Tidak Disambut Baik di Indonesia, Datsun Resmi Hengkang pada Januari Tahun Depan

Tidak-Disambut-Baik-di-Indonesia-Datsun-Resmi-Hengkang-pada-Januari-Tahun-Depan-Shutterstock.

Satu lagi kabar tidak enak datang dari industri otomotif di Indonesia. Setelah General Motors (GM) menyatakan akan berhenti untuk berjualan mobil di dalam negeri, kini giliran Mobil Datsun. 

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika, pihak PT Nissan Motor Indonesia (NMI) sebagai induk perusahaan Datsun di Indonesia memang sudah membuka pembicaraan bahwa mereka akan berhenti jualan mobil merek tersebut.

Informasi mengenai mundurnya Datsun di pasar otomotif Indonesia memang belum disampaikan secara resmi ke publik. Bahkan kata Putu, NMI belum sempat membicarakan hal tersebut ke Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Perindustrian (Menperin).

“Datsun sedang mencari waktu untuk bisa melapor kepada Menteri Perindustrian, tetapi saat ini Menperin memang sedang sibuk-sibuknya mendampingi Pak Presiden Jokowi ke Korea Selatan,” papar Putu, di Jakarta, mengutip laman Carmudi Indonesia

Putu menambahkan bahwa sebenarnya Datsun sedang mencari waktu yang tepat untuk umumkan pengunduran dirinya dari Indonesia.

“Datsun ingin menyampaikan juga secara resmi. Datsun sudah berkomunikasi kepada saya di telepon, tapi saat itu saya sedang berada di Jepang kemarin. Lewat sambungan telepon mereka (NMI) bilang ingin melapor bahwa ada perubahan strategi karena kita posisinya seperti ini (penjualan kurang cemerlang),” sambung dia.

Penjualan Tidak Mencukupi

Datsun
Datsun Go (Carmudi Indonesia)

Datsun mulai menancapkan taringnya di Indonesia pada 2014. Saat ini Datsun punya tiga produk yang ditawarkan ke konsumen di Indonesia, Datsun GO, Datsun GO+, dan Datsun Cross. Sayangnya produk Datsun kurang mendapat sambutan baik di dalam negeri.

Merujuk pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan ritel (diler ke konsumen) Datsun periode Januari-Agustus sebanyak 5.646 unit atau turun sekira 21 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Salah satu penyebab Datsun mundur karena skala penjualannya tidak mencukupi untuk skala bisnis. Itu harus diperhitungkan break even point (BEP), nah mereka tidak berhasil mencapai tahap BEP, BEP mereka di bawah itu,” terang Putu.

Mundurnya Datsun dari pasar Indonesia menurut Putu merupakan hal biasa. Apalagi persaingan antar merek mobil di Indonesia semakin ketat. “Hal wajar ya, itu sebatas bisnis dan persaingan produk saja,” pungkas Putu.

Sejarah Nissan

Datsun
Nissan di Indonesia (Shutterstock).

Nissan merupakan salah satu perusahaan manufaktur otomotif terbaik di dunia. Sejarah besar Nissan dimulai saat pendiriannya oleh Kwaishinsa pada 1911. Di awal pendiriannya perusahaan ini dikenal dengan nama Kwaishinsa Motor Car Works.

Hingga akhirnya pada tahun 1913, Kwaishinsa berhasil membuat mobil pertamanya dan diberi nama model DAT. Menurut catatan sejarah Nissan, DAT juga merupakan cikal bakal kemunculan perusahaan Datsun sebagai produsen mobil di samping truk sebagai produksi utama mereka.

Nama Kwaishinsa sendiri mulai diubah menjadi Nissan pada tahun 1934. Perubahan ini dilakukan karena Yoshisuke Aikawa sebagai pemilik perusahaan induk Nihon Sangyo yang membeli lini produksi mobil kecil DAT Motor. Nah, Nihon Sangyo merupakan kepanjang dari Nissan.

Di bawah naungan Nissan, Datsun menghasilkan mobil-mobil bersejarah. Seperti misalnya yang muncul di sejarah Nissan adalah Datsun 14 yang dikenal sebagai mobil pertama yang diekspor. Kemudian pada 1955 muncul mobil berpenumpang pertama yakni Datsun 110.

Nissan Masuk ke Indonesia

Datsun
Mobil merek Nissan (Shutterstock)

Mobil produksi Nissan pun mulai masuk ke pasar otomotif Indonesia pada era 60-an ketika mereka melakukan ekspansi juga ke seluruh Asia dan benua Amerika. Namun saat itu justru bukan nama Nissan yang dibawa melainkan Datsun. Pada saat itu jumlah mobil yang diproduksi mereka untuk pasar Tanah Air hanya sekitar 750 unit saja dan distribusi dilakukan oleh PT Indokarya selaku Agen Tunggal.

Namun kemudian PT Indokarya tidak hanya berperan dalam distribusi saja. Pada 1974 mereka pun memutuskan untuk memproduksi Datsun sendiri dengan kandungan 75 persen bahan-bahan lokal atas anjuran pemerintah. Hingga pada 1981, agen tunggal Nissan berpindah tangan ke Wahana Wirawan dimana mereka mulai memproduksi mobil jeep dan taksi.

Selang lima tahun mereka pun membentuk perusahaan distribusi Nayaka Wirawan sebelum akhirnya dibeli oleh perusahaan Indomobil Group dan mulai tahun 1989 Indocitra Buana menjadi perusahaan distribusinya.

Di era 80-an ini menyisakan unit model Datsun 620 sebagai mobil pick-up yang terkenal di Indonesia. Datsun 620 cukup populer saat itu di samping mobil Datsun lainnya seperti Datsun Sunny, Datsun Bluebird 510, Datsun 180SX dan tentu saja Datsun 280Z.

Di era 90-an Nissan mulai memasarkan mobil dengan jenis sedan di kota-kota besar Indonesia. Dengan begitu, identitas Nissan sebagai manufaktur otomotif terbesar semakin kokoh di Indonesia. Meski Datsun mundur dari pasar Indonesia, bukan serta merta kamu lantas enggan membeli merek Nissan lainnya kan?

Buat kamu yang punya mobil Datsun, kamu bisa memilih berbagai pilihan asuransi Datsun terbaik di lifepal.

(Editor: Winda Destiana Putri). 

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →