Perencanaan Dana Pensiun

Buat kaya raya saat jadi pensiunan, miliki aset-aset potensial. (Shutterstock)

Dana pensiun adalah hal penting yang acap dilupakan oleh sebagian pekerja. Pasalnya, masa pensiun adalah waktu beristirahat atau menganggur yang relatif lama. Itulah yang harus diperhatikan dan dipersiapkan sejak pertama seseorang mengarungi masa kerja.

Biasanya di Indonesia, kecuali untuk mereka yang berwiraswasta, pekerja akan menjalani masa pensiun pada usia 55-60 tahun. Setelah itulah dana tersebut akan bekerja dan setiap pekerja akan merasakan manfaatnya.

Sesuai dengan peraturan Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, bukan hanya pegawai negeri sipil (PNS) yang mendapatkan hak dana tersebut lagi, melainkan juga pekerja swasta. Perusahaan yang menaungi pekerja swasta itu mengikutsertakan karyawan dan karyawatinya ke dalam program dana pensiun lembaga keuangan (DPLK).

Setiap bulan, gaji pokok pekerja swasta yang masuk ke dalam program DPLK akan dipotong sekitar 3%. Dana itu akan masuk ke dalam program pensiun DPLK. Selain itu, potongan tambahan juga akan dikenakan kepada karyawan apabila perusahaan mengikutsertakan para pekerjanya ke dalam program kesehatan seperti Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek).

Namun, perkembangan DPLK alias uang pensiun itu relatif kecil. Bunganya hanya sekitar 5-6 persen per tahun dan kemungkinan tak akan mencukupi jika dipakai untuk kebutuhan masa pensiun yang lumayan panjang.

Sebagai informasi, angka harapan hidup di Indonesia adalah 72 tahun pada 2014. Kalau pekerja swasta memasuki usia pensiun pada 55 tahun, uang pensiun itu harus mencukupi minimal untuk tujuh tahun ke depannya.

Untuk itu perlu perencanaan yang tepat dan matang agar masa pensiun itu bisa dilalui dengan tenang. Lebih bijaksana jika dibarengi dengan perencanaan dana pensiun yang disisihkan sendiri, selain dari potongan gaji pokok untuk DPLK. Langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan untuk merencanakan uang pensiun dengan baik?

1. Standar hidup

Tentukan standar kehidupan yang Anda inginkan saat pensiun nanti. Ada baiknya untuk memangkas kebutuhan yang tak perlu saat pensiun, karena hal itu justru akan memicu biaya yang tak terduga di kemudian hari. Namun, jika memang itu diperlukan untuk ketenangan dan kesehatan psikis, tak masalah selama Anda sudah mengantisipasinya jauh-jauh hari.

Sebagai contoh kasus adalah untuk pemilihan kendaraan. Saat bekerja, Anda tentu memilih kendaraan yang bagus bahkan bermerek sebagai alat transportasi utama. Gaya hidup Anda akan menentukan pilihan itu, selain dari keandalan produk itu sendiri.

Tapi, pilihan itu berubah tatkala Anda memasuki masa pensiun. Kendaraan yang mudah dirawat, dengan suku cadang terjangkau, dan tak perlu bermerek sudah selayaknya menggantikan kendaraan utama Anda saat bekerja. Pertimbangannya adalah frekuensi perjalanan Anda akan berkurang setelah Anda memasuki masa pensiun. Kebutuhan sopir pribadi juga patut dipertimbangkan keberadaannya lagi dan Anda sudah selayaknya memikirkan asisten pribadi yang lebih multifungsi.

Itu hanya sebagian kecil perubahan gaya hidup pada masa pensiun, yang sekiranya akan memperingan beban pembiayaan dan juga membuat Anda lebih tenang.

2. Pilih investasi yang sesuai

Ada banyak investasi untuk masa pensiun. Setiap pekerja swasta punya hak untuk hak memilihnya, tentu saja dengan pertimbangan yang tepat yang berasal dari ahlinya. KreditAja.com bisa jadi solusi untuk mencari tahu investasi apa yang tepat untuk dana pensiun Anda.

Setelah Anda mengetahi kebutuhan pada saat pensiun, yakni seusai menentukan standar hidup seperti di atas, Anda bisa memilih instrumen investasi untuk mengembangkan uang pensiun Anda secara cepat.

Jika memang usia Anda masih terbilang muda dan target pensiun Anda masih terhitung lama, Anda dapat memilih instrumen yang agresif, seperti saham, reksadana atau produk campuran keduanya.

Produk itu memang memiliki keuntungan berlipat. Bahkan, ada sebuah perusahaan investasi mewajibkan karyawannya untuk menabung dalam bentuk saham atau reksadana. Setiap bulan mereka wajib menyisihkan sebagian pendapatan untuk membeli produk investasi itu, yang sangat berguna ketika masa pensiun tiba. Kemampuan pengembangbiakan dana yang cepat jika dibarengi pemilihan yang tepat, akan membuat dana pensiun Anda melesat dalam waktu singkat.

Uang pensiun tambahan itu perlu, mengingat mekanisme DPLK yang memiliki formula investasi pendapatan tetap dan membuat dana Anda cenderung berimbal balik konservatif.

Kalau Anda memang menginginkan, Anda bersama serikat pekerja bisa menyuarakan aspirasi para pekerja dengan memberi masukan investasi kepada pengelola DPLK, agar lebih agresif berinvestasi. Toh, semuanya akan berpulang dan bermanfaat kepada masing-masing karyawan.

Apalagi, sejumlah bank juga menawarkan produk untuk mengelola DPLK secara agresif, yakni dengan memutarnya kembali di pasar uang, campuran hingga saham. Yang perlu dilakukan adalah menjalin komunikasi yang intens antara Anda sebagai karyawan dan pengelola DPLK di tempat Anda bekerja. Setelah itu, menyatukan visi ke mana dan bagaimana uang pensiun alias DPLK itu akan dikelola yang di kemudian hari akan memberikan manfaat lebih kepada Anda dan seluruh karyawan.

3. Pantau investasi pensiun

Setelah semuanya siap, Anda jangan lupa untuk memantau investasi dana pensiun. Akan lebih baik jika setiap bulan Anda menerima pemberitahuan dari pengelola investasi pensiun, tentang perkembangan investasi Anda.

Evaluasi itu berguna ketika suatu saat Anda memiliki informasi untuk mengubah sebagian atau bahkan semua uang pensiun Anda, ke produk investasi yang lebih aman. Atau bisa juga Anda bisa mempercepat masa pensiun, jika memang perkembangan investasi Anda lebih cepat dari prediksi semula.

Semua itu berpulang kepada Anda sendiri. Pantau terus perkembangan informasi tentang investasi dan dana pensiun di KreditAja.com.