Gaji Sudah Cukup untuk Bangun Rumah Sendiri? Ini Hitungan Biaya Pondasi Rumah

Pondasi Rumah

Pondasi rumah berperan sangat vital sebagai bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi untuk menahan berat beban seluruh bagian di atasnya. Karena itu, pondasi rumah ada pada jenis bangunan apa pun.

Baik tidaknya pondasi rumah dapat memastikan sebuah bangunan apakah tahan lama, bagus, dan kokoh menghadapi bencana alam seperti gempa bumi hingga banjir. 

Begitu pentingnya peran pondasi untuk membangun dinding dan konstruksi keseluruhan dalam sebuah bangunan, maka tidak boleh asal-asalan membuatnya. 

Membangun rumah perlu pengetahuan mumpuni, mulai dari tahap-tahapannya hingga perhitungan biayanya.

Nah, untuk kamu yang ingin mengetahuinya, Konsultan Pitaloka Land Agus Kriswandi akan menguraikan cara sederhana menghitung volume dan biaya yang dibutuhkan dalam membangun pondasi rumah seperti dilansir dari Sindonews

Namun, penghitungan biaya pondasi per meter ini bersifat simulasi. Artinya, harga tukang dan biaya material tidak bisa dianggap sama di setiap daerah. Biaya pondasi per meter termasuk biaya tukang disesuaikan dengan masing-masing wilayah.

Sebelum mengetahui tahap-tahapannya, sebaiknya kita ketahui dulu jenis pondasi untuk rumah tinggal.

Jenis Pondasi Bangunan 

sebuah pondasi bangunan
Jenis Pondasi Bangunan (Shutterstock)

Dalam ilmu sipil, ada dua jenis pondasi yang umum atau paling banyak dipakai untuk rumah tinggal dua lantai. Yaitu, pondasi batu kali dan pondasi footplat.

Untuk membangun rumah satu lantai, maka pondasi batu kali kerap kali digunakan. Dengan kedalaman pondasi hanya berkisar antara 60 hingga 80 cm, pondasi ini berfungsi untuk menopang pemasangan bata dan beban struktur bangunan di atasnya yang tidak terlalu berat.

Sementara itu, untuk bangunan rumah dua lantai, pondasi footplat lebih sering digunakan. Pondasi ini terbuat dari struktur beton bertulang dengan kedalaman sekitar 130 cm hingga 2 meter. Namun, kita akan lebih sering menemukan pondasi ini dengan kedalaman 150 cm. 

Pondasi ini mampu menahan beban struktur bangunan di atas yang cukup berat, karena merupakan bangunan dua lantai.

Langkah 1: Bowplank

tukang bangunan lagi bekerja
Bowplank (Shutterstock)

Nah, setelah mengetahui jenis-jenis pondasi, maka kamu dapat menentukan pondasi bangunan yang akan dipakai.

Setelah itu, baru menjalani langkah-langkahnya. Adapun langkah pertama yang dilakukan untuk membangun rumah adalah bowplank. Yaitu, membuat batas ukuran lahan yang akan dibangun. 

Pekerjaan bowplank dimaksudkan untuk mengetahui ukuran lahan sebenarnya dan mengatur posisi bangunan sehingga bisa mencapai angka presisi.

Dalam tahap pekerjaan ini, maka perlu menyiapkan material terdiri dari kayu, kaso, dan kayu papan yang dibentangkan menurut ukuran lahan, baik dari lebar depan dan belakang maupun dari sisi kanan dan kiri. 

Langkah 2: Menggali Lahan

sebuah bangunan
Menggali Lahan (Shutterstock)

Langkah selanjutnya setelah tahapan bowplank dilakukan ialah menggali lahan. Tahap ini dilakukan untuk menyediakan lahan kerja pembangunan sebuah pondasi. 

Untuk membuat galian pondasi, maka harus dikerjakan sesuai dengan gambar denah yang sudah dibuat terlebih dahulu. 

Ukuran galian lahan pondasi disesuaikan dengan besaran pondasi yang akan dibuat sesuai kekuatan yang dibutuhkan bangunan.

Misalnya, jika ingin membangun sebuah bangunan satu lantai sederhana, maka ukuran pondasi yang dibutuhkan boleh dipilih penampang bawah 50 cm dan penampang atas 30 cm dengan ketinggian 60 cm.

Sementara lahan galian yang dibutuhkan kedalaman 60 cm dan lebar 70cm, dengan tambahan lebar di sisi kanan dan kiri masing-masing 10 cm. 

Pembangunan lahan dengan ukuran tersebut bertujuan untuk mempermudah pengerjaan pondasi, serta sebagai media urukan tanah.

Menghitung Pondasi

tukang sedang membangun sebuah bangunan
Menghitung Pondasi (Shutterstock)

Untuk menghitung pondasi yang dibutuhkan, maka dapat melihat denah rumah dan menghitung secara manual. Setelah didapat jumlah panjangnya, bisa dihitung biaya yang dibutuhkan. 

Misalnya, biaya galian pondasi untuk Kabupaten Bogor, Jawa Barat adalah Rp100.000. Maka upah tukang adalah Rp100.000 dikalikan panjang galian pondasi. Namun, biaya upah disesuaikan dengan wilayah masing-masing.

Lalu, tahap selanjutnya setelah galian pondasi dikerjakan ialah membuat pondasi bangunan. Menghitung volume dan biaya yang dibutuhkan harus dihitung berdasarkan ukuran pondasi yang akan dikerjakan. 

Dengan rumus trapesium untuk menghitung volume pondasi, penampang bawah ditambah penampang atas dibagi dua, hasilnya dikalikan tinggi pondasi.

Dengan begitu, 0,5 meter ditambah 0,3 meter dibagi 2 hasilnya 0,4 meter dikalikan 0,6 meter hasilnya 0,24 meter. 

Setiap satu meter panjang pondasi membutuhkan 0,24 m3. Dengan hasil ini, kita dapat mengetahui kebutuhan volume pondasi yang akan dikerjakan, yaitu mengalikan panjang pondasi yang dibutuhkan dikalikan 0,24 m3.

Biaya yang Dibutuhkan

menghitung biaya bangunan
Biaya yang Dibutuhkan (Shutterstock)

Setelah mengetahui kubikasi pondasi per meter, maka harga satu kubik yang dibutuhkan untuk membangun pondasi di Kabupaten Bogor ialah Rp 800.000. 

Jumlah biaya yang dibutuhkan 1 meter pondasi Rp 800.000 dikalikan 0,24 meter, hasilnya Rp192.000/meter. 

Dengan begitu, volume pondasi dan biaya pondasi dapat dihitung dengan mengalikan jumlah panjang pondasi keseluruhan.

Itulah biaya pondasi rumah untuk kamu yang berdomisili di daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.