Untung Rugi Mengurus Keuangan Keluarga di Satu Rekening Setelah Menikah

Mengatur keuangan keluarga ketika sudah menikah susah-susah gampang

Ketika kamu memutuskan untuk menikah, berarti telah memiliki komitmen untuk membagikan seluruh aspek dalam kehidupanmu dengan pasangan, termasuk soal keuangan keluarga. Pasalnya nih mengatur keuangan buat sebuah keluarga susah-susah gampang lho bagi pasangan yang mengalaminya. 

Jika selama ini gaji yang kamu dapatkan hanya masuk ke rekening pribadi, setelah menikah harus melibatkan pasanganmu untuk mengaturnya. Apalagi kalau urusannya berkaitan dengan tabungan masa depan atau tabungan anak, hal-hal begini mesti dibicarakan. 

Tapi, bukan berarti kamu harus menggabungkan seluruh penghasilan yang ada. Kamu tetap bisa kok punya rekening sendiri, namun kegunaannya bukan untuk tabungan bersama, melainkan untuk pengeluaran-pengeluaran kecil seperti membeli hadiah untuk pasangan, nongkrong bersama teman, dan lain-lain. 

Padahal, memiliki tabungan bersama itu sangat menguntungkan lho. Namun sayangnya masih banyak yang belum menerapkannya, bahkan saat sudah berumah tangga bertahun-tahun. Mungkin, setelah kamu melihat fakta dan sederet keuntungan berikut ini, kamu bakal langsung kepikiran buat mengatur keuangan keluarga dalam satu rekening. 

Menurut riset, pasangan suami istri yang menggabungkan keuangannya dalam satu rekening bank lebih bahagia! 

Ketika pasangan yang tengah asyik memgatur keuangan
Ketika pasangan yang tengah asyik memgatur keuangan, (Shutterstock).

Bagi pasangan yang memilih untuk menyerahkan keuangan keluarga di dalam satu rekening bank ternyata berpotensi untuk hidup lebih bahagia, dibanding yang tidak. Kesimpulan ini didukung dari penelitian yang dilakukan oleh University College London (UCL). 

Akademisi dari UCL, itu mengumpulkan 1000 pasangan yang telah menikah. Rentan umur pernikahannya mulai dari yang baru menikah, sampai yang telah mencapai usia 12 tahun pernikahan. 

Kemudian mereka ditanyakan apakah puas menjalani kehidupan berumah tangga tersebut. Hasilnya, sebanyak 65 persen orang yang menjawab bahagia ternyata telah memiliki rekening bersama, kenapa bisa? 

Dalam riset tersebut, penggabungan otoritas keuangan keluarga dalam satu rekening itu bukan cuma soal menggabungkan gaji semata. Tapi juga tumbuh rasa kebersamaan, kepemilikan bersama, yang jelas itu bisa mengeratkan hubungan kedua pasangan. 

Keuntungan mengurus keuangan keluarga di dalam satu rekening

Pasangan wajib lho memiliki rekening sendiri buat mengatur keuangan
Pasangan wajib lho memiliki rekening sendiri buat mengatur keuangan, (Shutterstock).

1. Memberikan kemudahan akses masing-masing bila membutuhkan 

Keuntungan pertama jelas memudahkan akses masing-masing pasangan bila dalam keadaan membutuhkannya. Misalnya sang istri membutuhkan uang untuk belanja bulanan dan membayar biaya pendidikan anak, ia tak perlu lagi menunggu suami pulang meminta uang. 

2. Memudahkan segala urusan bila terjadi sesuatu yang buruk 

Sesuatu yang terjadi ini dalam artian yang buruk, misalnya suami atau istri mengalami kecelakaan parah sampai tidak bisa berbicara, atau pasanganmu tiba-tiba meninggal. Bila kamu memiliki satu rekening bersama, maka masing-masing bisa mudah mengaksesnya dalam situasi darurat tersebut. 

Coba bayangkan kalau yang punya akses hanya salah satu saja. Uang tersebut berpotensi hanya mengendap di dalam rekening saja, meskipun bisa diurus ke bank, namun bakal membutuhkan waktu yang panjang sampai berbulan-bulan. 

Artinya, penggabungan rekening ini bisa membantumu terhindar dari proses hukum yang sangat rumit. 

3. Pengawasannya lebih ketat

Pernah gak sih kamu merasa duit tiba-tiba habis untuk hal-hal yang sebenarnya gak kamu butuhkan? Kalau pernah, mungkin itu karena kurangnya pengawasan terhadap tabungan. 

Apabila kamu sudah menikah dan memutuskan untuk memiliki satu rekening bank, itu jelas akan memperketat pengawasan. Dari yang tadinya cuma satu orang doang, kini menjadi dua. Dan itu terbukti membuat pengeluaran lebih terkontrol. 

Kerugian mengatur keuangan keluarga di dalam rekening yang sama 

Ini lho deretan kerugian saat mengatur keuangan dalam satu rekening
Ini lho deretan kerugian saat mengatur keuangan dalam satu rekening, (Shutterstock).

Meskipun menggabungkan keuangan keluarga di satu rekening bank sangat membantu dalam manajemen keuangan, tapi ternyata ada kekurangannya juga lho. 

1. Kehilangan kebebasan finansial 

Pertama adalah independensi keuangan bakalan hilang. Karena kalau memiliki keuangan bersama, berarti kamu mempersilakan pasangan untuk mengontrol keuangan sepenuhnya. Ini bisa jadi baik dalam hidup berpasangan, tapi bisa jadi buruk dalam kehidupan sosialmu dengan teman-teman yang lainnya.  

2. Bisa menimbulkan keretakan kalau pasangan masing-masing tidak jujur 

Memiliki keuangan keluarga di dalam satu rekening bank juga bisa memicu keretakan dalam hubungan. Tapi dengan catatan, hal ini bisa terjadi kalau pasangan tidak jujur dalam penggunaan uang dalam rekening tersebut. 

Misalnya, suami tiba-tiba membeli barang yang mahal tanpa berdiskusi bersama sang istri. Hal itu jelas salah, karena memutuskan untuk menggabungkan keuangan dengan pasangan, artinya harus selalu berdiskusi setiap ingin melakukan transaksi apapun yang menggunakan rekening tersebut. 

3. Ribet membaginya ketika sudah berpisah 

Kemungkinan terburuknya adalah kalau hubunganmu harus berakhir, pembagian dana dalam rekening tersebut bakal ribet banget. Karena keduanya memiliki hak untuk menarik, jadi dana tersebut bisa saja nanti tiba-tiba ditarik oleh salah satu pihak sampai habis, dan satu pihak lagi gak kedapatan apa-apa. Kalau sudah kayak gitu, dituntut ke hukum juga bakalan sulit, karena masing-masing berhak melakukannya. 

Mau menggabungkan rekening atau memisahkan rekeningnya ada hukum ‘uangmu uangku juga’

Ketika mengatur kuangan bareng pasangan hukumnya "uangmu uangku juga"
Ketika mengatur kuangan bareng pasangan hukumnya “uangmu uangku juga”, (Shutterstock).

Itulah deretan keuntungan dan kerugian memasukkan keuangan keluarga di dalam satu rekening. Tapi kamu harus ingat, mau digabungkan atau dipisahkan, di dalam pernikahan biasanya ada hukum ‘uangmu uangku juga’. 

Artinya uang yang dihasilkan istri maupun suami, tetap milik mereka bersama, bukan milik masing-masing. Meskipun ada juga pasangan yang memutuskan untuk independen secara keuangan meskipun telah menikah. 

Intinya, dalam keuangan keluarga, mau digabungkan atau dipisahkan, keberhasilannya diukur dari sikap saling percaya dan terbuka antar pasangan. Lebih khususnya jujur terkait dengan penghasilan, tujuan keuangan, dan preferensi masa depan masing-masing. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)