Kisah Ewindha Sari Berbisnis Tas dengan Bermodalkan Rp 300 Ribu hingga Beromzet Miliaran

Kisah sukses Ewindha Sari buka usaha dengan modal bisnis Rp 300 ribu

Membangun bisnis pastinya tak semudah yang dibayangkan banyak orang, berbagai rintangan, dan tantangan pasti menghampiri seorang pebisnis hingga bisnisnya tumbuh pesat dan berkembang. Hal ini juga dialami oleh Ewindha Sari pengusaha jual beli tas dengan omzet miliaran rupiah. Hanya dengan modal bisnis Rp 300 ribuan, ia mampu lho menghasilkan cuan yang luar biasa. 

Cara yang cukup berani saat mendirikan sebuah usaha sendiri bagi Ewindha Sari kala itu. Gak seperti dibayangkan sejak awal memulai berbisnis, jatuh bangun pun ia alami kala itu hingga akhirnya kini sukses sebagai seorang pengusaha. 

Bukan hanya itu, seorang pebisnis juga harus memiliki mental yang kuat dalam menghadapi persaingan bisnis, fluktuasi perjalanan bisnis, hingga yang paling ditakuti adalah gulung tikar atau bisnis tersebut bangkrut.

Kreativitas dan juga jeli melihat peluang pasar menjadi sebuah keahlian yang perlu dimiliki seorang pengusaha.

Bangun bisnis online sejak 2008

Ewindha Sari memulai bisnis sejak tahun 2008
Bisnis online yang ia geluti dimulai sejak tahun 2008, (Instagram/@ewindhasari).

Seperti Ewindha Sari, perempuan kelahiran Kediri pada Maret 1986 ini sukses membangun bisnis bersama pasangan hidupnya Dwisoko Adinugroho. Dua sejoli ini sukses mendirikan brand tas lokal yakni Gotosovie yang hanya mengeluarkan modal bisnis cuma Rp 300 ribu. 

Siapa sangka, pada penghujung tahun 2008 kala itu, Ewindha bertemu dengan Dwisoko yang sedang mengalami permasalahan bisnis yakni pecah kongsi dengan rekan bisnisnya.

Tak mau larut dalam keadaan, keduanya membangun bisnis melalui media online sejak saat itu melalui platfrom yang banyak digunakan oleh masyarakat yakni Multiply.com dan Forum Jual Beli Kaskus. 

“Pertengahan 2009 di saat Facebook (FB) masuk dengan pesat di Indonesia. Kami memanfaatkan Platform FB untuk media jualan. Di platform FB ini adalah titik awal bisnis online saya semakin pesat. Selanjutnya Instagram, dan sampai sekarang,” ujar Ewindha kepada Moneysmart.id. 

Fokus menyambung hidup dengan berbisnis

Ewindha Sari saat tengah menjadi pembicara dalam sebuah acara
Ewindha Sari saat tengah menjadi pembicara dalam sebuah acara, (Instagram/@ewindhasari).

Ewindha bercerita, dalam membangun bisnis kala itu dirinya tidak paham jika bisnis yang dijalankan harus tahu tanggal dan tahun berdirinya, sebab saat itu dirinya fokus berbisnis untuk menyambung hidup. 

Hal itu bukan tanpa alasan, sejak lulus kuliah dari Universitas UPN Jawa Timur jurusan Ekonomi Manajemen, Ewindha belum mendapatkan pekerjaan apapun.

“Karena fokus kami hanya menyambung hidup, mendapatkan uang. Yang notabene kami berada pada titik nol. Saya lulus kuliah belum mendapat pekerjaan. Dan Mas Dwisuko mengalami bangkrut dan pecah kongsi,” ungkapnya.

Secara perlahan, bisnis yang digeluti keduanya mulai bertumbuh, hingga pada Januari 2010 menjadi tahun penetapan brand Gotosovie berdiri. Berkat modal binis dan tekad yang dimiliki, ia bersama sang pasangan berhasil membangun Gotosovie. 

Namun uniknya, sejak 2010 itu Gotosovie tidak langsung menjual produk tas, tetapi menjual produk berupa frame karton yang dibuat secara handmade dengan design custom. 

“Selanjutnya kami menjual produk laci dari karton. Dan sampai akhirnya kami memilih fokus ke satu jalur yaitu fashion, bag. Dengan segmentasi tetap sama, yaitu perempuan,” ujar Ewindha.

Modifikasi proses bisnis

Ewindha Sari saat liburan di luar negeri
Begini nih gaya pengusaha sukses yang menggeluti bisnis sejak 2008, (Instagram/@ewindhasari).

Setelah menetapkan segmen bisnis yang jelas dan produk yang dihasilkan, Ewindha bersama dengan suaminya mulai berjualan tas, akan tetapi saat itu belum diproduksi secara mandiri karena keterbatasan modal. Modal bisnis yang saat itu belum memadai buat membesarkannya, ia pun melakukan memberanikan diri buat menjalani usahanya. 

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Berjalan sukses, dan permintaan konsumen semakin meningkat dari hari ke hari, akhirnya Ewindha memberanikan diri untuk produksi secara mandiri, uniknya produksi ini dilakukan secara otodidak dengan menggabungkan keahlian Ewindha dalam hal riset dan latar belakang ilmu sang suami dalam bidang arsitek.

“Karena permintaan semakin banyak. Kami mencoba membuat design tas sendiri. Kami mencoba design secara otodidak. Dari kemampuan saya yang memang suka searching perihal fashion. Dan mas Dwisuko yang merupakan lulusan arsitek yang tidak asing lagi dengan dunia design,” urai Ewindha.

Jatuh bangun merintis Gotosovie

Saat membangun Gotosovie ia pun mengalami jatuh bangun
Salah satu jenis tas yang ia jual di bisnis onlinenya, (Instagram/@gotosovie).

Merintis bisnis Gotosovie bukan tanpa tantangan, lahir dari keluarga yang notabene bukan keluarga pebisnis menjadi sebuah hal baru. Berkat memiliki passion dalam berbisnis dan memiliki pengetahuan cukup soal bisnis ia pun mantap nih membuat Gotosovie. 

“Personally, saya bukan anak lahir dalam lingkungan orang tua berbisnis. Tapi saya tahu, passion saya adalah jualan. Kalau suami, bukan juga dari orang tua pebisnis. Tapi keluarganya sering menjual makanan, tapi dalam bentuk bisnis tradisional yang sederhana. Jadi, kami adalah seseorang yang benar–benar membuka sendiri pengetahuan tentang entrepreunership yang lebih modern dan punya goal kedepan,” kata Ewindha.

Sepanjang perjalanan bisnis, pada tahun 2012 akhir sampai 2013 akhir adalah fase yang tidak pernah terlupakan oleh Ewindha dan suaminya.  

Di tahun ke 4 bisnis berjalan, bisnisnya mengalami kegagalan dalam hal leadership, yaitu cara mengelola team. 

“Ditinggal belasan team penjualan dan hanya tersisa 4 saja, dan kami harus memulai dari awal lagi menjalaninya,” ucap Ewindha. 

Bermodalkan kreativitas dan berani

Dengan modal berani dan kreativitas, ia berhasil bikin gotosovie
Dengan modal berani dan kreativitas, ia berhasil bikin gotosovie dikenal pecinta tas, (Instagram/@gotosovie).

Membangun usaha tentunya diperlukan modal bisnis pada tahap awal, Ewindha mengatakan modal yang dikucurkan bersama suminya tidak signifikan, karena bersamaan dengan menyambung hidup.

