Siapa Sangka, 6 Perusahaan Besar Ini Ternyata Berawal dari Modal Kecil

Boenjamin Setiawan (alux.com)

Biasanya orang berpikir bahwa perusahaan besar pastilah modal usaha juga sangat besar. Apalagi kalau perusahaan tersebut udah terkenal seantero Indonesia.

Namun, nyatanya gak semua perusahaan besar diawali dengan modal usaha yang langsung gede kok. Justru gak jarang, si pemilik usaha tersebut ternyata mengawali bisnis tersebut dari modal minim atau bahkan nol.

Penasaran siapa aja pengusaha dengan brand-nya yang kini sukses dikenal masyarakat Indonesia namun berawal dari modal usaha minim? Yuk, simak daftar berikut ini deh.

1. PT ASI Pudjiastuti

modal usaha
Kini Susi Pudjiastuti punya banyak karyawan (susiair)

PT ASI Pudjiastuti yang bergerak di bisnis perikanan dibangun oleh Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti. Perusahaan ini sekarang bahkan udah berekspansi ke transportasi udara dengan adanya Susi Air.

Kamu bisa bayangkan dong betapa besar keuntungan perusahaan ini dengan lini bisnisnya yang gak main-main. Namun, ternyata perusahaan tersebut berawal dari usaha kecil di daerah Pangandaran. Susi kala itu cuma tamatan SMP dan harus berupaya mencari uang sendiri.

Susi mencoba membuka usaha bakul ikan. Gak puas dengan jadi penjual ikan di daerahnya, Susi mencoba memeprluas pasarnya sampai ke daerah-daerah lain. Dia pun berani ambil risiko dengan menyewa truk buat membawa ikan-ikan tersebut.

Dari situlah, sekarang Susi Pudjiastuti dikenal sebagai entrepreneur. Selanjutnya, dia pun mencoba lini bisnis lain dengan mencoba mendirikan perusahaan penerbangan. Ide bisnis tersebut muncul karena dia menikah dengan seorang pilot.

2. Supermarket Kem Chicks

modal usaha gratis
Kem Chicks (pacificplace)

Kem Chicks adalah supermarket yang didirikan oleh salah satu pengusaha legendaris Indonesia, Bob Sadino. Supermarket yang menyediakan beragam bahan makanan ini salah satunya ada di daerah Kemang Raya. Mayoritas pembelinya adalah ekspatriat.

Supermarket dengan luas 300 meter ini ternyata berawal dari usaha kecil lho. Bahkan, dari lini usaha yang cukup berbeda.

Siapa sangka dulunya Bob Sadino memulai perusahaan-perusahaan miliknya tersebut dari beternak ayam dengan sang istri.

Bahkan, sebelum itu lagi, Bob Sadino sempat menjadi tukang batu. Malah Bob pernah menyewakan Mercedes-nya sendiri dan sekaligus jadi supir mobil tersebut.

Sekarang, almarhum Bob Sadino mewariskan beberapa perusahaan kepada keturunannya. Termasuk Kem Chicks, Apartemen The Mansion, dan Kem Tour and Travel.

3. Taksi Blue Bird

pinjaman modal usaha dari pemerintah
Taksi Blue Bird kini (wikipedia)

Begitu juga dengan Taksi Blue Bird, brand ini ternyata dimulai dari modal usaha yang cukup minim. Bahkan, usaha tersebut ‘lahir’ karena pendirinya yang mengalami keterpurukan.

Sekarang, siapa sih yang gak kenal sama taksi Blue Bird? Taksi tersebut bahkan terkenal dengan layanannya yang memuaskan.

Pendirinya adalah Mutiara Djokosoetono yang kemudian diteruskan oleh putranya yang bernama Purnomo Prawiro. Bisnis taksi ini berawal dari mobil bekas yang diberikan atas jasa suaminya.

Mutiara mendapatkan hadiah dua mobil berkat jasa suaminya yang sempat jadi dosen dan pendiri salah satu institusi pendidikan. Mobil bekas tersebut berupa sedan Opel dan Mercedes.

Nah, mobil tersebutlah yang kemudian dijadikan “taksi gelap” gak pakai meteran bernama Chandra Taxi. Malah saat itu, putra Mutiara yang bernama Chandra bertindak sebagai operator telepon dan putranya Purnomo jadi supir.

Gak disangka-sangka, usaha tersebut berjalan lancar. Di awal berkembangnya usaha ini, keluarga tersebut dapat membeli 25 unit mobil buat digunakan sebagai taksi. Sekarang, jangan ditanya lagi ada berapa armada Blue Bird. Blue Bird kini jadi salah satu perusahaan taksi terbesar di Indonesia.

4. Kalbe Farma

pinjaman modal usaha kecil
Logo Kalbe Farma (Kalbe.co.id)

Kalbe Farma adalah salah satu perusahaan farmasi terbesar yang ada di Indonesia. Pendirinya adalah Boenjamin Setiawan, seorang dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Perusahaan tersebut berkembang dari usaha kecil di sebuah garasi mobil. Awalnya, Boenjamin bersama teman-temannya memproduksi obat cacing. Bukan berjalan mulus gitu aja, Boenjamin bersama teman-temannya sempat mengalami kegagalan.

Perusahaan tersebut khususnya gagal karena distribusi yang kurang bagus. Masalah inilah yang kemudian dijadikan patokan oleh Boenjamin saat mendirikan perusahaan berikutnya. Perusahaan yang kemudian dikenal dengan nama Kalbe Farma tersebut didirikannya dengan bantuan keluarga.

Gak cuma itu aja, faktor penting lainnya yang bikin Kalbe Farma sukses adalah ketepatan waktu berdirinya perusahaan tersebut. Kalbe Farma muncul di saat perusahaan farmasi asing masuk ke Indonesia. Yang mana perusahaan asing tersebut menawarkan harga obat yang cukup mahal. Sementara obat-obatan lokal produksi Kalbe Farma ditawarkan dengan harga lebih murah.

5. Alfamart

kredit modal usaha
Siapa sangka banget kan dari kios jadi minimarket? (alfamartku)

Minimarket Alfamart sekarang mudah banget kamu temukan, bahkan sampai pelosok-pelosok negeri. Nah, kisah sukses perusahaan retail ini pun gak luput dari perjuangan dengan modal yang minim.

Bisnis retail ini ternyata berawal dari usaha warung kelontong, lho! Pendirinya Djoko Susanto adalah anak keenam dari sepuluh bersaudara ini harus berjuang buat hidup. Tahun 1967 dia mengelola warung sederhana milik orangtuanya yang bernama “Sumber Bahagia” di kawasan Pasar Arjuna, Jakarta.

Warung tersebut berfokus buat jualan bahan makanan. Barulah kemudian dia menambahkan rokok sebagai produk jualannya. Idenya ini ternyata membuat kiosnya tersebut makin berkembang.

Warung kelontong tersebut sukses menarik perhatian para perokok dan bahkan produsen rokok. Keuntungannya dari rokok tersebutlah yang akhirnya membuat kios milik Djoko bertambah jadi 15 kios di Jakarta.

Awalnya, supermarket Alfamart bernama Alfa Toko Gudang Rabat. Alfamart sendiri merupakan perusahaan yang terbentuk berkat kerja sama Poetra Sampoerna yang merupakan pemilik perusahaan rokok terbesar di Indonesia.

6. Keripik Maicih

pinjaman modal usaha tanpa jaminan
Selain bisnis, Reza juga aktif seminar. (axltwentynine)

Maicih Inti Sinergi adalah perusahaan yang menaungi produk makanan ringan Maicih. Meski perusahaan ini tergolong baru, yaitu hadir di tahun 2010 namun makanan ringan ini sukses berekspansi ke seluruh Indonesia.

Pendirinya adalah Reza Nurhilman, pengusaha muda yang ketika itu gak sanggup buat kuliah karena terbentur masalah dana.

Awalnya, Reza memulai usaha menjual produk-produk elektronik. Namun, suatu hari, Reza diajak oleh temannya ke Cimahi. Waktu itu dia bertemu dengan seorang nenek yang memproduksi keripik lada pedas. Makanan tersebut membuat Reza jatuh cinta dan berkeinginan buat memasarkannya.

Sayangnya, keripik tersebut cuma diproduksi pada momen-momen tertentu. Namun, gak pantang menyerah, Reza mencoba menanyakan pada si nenek mengenai resep keripik tersebut dan si nenek juga gak pelit berbagi. Dari situlah, Reza mencoba bikin keripik yang kini dikenal Maicih tersebut seorang diri.

Modal usaha awal yang dia gelontorkan adalah Rp 15 juta aja. Reza kerja sama dengan produsen keripik di Cimahi. Pemasaran awal usaha ini menggunakan media sosial. Bisa dibilang media sosial lah yang membesarkan nama Maicih sampai tersebar dimana-mana seperti sekarang.

Beragam contoh perusahaan besar yang udah disebutkan di sini patut kamu contoh deh! Modal usaha bukanlah halangan buat membuat suatu bisnis jadi besar. Ayo semangat!