Biaya Hidup di Jakarta 2020 Tinggi, Benarkah UMP DKI Tak Cukup?

biaya hidup di jakarta

Kabarnya, biaya hidup di Jakarta gak sedikit. Dari kebutuhan primer sampai pemenuhan gaya hidup. Jangankan buat menabung, buat bertahan di akhir bulan saja belum tentu bisa dilakukan dengan tenang.

Padahal, ada banyak kebutuhan sekunder yang sering terlupakan, seperti asuransi kesehatan yang membantu kamu berjaga-jaga dari pengeluaran mendadak kalau sakit. Untuk mendapatkan harga termurah kamu bisa beli di Lifepal karena sedang ada diskon 15 persen, lho!

Kebutuhan yang banyak membuat upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain. Tahun 2020 ini, besaran UMP DKI Jakarta mencapai Rp4.276.349. Meski angka ini mengalami kenaikan sebesar 8,51 persen dibandingkan UMP tahun lalu, tetap saja banyak yang merasa biaya hidup di Jakarta mencekik leher. 

Tapi, benar gak sih begitu faktanya? Buat memastikannya, mari kita coba telusuri kebutuhan-kebutuhan di Jakarta yang ‘mengancam’ keselamatan dompet.

1. Tempat tinggal

Bagi para perantau, ada beberapa alternatif tempat tinggal yang bisa dipilih. Dari kos-kosan, apartemen, hingga kontrakan. Buat karyawan baru yang gajinya masih sekitaran UMP, kos-kosan adalah pilihan yang paling aman.

Meski begitu, ketiga jenis tempat tinggal ini punya harga yang sangat beragam, tergantung lokasi dan fasilitas yang ditawarkan. 

Semakin dekat dengan pusat kota, semakin tinggi pula harganya. Sama halnya dengan faktor fasilitas. Semakin lengkap tentu jadi makin mahal.

Untuk harga kos-kosan di Jakarta berkisar antara Rp850 ribu-Rp3 jutaan. Misalnya, di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kamu masih bisa menemukan kosan seharga Rp850 ribu, berupa kamar berukuran 3×3 dengan kamar mandi di luar ditambah fasilitas lain seperti CCTV dan area parkir untuk sepeda dan motor. 

Harga tersebut akan bertambah kalau kamu membawa magic com, dispenser dan kulkas dengan kalkulasi untuk ketiga barang tersebut sekira Rp135 ribu. Total untuk kos-kosan di Cempaka Putih kamu harus merogoh kocek hamper Rp1 juta. 

Sementara untuk apartemen (furnished dan non-furnished) berkisar antara Rp3,5 juta–Rp38 juta per bulan. 

Apartemen yang terletak di pusat kota seperti Apartemen Thamrin Residence. Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat dibanderol harga Rp10 juta per bulan. 

Dengan harga tersebut, kamu mendapat unit di lantai 37 dengan 2 kamar tidur plus fully furnished. Wajar saja sih dengan harga segitu kamu bisa dapat lokasi yang aksesnya gampang ke mana-mana. 

Untuk ke mal Grand Indonesia saja, dengan jalan kaki hanya 5–10 menit saja. Gak Cuma itu, fasilitas di apartemen pun bisa kamu manfaatkan seperti swimming pool, jogging track, kafe, dan masih banyak lagi. 

2. Konsumsi

Kalau kamu hobi makan di food court/food hall mall dekat kantor, bujet yang kamu butuhkan bisa Rp50-Rp100 ribu sekali makan. Bagi karyawan kantoran, kamu bisa menghemat biaya makan dengan catering standar seharga Rp15-Rp25 ribu atau beli di warteg terdekat seharga Rp10-Rp20 ribu.

Misalnya, kamu karyawan kantoran yang biasa makan siang di warung makan atau warteg dekat kantor. Per sekali makan kamu menghabiskan uang minimal Rp20 ribu. 

Dalam sehari saja (untuk tiga kali makan) kamu menghabiskan Rp60 ribu. Jadi, dalam sebulan untuk makan kamu harus mengeluarkan biaya Rp60 ribu x 31 hari = Rp1,86 juta. Angka ini berlaku untuk kamu anak rantau ya. 

Kalau kamu tipe orang yang hemat, bisa nih belanja bahan makanan tiap bulannya seperti mie instan, abon, beras dan bahan-bahan sayur lain. Masak sendiri bisa jadi solusi kamu menekan biaya makan di luar. 

3. Biaya transportasi

Biaya transportasi bisa berbeda-beda antar individu. Hal ini tergantung seberapa jauh lokasi kantor dengan tempat tinggalmu. Sebagai perkiraan, berikut biaya yang diperlukan jika menggunakan transportasi umum di Jakarta:

  • Bus Transjakarta : Rp3.500 x 22 (hari kerja) x 2 (pulang pergi) = Rp154.000 per bulan.
  • Commuter line : Rp6.000 (tarif Bogor – Jakarta) x 22 (hari kerja) x 2 (pulang pergi) = Rp264.000 per bulan.
  • MRT : Rp14.000 (tarif maksimal) x 22 (hari kerja) x 2 (pulang pergi) = Rp616.000 per bulan

Biaya ini belum termasuk biaya transportasi online dengan rata-rata Rp9.000 per km.

4. Biaya lain-lain

Biasanya biaya lain-lain nih yang paling gede. Terutama biaya hiburan dan keperluan tersier lainnya, kayak nonton di bioskop, nongkrong di coffee shop, jalan-jalan ke mal, dan lainnya.

Biaya ini bisa membengkak karena Jakarta punya banyak fasilitas hiburan yang mudah dijangkau. Jadi, kalau gak bisa mengendalikan diri, siap-siap aja melarat sebelum akhir bulan.

Sebagai perkiraan, jika dalam satu bulan kamu nonton di bioskop 1-2 kali, berarti minimal bujet yang kamu butuhkan Rp100-Rp150 ribu. Belum termasuk makan minum ya. 

Ya, hitungan kasar untuk satu kali nonton kamu harus siapkan budget Rp200 ribu. Jadi kalau biasa nonton di bioskop sebanyak dua kali, ya Rp400 ribu yang harus kamu anggarkan. 

Nongkrong di kafe/mal 1-2 kali, bujet yang diperlukan sebesar Rp200-Rp250 ribu. Misalnya, kamu biasa kongkow di Starbuck dan biasa pesan minuman Frappuccino ukuran Venti Rp59 ribu dan makan chicken garlic seharga Rp62 ribu. Total biaya nongkrong kamu dalam sebulan kurang dari Rp250 ribu. Itu pun dengan catatan, kamu gak nambah makan dan minum ya. 

Jadi biaya hiburanmu dalam sebulan kurang lebih Rp400 ribu-Rp500 ribu. Belum termasuk biaya transportasi pulang pergi ke kafe/mal tersebut.

5. Kebutuhan komunikasi (pulsa dan paket WIFI

Paling enak memang kalau kos-kosan atau apartemen yang kita sewa juga menyediakan fasilitas internet atau wifi. Jadi, kendala untuk chatting atau selancar di dunia maya sudah ada solusinya. 

Nah, bakal jadi tambahan biaya baru kalau tempat yang kamu sewa gak ada WIFI. Jalan satu-satunya ya kamu beli kuota internet. Misalnya, dalam satu bulan kamu membutuhkan kuota internet 52G dengan harga Rp170 ribu. Cara lain, kamu juga bisa pasang paket WIFI plus tv kabel. Contoh Indihome yang menyediakan variatif paket mulai dari Rp320 ribu – Rp1,8 juta per bulan. 

6. Kebutuhan bulanan 

Belanja bulanan juga jadi biaya yang harus kamu pikirkan nih. Terlebih kamu yang tinggal di Jakarta. 

Air minum dalam galon jadi kebutuhan bulanan anak kos yang gak kalah pentingnya. Wajib nih masuk dalam daftar belanja bulanan kamu. Misalnya dalam seminggu kamu menghabiskan 1 galon dengan harga Rp20 ribu per galon. Total dalam sebulan untuk air minum kamu mengeluarkan biaya kurang lebih Rp100 ribu. 

Kebutuhan lain adalah perlengkapan mandi seperti sabun, shampo, pasta gigi. Belanja kebutuhan ini kira-kira memakan biaya kurang lebih Rp100 ribu per bulan. 

7. Biaya lifestyle

Cewek zaman sekarang pasti dong gak jauh dari make up? Bagi sebagian perempuan kebutuhan ini jadi hal wajib untuk menunjang penampilan. Termasuk juga kebutuhan wangi-wangian seperti parfum, atau deodoran. 

Nah, untuk kebutuhan ini kamu harus ekstra hati-hati nih. Jangan sampai tergiur promo murah make up. Pasalnya, biaya lifestyle ini bukan kebutuhan pokok, jadi kamu harus pintar-pintar berhemat. 

Biar lebih jelas, mari kita buat estimasi biaya yang perlu dikeluarkan karyawan yang hidup di Jakarta.

Contoh kasus:

Rani (25 tahun), karyawan di perusahaan media di daerah Sudirman, Jakarta Selatan. Ia ngekos di daerah Setiabudi dengan harga sewa Rp1.5 juta per bulan. Tiap hari Rani menggunakan jasa transportasi online buat ke kantor dengan tarif Rp10-Rp15 ribu. Biar hemat, untuk makan, ia menggunakan jasa katering seharga Rp20 ribu/hari.

Dalam satu bulan, seenggaknya Rani pergi nonton 1 kali, jajan di mall 2 kali, ngopi-ngopi cantik 3-4 kali. Oh yah, jangan lupakan Rani juga butuh pulsa buat sekadar ngabarin pacar dan pesan ojek online.

Kira-kira segini pengeluaran Rani dalam sebulan:

  1. Tempat tinggal : Rp1,5 juta.
  2. Konsumsi 3x sehari : Rp20 ribu x 3 x 30 hari = Rp1,8 juta.
  3. Transportasi : Rp10 ribu x 2 x 22 hari kerja = Rp440 ribu.
  4. Estimasi biaya hiburan : Rp50 ribu (1 x nonton) + Rp250 ribu (2 x ngemal) + Rp160 ribu.
  5. Pulsa : Rp170 ribu per bulan. 
  6. Kebutuhan bulanan : Rp20 ribu per galon x 4 minggu + Rp100 ribu (kebutuhan kamar mandi) = Rp180 ribu.

 (3 x ngopi cantik) + Rp150 ribu (pulsa) = Rp610 ribu

Total: Rani butuh setidaknya Rp4,86 juta per bulan.

Jumlah ini belum termasuk dana tabungan dan kebutuhan darurat lainnya.

Gimana menurutmu biaya hidup di Jakarta? Nominal ini terbilang cukup besar gak?

Jika dibandingkan dengan UMP DKI Jakarta, tetap lebih besar pasak daripada tiang. Meski begitu, pengeluaran ini tetap bisa dibikin lebih hemat lagi kok.

Jika kosan di daerah Jakarta cukup mahal, kamu bisa beralih ke daerah sekitaran Jakarta kayak Depok. Kekurangannya walau kamu bisa menggunakan commuter line dengan biaya lebih irit, waktu yang kamu butuhkan di perjalanan akan jadi lebih lama.

Selain itu, jika menurutmu biaya konsumsi terlalu mahal, kamu bisa pangkas bujet sampai 50 persen dengan memasak makananmu sendiri. Selain itu, dana hiburan juga bisa kamu kendalikan sendiri. Kalau gak punya bujet memadai, gak perlu ngopi cantik terlalu sering.

Nah, kamu yang udah lama jadi perantau di Jakarta atau justru warga asli Jakarta, coba share biaya hidupmu dalam sebulan di kolom komentar dong. Menurutmu biaya hidup di Jakarta mahal gak? (Editor: Chaerunnisa)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →