Milo dan Bear Brand Makin Laku, Ini yang Akan Dilakukan Nestle!

Susu Bear Brand (Shutterstock)

Lewat penjualan Milo, Bear Brand PT Nestle Indonesia berniat meningkatkan minat minum susu masyarakat Indonesia. Hal ini didukung oleh industri makanan dan minuman di Indonesia yang memiliki potensi pertumbuhan yang besar.

Selain didukung sumber daya alam yang melimpah dan permintaan domestik yang besar. Sejumlah produsen masih percaya diri untuk meningkatkan investasi dan berekspansi guna memenuhi permintaan pasar, baik di domestik maupun ekspor.

“Hal tersebut menunjukkan pula bahwa optimisme dan kepercayaan dari para investor terhadap peluang di Indonesia masih sangat besar. Apalagi didukung dengan iklim usaha yang kondusif,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Tambah Tiga Pabrik Baru

Ekspansi yang dilakukan oleh PT Nestlé Indonesia itu mencakup tiga pabriknya yang berlokasi di Karawang, Pasuruan, dan Bandar Lampung. Total nilai investasi yang digelontokan mencapai US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun.

Di pabrik Karawang, PT Nestlé Indonesia memproduksi minuman cair (Milo). Kemudian di pabrik Pasuruan untuk produk susu cair (Bear Brand), dan di pabrik Bandar Lampung memproduksi bumbu masak (Maggi).

Peningkatan investasi ini menambah total kapasitas produksi PT Nestlé Indonesia, dari 620.000 ton per tahun menjadi 775.000 ton per tahun atau naik 25 persen.

“Kami mengapresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan PT Nestlé Indonesia dalam mendukung perkembangan industri makanan dan minuman di Tanah Air. Sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” papar Airlangga.

Kementerian Perindustrian mencatat, pada triwulan I tahun 2019, pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 6,77 persen. Angka ini di atas pertumbuhan ekonomi yang menyentuh di angka 5,07 persen. 

Selain itu, industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 35,58 persen terhadap PDB industri nonmigas. 

Dorong Laju Ekonomi

Selanjutnya, industri makanan dan minuman memberikan sumbangsih signfikan terhadap peningkatan nilai investasi. Jumlahnya sebesar US$383 juta (PMA) dan Rp8,9 triliun (PMDN) pada paruh pertama tahun ini. 

Total penyerapan tenaga kerja industri makanan dan minuman mencapai 1,2 juta orang. Menperin menyampaikan, pihaknya terus mendorong peningkatan konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia. Saat ini masih sekitar 16,9 kg per kapita per tahun.

“Potensi pertumbuhan industri pengolahan susu di Indonesia masih sangat tinggi,” ungkapnya.

Libatkan Petani dan Peternak Lokal

Oleh karena itu, menurutnya, perluasan dan peningkatan produksi PT Nestlé Indonesia merupakan langkah yang tepat. Utamanya dalam memenuhi kebutuhan produk olahan susu maupun bumbu masak instan bagi masyarakat Indonesia.

“Apalagi, kami mengetahui dalam pemenuhan bahan baku, PT Nestlé Indonesia telah melakukan kemitraan selama lebih dari 40 tahun. Dengan kurang lebih sebanyak 50.000 peternak sapi perah, petani kopi, kakao, dan beras.

Dengan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas bahan baku, Pemerintah mengapresiasi business model ini. Kita akan menggunakan model Nestle untuk pengembangan peternak di Indonesia,” tuturnya

Menperin berharap agar upaya kemitraan tersebut, terutama untuk kemitraan dengan peternak sapi perah dapat terus ditingkatkan. Sehingga impor bahan baku untuk industri pengolahan susu dapat semakin menurun.

Permintaan Pasar Meningkat

Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Dharnesh Gordhon mengatakan, pihaknya melihat kesempatan bisnis di Indonesia semakin kondusif. Hal ini dengan diiringi pertumbuhan permintaan konsumen terhadap produk-produk makanan dan minuman yang bergizi dan berkualitas tinggi. 

“Memberikan produk bernilai tambah merupakan salah satu wujud upaya kami untuk meningkatkan kualitas hidup. Kami juga terus berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat Indonesia,” sebutnya.

Dharnesh menambahkan, perluasan pabrik merupakan bentuk nyata dari komitmen Nestle Indonesia untuk menciptakan manfaat bersama. Tidak hanya melalui produk yang berkualitas tinggi dan bernutrisi, tetapi sekaligus memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat.

“Melalui investasi ini, kami berharap dapat meningkatkan produktivitas petani dan peternak sebagai pemasok bahan baku kami. Selain juga kualitas produksi, yang selaras dengan tujuan kami untuk meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi untuk masa depan yang lebih sehat,” paparnya.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →