Mau Merdeka Finansial Secepat Kilat? Tinggalkan 4 Kebiasaan Jelek Ini di 2020

Merdeka finansial

Sudah mau tahun 2020 nih, yuk kita jadikan merdeka finansial sebagai resolusi tahun depan! Karena inflasi itu mengerikan lho!

Di tahun 2019 ini, kita kerap menyaksikan kenaikan upah minimum rata-rata di berbagai provinsi. Tapi, jangan salah, kenaikan upah minimum juga diikuti dengan kenaikan harga serta biaya-biaya lain. Itulah yang akhirnya memicu terjadinya inflasi.

Mereka yang merdeka finansial tentunya gak bakal pusing dengan hal satu ini. Karena “harga” atau “biaya” apapun yang harus mereka bayarkan untuk membeli produk atau menggunakan jasa yang kita butuhkan.

Khusus bagi yang sudah mantap bebas finansial, yuk kita tinggalkan lima kebiasaan buruk ini di tahun 2020. 

1. Gak punya tujuan finansial yang jelas

Merdeka finansial
Gak punya tujuan finansial yang jelas

Mau merdeka finansial? Ya, kamu juga harus punya tujuan finansial dalam jangka pendek atau panjang.

Tujuan finansial seseorang itu beragam. Namun, ada baiknya untuk dikategorikan menggunakan “usia”.

Anggap saja sekarang usiamu 27 tahun, maka sebelum usia 30 tahun kamu sudah harus punya aset properti, menabung untuk biaya nikah, punya penghasilan oke sebagai  “manajer”, dan lainnya.

Intinya, hidup itu harus ada targetnya. Target-target ini harus dicapai sesuai waktu yang kamu tentukan. 

Baca juga: Ayo Merdeka Finansial! Ini 4 Tips Mengatur Keuangan Biar Gak Kere

2. Gak punya dana darurat 

Merdeka finansial
Gak punya dana darurat

Selalu saja gaji bulanan habis gak jelas, entah dipakai belanja atau pengeluaran lain. Itu salah besar lho!

Dana darurat itu sangat penting untuk dimiliki, besarannya pun beragam. Namun, idealnya adalah enam bulan dari penghasilan bulanan. Mengapa demikian? 

Karena kita gak tahu sampai kapan kita masih bisa bekerja di perusahaan saat ini. Bisa jadi bulan depan, atau malah besok. Kita juga gak tahu apakah perusahaan ini punya itikad baik untuk bayar pesangon. Itulah mengapa dana darurat harus ada!

3. Berpegang teguh sama prinsip YOLO, tapi ngaco

Merdeka finansial
Berpegang teguh sama prinsip YOLO, tapi ngaco

You Only Life Once alias YOLO, mungkin sangat erat dengan gaya hidup kaum millenials. Setuju gak?

Tren gaya hidup ini lebih mengutamakan ego pribadi karena ditujukan untuk memenuhi maunya sendiri. Contohnya, ketika ingin makan, mereka gak pernah pikir harga. Ketika enak, ya ambil!

Atau ketika ingin sesuatu yang mahal. Maka gak usah pikir panjang lagi, “beli” mumpung ada duit.

Secara gak langsung prinsip ini justru membuat kita jadi konsumtif alias mementingkan apa yang kita “mau”. Padahal yang kita inginkan belum tentu kita butuhkan lho

Bila kamu bijak, YOLO mungkin bisa jadi prinsip bahwa karena hidupmu cuma sekali, maka manfaatkanlah sebaiknya untuk bisa memberikan yang terbaik buat diri sendiri, keluarga, dan orang-orang di dekatmu. 

Jangan biarkan dirimu jauh dari merdeka finansial karena kesalahan dalam manajemen keuangan.

4. Berpikir semua akan indah pada waktunya

Merdeka finansial
Berpikir semua akan indah pada waktunya

Bukannya nakut-nakutin, tapi benar ada anggapan yang menyebutkan semua akan “punah” pada waktunya. Ini justru konstradiktif dari “indah”.

Sebut saja seperti banyaknya pekerjaan yang sudah bisa digantikan oleh robot atau artificial intelligence. Fenomena ini seringkali terjadi, bukan? Telemarketing saja bisa diganti dengan chatbot, atau apalagi? 

Itulah sebabnya, gak cukup bagimu hanya mengandalkan keahlian seperti saat ini dimiliki. Cobalah kembangkan potensi lain semaksimal mungkin. 

Barangkali akan ada bakat-bakat tersembunyi di dirimu yang ternyata bisa menghasilkan uang di masa depan.

Itulah empat hal yang wajib ditinggalkan bila ingin merdeka finansial dengan cepat. Yuk, persiapkan masa depan kita agar lebih baik!  (Editor: Chaerunnisa)