalam satu bulan, kamu harus mengeluarkan uang sebesar Rp 13,5 juta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sudah termasuk cicilan dan ongkos ke kantor.

Prioritas kebutuhan

Uang yang harus dikeluarkan untuk pengeluaran tetap yaitu sebesar Rp 13,5 juta. Maka uang yang tersisa sebesar Rp 20.000.000 – Rp 13.500.000 adalah Rp 6.500.000. 

Bagaimana pembagian pos keuangan untuk tabungan dan investasi dan juga gaya hidup? Agar semua kebutuhan terpenuhi, kamu harus membedakan antara kebutuhan dan keinginan. 

Nah, karena kamu baru memiliki anak. Berarti kamu harus memiliki bujet ekstra untuk membeli keperluan bayi. Dengan begitu, pengeluaran untuk belanja tentu akan lebih besar dari tabungan. Ingat, meski uang pas-pasan, tapi kamu tetap harus menyisihkan uang untuk ditabung dan juga investasi ya.

Kamu bisa mengalokasikan sisa uang Rp 6,5 juta ke tabungan sebesar Rp 1 juta dan investasi Rp 500 ribu. Sisanya yaitu sebesar Rp 5 juta untuk belanja kebutuhan bayi, mulai dari susu, makanan, baju hingga perlengkapan yang lain.

Memangkas kebutuhan anak

Agar sisa uang cukup untuk memenuhi kebutuhan sang buah hati, kamu juga perlu trik nih yaitu dengan menyewa barang dan bukan membeli.

Contohnya saja, salah satu kebutuhan bayi yang cukup menguras isi rekening yakni stroller. Jadi, ketimbang kamu keluar uang jutaan rupiah untuk beli stroller, kamu bisa menyewa. Apalagi kini sudah banyak sekali yang menawarkan fasilitas sewa kebutuhan bayi.

Dengan begitu, uang yang kamu gelontorkan juga tidak terlalu besar sehingga bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain atau masuk ke kas tabungan. Nah, itu dia cara mengelola keuangan yang tepat buat kamu yang baru memiliki anak agar keuangan keluarga tetap stabil. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →