Meski Hobi Koleksi Sepatu, Coba Tahan Hasrat Itu Sedikit. Ini Sebabnya!

Mata Anne seketika berbinar saat melintas di depan merchant sepatu merek populer di sebuah mal di daerah Jakarta Selatan. Pas banget tuh, di kaca display terpampang besar tulisan ‘50% Discount’. Tanpa pikir panjang Anne langsung menghambur masuk dan melihat-lihat koleksi sepatu toko itu.

 

Sepertinya gak heran lagi ya kalo makhluk yang namanya cewek itu paling gak bisa menahan hasrat belanja, entah itu baju, tas atau sepatu. Ya maklum aja deh, perempuan itu kan ingin selalu terlihat menarik di setiap kesempatan. Hal ini berlaku baik bagi perempuan single maupun menikah.

 

Balik ke Anne yang keluar dari merchant sepatu sambil senyam-senyum sendiri sambil menenteng tas belanja yang isinya dua pasang sepatu high heels baru. Soal sepatu, Anne gak pernah itung-itungan walau akhirnya kebanyakkan koleksi sepatunya hanya teronggok manis di atas rak sepatu.

 

Bisa selalu tampil dengan padanan baju, tas dan sepatu dengan warna yang sama merupakan kebahagiaan kecil dari kebanyakkan wanita. Gak jarang deh tuh keputusan beli sepatu sering hanya karena kalimat ‘ih lucu ya’. Bukan karena didorong oleh kebutuhan akan sepatu itu sendiri.

 

[Baca : 8 Hobi yang Asyik Namun Sekarang Sedikit Terlupakan]  

 

 

Simulasi data koleksi sepatu Anne lengkap dengan harganya :

 

Nah, dari sifat dasar perempuan yang udah kayak kodrat itu, Anne pun punya hobi koleksi sepatu yang agak-agak bejibun. Kalau dibikin daftarnya, kira-kira setahun kayak gini:

 

 

Satu Kali Pakai Jarang Dipakai Sering Dipakai
Marie Claire Heels – Rp 500.000 Everbest Heels – Rp 1.200.000 Karen & Chloe Flat – Rp 660.000
Yongki Komaladi Wedges – Rp 400.000 Betsy Ankle Boots with Heel – Rp 760.000 The Little Thing She Needs Sandal – Rp 350.000
Something Borrowed Heels Ankle Booties – Rp 430.000 Dr Marten Red Boots – Rp 1.300.000 Velvet Flats – Rp 230.000
Nine West Sandal Casual – Rp 520.000 Blue Converse – Rp 500.000 Marie Claire Hayden Flat – Rp 350.000
Gosh Female Wedges – Rp 500.000 Zalora strappy heels – Rp 380.000
Aldo Rosee Ballerina – Rp 880.000
Total = Rp 3.230.000 Total = Rp 4.140.000 Total = Rp 1.590.000

 

Total uang yang dihabiskan Anne untuk sepatu yang “sering dipakai” = Rp 1.590.000

 

Total uang yang dihabiskan Anne untuk sepatu yang “sekali pakai” + “jarang dipakai” = Rp 7.370.000

 

Kamu bisa lihat kan, total uang yang Anne habiskan dalam setahun untuk koleksi sepatu yang jarang dipakai dan sekali pakai lebih besar dibanding yang sering dipakai. Artinya apa? Ya itu berarti pemborosan dong!

 

Emangnya gak ngerasa sia-sia tuh, uang sebanyak Rp 7 juta-an hanya berakhir teronggok nganggur di rak sepatu. Seiring waktu, benda-benda seperti sepatu itu bakalan rusak loh. Apalagi kalo cuma beli sepatu buat disimpen aja tanpa dirawat, buat apa?

 

hobi koleksi sepatu

 

Hobi itu sudah biasa ya, investasi? Itu baru sesuatu yang luar biasa!

 

Coba kalo jumlah uang itu kamu alihkan ke investasi. Misalnya reksa dana. Jenisnya pun gak usah yang besar, yang paling simpel aja dulu seperti reksa dana pasar uang.

 

 

Kamu gak ngerti? Jangan takut dan bingung! Sekarang banyak kok bank dan lembaga keuangan lain yang menawarkan produk investasi reksadana.

 

[Baca : Belajar Investasi di Reksa Dana untuk Pemula Gak Ribet Gak  Bikin Pusing]

 

 

Keuntungan yang bisa diraih di reksa dana pasar uang lebih besar dari tabungan, mencapai 8% per tahun. Hasil reksa dana juga tidak dikenakan pajak. Gimana? Cukup menggiurkan dong?

 

Coba kalau uang Anne yang sebesar Rp 7.370.000 itu diinvestasikan dalam reksa dana pasar uang. Dalam setahun bisa nambah 8% yakni sejumlah Rp 589.600.

 

Mau untung yang lebih besar lagi? Coba belajar dulu reksa dana saham. Dalam 5 tahun, hasilnya bisa berkembang hampir 80%!

 

hobi koleksi sepatu

Jangan takut kalau mau mulai mencoba investasi saham, minta bantuan ahlinya dong!

 

 

[Baca : Reksa Dana Pasar Uang Cocok untuk Dana Darurat Reksa Dana Saham Jangka Panjang]

 

 

Nah kalau duit udah beranak-pinak, terserah deh kalau mau beli sepatu buat memuaskan hasrat hati sekali-sekali. Tapi kalau bisa, dikembangin aja terus, daripada sepatu mending beli rumah, misalnya.

 

Tapi kalau belinya masih dengan utang atau meski secara tunai tapi jadi bikin utang buat kebutuhan lain, ya jangan dong. Buat yang masih kebiasaan kayak gitu, ikuti deh tips-tips berikut ini:

 

  • Kurangi kebiasaan membeli sepatu yang biasanya sebulan sekali menjadi tiga bulan sekali
  • Untuk sementara waktu, coba hindari melewati toko-toko sepatu
  • Saat hasrat membeli sepatu sudah tidak tertahankan, usahakan untuk beli sepatu yang lagi diskon gede-gedean atau promo. Kalo kamu pengguna kartu kredit, beli sepatu di merchant yang punya program sama penerbit kartu kredit kamu.
  • Stop membeli sesuatu hanya karena ‘’ih lucu’
  • Tentukan, apakah sepatu yang ada di depan mata itu keinginan atau kebutuhan
  • Tentukan budget termahal semisal Rp 1.000.000 untuk sepasang sepatu, jangan sampai beli yang lebih mahal dari itu.

 

Dengan mengalihkan uang yang kamu belanjakan untuk sepatu-sepatu nganggur itu ke investasi reksadana, kamu bakalan dapet keuntungan yang lumayan bisa bikin senyum kamu makin lebar kan.

 

[Baca : Investasi Reksa Dana Pasar Uang Cocok Buat Investor Pemula yang Kebelet Pengin Duit Beranak Pinak]  

 


hobi koleksi sepatu

Sekarang pikir-pikir dulu, lebih baik buang-buang uang atau dapet keuntungan? 

 

&nbs