“Sejujurnya, saya lupa modalnya berapa. Yang jelas di rekening terakhir saya hanya Rp 300 ribu. Dan suami Rp 1,8 juta. Tapi itupun hanya kami pakai untuk makan aman selama dua bulan.  Mungkin kalau nominal bisa dibilang Rp nol Ditambah modal komputer dan kamera DSLR. Maka dari itu setiap gambar yang kami jual cukup bagus. Sehingga diminati banyak orang. Dan alat-alat tersebut memang alat penyelamat kami,” jelas Ewindha.

Gotosovie berkembang pesat

gotosovie saat ini berkembang sangat pesat
Saat ini gotosovie mengalami pertumbuhan yang pesat, (Instagram/@gotosovie).

Tak hanya memiliki fasilitas produksi sendiri, Gotosovie saat juga memiliki kurang lebih 40 karyawan. Dan memproduksi hampir 2.000 produk di setiap bulannya. 

Sedangkan dari sisi sebaran produk,  sudah tersebar di seluruh Indonesia dengan rata-rata harga per item Rp 350.000.  

“Dan pasar yang mendominasi adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, Yogyakarta, Sumatra, Kalimantan. Dan selanjutnya disusul daerah Indonesia selain di atas. Untuk pasar Luar Negeri adalah, Hongkong serta beberapa customer dari Malaysia,” ungkapnya.

Hasilkan omzet miliaran rupiah

Gotosovie saat ini berhasil mendapatkan omzet hingga miliaran rupiah
Ewindha Sari bergaya dengan tas hasil karyanya, (Instagram/@ewindhasari).

Ewindha menjelaskan, dalam bisnis tas dan aksesoris terdapat tren demand yang selalu ada dari tahun ke tahun. 

“Misal di bulan menjelang lebaran, akhir tahun, end of session dari sebuah design adalah waktu terbaik untuk penjualan. Omzet selalu tidak sama dari bulan ke bulan, tetapi Gotosovie selalu berada pada angka milaran rupiah per tahun,” jelasnya.

Porsi penjualan online mendominasi

Tas yang jual memang sangat stylish dan fungsional
Gotosovie memiliki koleksi tas yang stylish dan fungsional lho bagi kamu semua, (Instagram/@gotosovie).

Dari sisi porsi penjualan, pasar online menjadi yang paling utama dengan presentase mencapai 90 persen.

“tetapi 3 bulan terakhir kami pindah kantor + showroom mulai memfokuskan penjualan offline. Terutama untuk customer yang berkenan melihat langsung produk. Fokus kami kedepan adalah membuat experience store.

Untuk e- commerce kami menggunakan platform besar seperti Tokopedia dan Shopee,” papar Ewindha.

Kiat sukses berbisnis ala Ewindha Sari

Kiat sukses berbisnis ala Ewindha Sari
Kiat sukses berbisnis ala Ewindha Sari dalam membangun Gotosovie, (Instagram/@ewindhasari).

Sementara itu, Ewindha mengatakan, terdapat tiga kiat khusus dalam berbisnis yakni Persistence, Curious, Learning. Menurutnya, tiga hal tersebut adalah modal dasar untuk seorang pebisnis. 

Tak hanya itu, untuk menjadi seorang pebisnis juga jangan terlalu banyak perencanaan, sebab jika terlalu banyak perencanaan maka eksekusi ide akan terhambat.

“Lebih baik, jika punya persiapan 70 persen lakukan saat itu juga. Selanjutnya bisa learning by doing. Dalam menjalankan bisnis pasti perlu improvement. Sebesar apapun bisnis itu. Karena bisnis itu dinamis. Asal mau belajar dan mengikuti trend yang terjadi, pasti bisa survive,” terangnya.

Kisah Ewindha Sari bisa kamu resapi nih sebagai inspirasi dalam memulai berbisnis. Dengan modal bisnis yang terbatas, Ewindha Sari bersama pasangan mampu menghasilkan omzet hingga miliaran rupiah lho. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma)

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →