Miliki Utang Segunung, 9 Negara Ini Bangkrut Karena Gak Bisa Bayar Cicilan

Utang negara selalu menjadi hal yang seksi untuk diperbincangkan. Apalagi kalau udah disangkutpautkan dengan urusan politik. Dijamin obrolan bakal berkobar-kobar udah kayak api unggun disiram bensin.

Seperti bicara utang negara kita. Banyak yang bilang kalau utang Indonesia itu udah gawat, bahaya, pokoknya darurat deh. Padahal, Pemerintah udah mengatakan kalau utang negara masih aman.

Pemerintah beralasan utang negara yang tembus Rp 5.000 triliun gara-gara menguatnya mata uang dolar masih berada di rasio yang aman. Rasio utang Indonesia sendiri berada di sekitaran angka 30 persen. Sementara batas maksimal rasio yang ditetapkan sebesar 60 persen.

Walaupun begitu, namanya utang mesti diperhatikan betul-betul. Soalnya kalau gagal bayar, dampaknya mengerikan.

Seperti negara-negara berikut ini yang punya utang, tapi gak sanggup melunasinya. Sampai-sampai karena gak terbayar, negara-negara ini dilabeli negara bangkrut. Pengin tahu negara mana aja yang bangkrut gara-gara utang? Ini daftarnya.

1. Argentina

Buenos Aires (ilustrasi).

Pada 2001, Argentina dinyatakan bangkrut gara-gara gagal bayar utang negara US$ 100 miliar. Semua ini berawal dari kebijakan Pemerintah Argentina yang mematok US$ 1 sama dengan 1 peso Argentina.

Krisis yang terjadi tahun 1998 ternyata turut memberi dampak negatif ke perekonomian Argentina. Utang negara dalam bentuk obligasi pun gak terbayar karena mata uang peso Argentina melemah terhadap dolar. Kondisi ini diperparah karena korupsi yang terjadi.

Argentina pun dinyatakan bangkrut dan mau gak mau terima bantuan dari IMF. Rupanya gagal bayar utang ini gak sekali ini aja. Pada 2014, Argentina kembali dinyatakan bangkrut.

2. Moldova

Kishivev, Moldova (Ilustrasi).

Pada Januari 2001, Moldova kewalahan melunasi utang negara yang mencapai US$ 145 juta. Negara miskin di Eropa ini dinyatakan gagal bayar utang pada tahun 2002.

Buat mengatasi situasi tersebut, Moldova mau gak mau harus merestrukturisasi utang. Bisa dibilang dengan restrukturisasi utang, Moldova perlahan-lahan bisa memperbaiki ekonominya dan pembayaran utang bisa terus berjalan.

3. Uruguay

Negara ini juga gak bisa membayar utang yang mencapai US$ 5,7 miliar.

Krisis yang terjadi di Argentina juga beri memberi dampak buruk ke perekonomian Uruguay. Negara ini juga gak bisa membayar utang yang mencapai US$ 5,7 miliar.

Utang negara tersebut berasal dari obligasi dan apesnya Uruguay gak bisa membayarnya saat udah jatuh tempo tahun 2003 dan 2004. Seketika negara Amerika Latin ini dinyatakan bangkrut dan krisis melanda seluruh negeri.

4. Republik Dominika

Bendera Republik Dominika (shutterstock).

Menanggung utang sebesar US$ 1,62 miliar ternyata membawa keterpurukan pada ekonomi Republik Dominika. Negara ini gak sanggup memenuhi kewajibannya buat membayar utang.

Republik Dominika mengambil kebijakan restrukturisasi utang agar terlepas dari krisis dengan memperpanjang tenor pembayaran utang selama lima tahun.

5. Belize

Bendera Belize (Shutterstock_.

Pelemahan mata uang membawa dampak buruk buat Belize. Utang negara yang mencapai US$ 242 juta gagal dibayarkannya.

Kebijakan restrukturisasi utang pun diambil demi bisa menyelamatkan perekonomian negara. Dengan begitu, Belize mendapat keringanan dalam pembayaran utang.

6. Ekuador

Ekuador (Shutterstock).

Wajib melunasi utangnya yang mencapai US$ 3,2 miliar, Ekuador malah menolak memenuhi kewajibannya. Hal ini disampaikan Presiden Rafael Correa pada Desember 2008.

Rafael Correa menyebut sebagian besar utang negara yang mesti dibayarkan sebagai utang yang gak sah. Ia juga bilang utang Ekuador kepada hedge fund sebagai utang gak bermoral.

7. Yunani

Yunani (Shutterstock).

Krisis yang terjadi di Yunani paling menyedot perhatian. Pasalnya, negara yang menjadi bagian dari Uni Eropa ini menanggung banyak utang. Jumlahnya pun gak main-main, yaitu sekitar 1,6 miliar euro. Pada 2015, negara ini dinyatakan gagal membayar utangnya yang besar itu.

Buat mengatasi krisis dalam negeri dan membayar cicilan utangnya, Yunani terpaksa memenuhi syarat IMF dan Eropa agar melakukan penghematan. Setelah 8 tahun berhemat, perlahan-lahan Yunani bisa bangkit dan membayar utangnya.

9. Venezuela

Caracas, Venezuela (Shutterstock).

Udah jatuh tertimpa tangga. Perumpamaan itulah yang bisa menggambarkan kondisi dari Venezuela. Negara yang dilanda krisis berkepanjangan gara-gara jatuhnya harga minyak ternyata juga dibelit utang yang besar nilainya, yaitu US$ 65 miliar.

Venezuela pun dinyatakan gagal membayar utang negara. Menghadapi situasi ini Venezuela mengambil kebijakan restrukturisasi utang. Diperkirakan inflasi yang menjadi penyebab krisis negara ini bakal mencapai 1 juta persen akhir tahun 2018.

Itu tadi sembilan negara yang bangrut karena gak sanggup bayar utang negara. Asal tahu aja nih. Dampak yang ditimbulkan dari bangkrutnya negara itu gak enak banget.

Paling jelas adalah ekonomi bakal lesu karena pasar saham jatuh, bank kehabisan uang seperti yang terjadi di Yunani, program sosial Pemerintah bisa terhenti, banyak usaha yang tutup, ekspor dan produksi melambat, hingga kondisi gak terkendali.

Semoga aja Indonesia jangan sampai bangkrut dan mengalami hal-hal seperti di atas. Sebab krisis yang terjadi 1998 udah cukup jadi pembelajaran. Dan lagi pula siapa sih yang pengin hidup susah gara-gara ekonomi jatuh? (Editor: Winda Destiana Putri).