4 Mobil Klasik Uya Kuya, Ada yang Bekas Keluarga Presiden dan Raja!

Uya Kuya

Uya Kuya dikenal sebagai salah satu artis yang memiliki harta melimpah. Semuanya bisa tercermin dari gaya berpakaiannya, mulai dari baju hingga jam tangan yang nilainya sampai miliaran rupiah.

Hunian yang selama ini ditempatinya saja berbentuk seperti istana, dengan harga mencapai Rp 14 miliaran. 

Layaknya konglomerat lainnya, mantan personel grup musik Tofu ini juga punya koleksi mobil lho

Kalau koleksi mobil baru sih masih biasa ya, tapi dia juga punya koleksi mobil antik klasik yang semuanya masih bisa berfungsi dengan normal, meskipun ada beberapa yang mogok-mogok. 

Lewat YouTube Storibriti, penyanyi yang kini menjadi pembawa acara tersebut memiliki lima mobil klasik yang masih sering aktif digunakan. 

Penasaran mobil klasik apa saja yang dimiliki Uya Kuya? Yuk, simak di sini:

1. Mercedes Benz S280 (tahun 1970)

Uya Kuya
Mercedes Benz S280 (tahun 1970) mobil Uya Kuya (Instagram/king_uyakuya)

Mobil klasik Uya Kuya yang pertama ada Mercedes Benz S280 keluaran tahun 1970. Katanya sih, mobil ini dulunya sering dijadikan sebagai mobil kepresidenan pemimpin-pemimpin dunia. Kalau di Indonesia mobil ini biasa disebut dengan Mercy Kebo. 

Warnanya merah maroon dengan transmisi matic, mobil ini masih sering dipakai keluarga Uya untuk sekadar menjemput anaknya sekolah.

Interiornya termasuk kulit dan part lainnya masih orisinil meski performa mesinnya sudah mogok-mogokan, maklum mobil lama. 

Saking antiknya, ada yang tertarik untuk membeli peleknya dengan harga Rp 70 juta, tapi gak dilepas oleh pria lulusan FISIP UI ini.

Kalau dilihat dari OLX, harga mobil tipe ini dengan keluaran 1970-an masih berada di atas Rp 150 jutaan. 

Baca juga: Gokil, 6 Jam Tangan Uya Kuya Nilainya Lebih dari Rp 2,5 Miliar!

2. Mercedes Benz 280E (1986)

Uya Kuya
Mercedes Benz 280E (1986) mobil Uya Kuya (Instagram/king_uyakuya)

Selain punya Mercy Kebo, Uya Kuya juga punya Mercy Tiger alias Mercedes Benz 280E keluaran tahun 1986. 

Mobil yang dimilikinya ayah dua anak ini memiliki desain American Style, mulai dari bumper, interior orisinil, lampu klasik bulat, dan telah mengadopsi teknologi full injection.  

Yang bikin istimewa adalah, mobil ini katanya bekas digunakan oleh keluarga Presiden RI. Sayangnya, dia gak mau menyebutkan dengan jelas siapa pemilik mobil ini terdahulunya. 

Mercy Tiger dengan kondisi prima di OLX dijual bisa mencapai Rp 80 jutaan, sedangkan yang kondisinya sudah gak prima bisa dijual lebih murah sekitar Rp 40 jutaan. 

3.  Volvo 960 Limousine 

Uya Kuya
Volvo 960 Limousine mobil Uya Kuya (Instagram/king_uyakuya)

Kalau yang tadi bekas keluarga Presiden RI, mobil Uya Kuya yang satu ini bekas raja di Indonesia. Limousine ini dibeli karena pengalamannya menyewa limousine di Las Vegas yang mahal banget. 

Akhirnya untuk memenuhi hasratnya, dia membeli langsung di Indonesia untuk kemudian disewakan lagi. Mobilnya ini biasa disewa untuk mengantar penganten dan dikendarai langsung olehnya, jadi wajar saja kalua biaya sewanya bakal mahal. 

Volvo 960 Limousine ini termasuk ke dalam kategori mobil langka. Di Indonesia sangat susah dicari ketimbang seri Volvo 960 Non-Limousine. Tapi, kalau ditaksir harganya sih mencapai Rp 100 jutaan ke atas. 

4. Volvo S80 Limousine 

Uya Kuya
Volvo S80 Limousine mobil Uya Kuya (Instagram/king_uyakuya)

Gak cukup dengan satu Limousine, Volvo S80 Limousine juga turut menambah koleksi mobil klasik di garasi Uya Kuya. Limousine Volvo satu ini lebih modern ketimbang seri 960, karena mesinnya sudah full injection

Mobil ini sengaja dibeli olehnya untuk menghadiri acara penghargaan bergengsi di Indonesia. Karena dibelinya dalam kondisi yang sudah lama tidak terpakai, Uya pun terpaksa memodifikasinya jadi mobil limo modern menjadi lebih eksklusif. 

Dalamnya dirombak abis menjadi seperti minibar lengkap dengan fasilitas hiburan seperti karaoke. 

Itulah empat koleksi mobil klasik milik Uya Kuya yang mencenangkan. Selain mobil klasik, suami dari Astrid ini juga punya mobil Range Rover Vogue yang harganya bisa mencapai Rp 2 miliaran.  (Editor: Chaerunnisa)