Moms, Lebih Hemat Kompor Gas atau Microwave untuk Manasin Makanan?

kompor gas

Sisa makanan jangan dibuang. Mending disimpan di kulkas, lalu dipanasin saat mau dimakan. Lebih hemat daripada kudu beli lauk atau masak lagi.

Ziiinnkkk….Semua orang pasti tahu itu lah ya. Yang masih sering jadi pertanyaan orang-orang adalah lebih hemat mana buat manasin makanan, microwave atau kompor gas?

Moms, mungkin itulah pertanyaan terakbar pada abad ini, terutama yang hendak beli microwave.

Jujur, sulit membandingkan tingkat pengiritan antara microwave dan kompor gas. Sebab, ada buanyak varian microwave. Ada buanyak pula jenis kompor gas.

Cara terbaik untuk mendapat perbandingan adalah mencoba memanaskan masakan yang sama dengan alat sendiri. Tapi gak mungkin dong beli microwave cuma buat bandingin dengan konsumsi gas. Iya kalau hasilnya lebih irit. Kalau enggak?

Microwave

kompor gas
Microwave dengan desain cantik bisa jadi mood booster buat masak enak tiap hari (Tempo)

Pertama-tama, kita akan telisik sejumlah microwave dengan daya maksimal sekitar 1.000 watt. Kenapa 1.000 watt? Karena daya rendah microwave gak selalu menandakan hemat listrik.

Saat memanaskan makanan, tentunya dibutuhkan waktu. Bila daya microwave rendah, otomatis waktu yang dibutuhkan lebih lama. Artinya, waktu konsumsi listrik juga lebih lama.

Sedangkan bila dayanya tinggi, waktu pemanasan lebih cepat. Walhasil, gak perlu lama-lama pakai listrik, yang berarti konsumsi bisa jadi lebih sedikit.

1. LG MS2342B with i-wave technology

Daya: 800 watt
Fitur: kapasitas 23 liter, ada fungsi auto-defrost
Harga: Rp 1 juta–Rp 1,5 juta

2. Samsung ME731K

Daya: 1.150 watt
Fitur: kapasitas 20 liter, punya keramik enamel (antigores)
Harga: Rp 800 ribu–Rp 1 juta

3. Modena MK2203

Daya: 800 watt (1.280 watt untuk fungsi grill/oven)
Fitur: kapasitas 22 liter, ada fungsi oven
Harga: Rp 1,4 juta–Rp 1,8 juta

4. Panasonic NN-ST651MTTE

Daya: 1.000 watt
Fitur: kapasitas 32 liter, listrik inverter
Harga: Rp 1,8 juta–Rp 2 juta

5. Sharp R-730IN

Daya: 900 watt (1.000 watt untuk fungsi grill/oven)
Fitur: kapasitas 25 liter, ada fungsi oven
Harga: Rp 1,3 juta–Rp 1,5 juta

6. Electrolux EMM 2308 X

Daya: 800 watt
Fitur: kapasitas 23 liter, simpel dan stylish
Harga: Rp 1,3 juta–Rp 1,5 juta

[Baca: Biar Enggak Galau Pilih Kompor Gas vs Kompor Listrik]

Simulasi penggunaan microwave

kompor gas
Hmm kira-kira tagihan listriknya bengkak gak yah (kuansingterkini)

Secara kasatmata, daya terbesar dari enam produk microwave di atas adalah keluaran Samsung dengan 1.150 watt. Di bawahnya ada Panasonic dengan 1.000 watt. Sedangkan yang paling rendah adalah LG, Electrolux, dan Modena dengan 800 watt. Sedangkan Sharp di tengah-tengah dengan 900 watt.

Meski begitu, bukan berarti konsumsi listrik LG, Electrolux, dan Modena paling kecil. Bila melihat fitur microwave Panasonic, justru kemungkinan besar inilah yang paling hemat. Sebab, sudah menggunakan teknologi inverter.

Inverter adalah teknologi elektronik terkini yang diklaim bisa menghemat penggunaan listrik. Menurut Panasonic, penghematannya bisa sampai 65 persen.

Karena itulah harga microwave yang dilengkapi teknologi inverter lebih mahal daripada yang gak punya.

Sebagai ganti, pengeluaran untuk tagihan listrik bisa lebih dihemat. Duit yang keluar untuk beli barang itu pun bisa dianggap sebagai modal investasi. Namun inverter lebih berfungsi sebagai penghemat listrik jika elektronik dijalankan dalam waktu lama, lebih dari satu jam.

Soalnya, inverter mengatur konsumsi listrik dari yang awalnya tinggi menjadi rendah seiring berjalannya waktu dan kebutuhan yang berkurang. Daging beku yang awalnya butuh listrik 100 watt, tentu kemudian butuh listrik yang lebih sedikit ketika sudah mulai lunak.

Tapi, berapakah kira-kira daya listrik yang dihabiskan microwave untuk memanaskan makanan? Jawabannya adalah relatif, tergantung jenis masakan dan mode microwave yang digunakan.

Umumnya, ada informasi daya di manual microwave yang menjelaskan kebutuhan daya untuk setiap mode. Di manual Panasonic NN-ST651MTTE, misalnya, watt-nya diatur sebagai berikut:

kompor gasMemakai data di atas sebagai patokan, dengan daya 100 watt dan asumsi manasin makanan selama 15 menit atau 0,25 jam, serta tarif dasar golongan 1.300 VA sebesar Rp 1.467, berikut ini biaya listrik per hari:

((100 watt / 1.000) x 0,25 jam) x Rp 1.467

= (0,1 kWh x 0,25 jam) x Rp 1.467

= 0,025 kWh x Rp 1.467

= Rp 36,675

Hanya 36 rupiah untuk sekali memanaskan makanan dalam sehari. Bila tiap hari manasin, ongkos per bulan hanya Rp 1.100, 25. Tapi ingat, hitungan ini menggunakan asumsi data dari Panasonic.

[Baca: Biaya Listrik Naik Terus? Cobain Pakai Panel Surya Yuk! Ini Biaya yang Bakal Kamu Keluarin]

Kompor Gas

kompor gas
Begitu banyak pilihan kompor gas dengan fitur masing-masing, pilih yang paling pas dengan kebutuhan dan kantong (Buka Lapak)

Nah, kompor gas juga bervariasi seperti microwave. Konsumsinya tergantung jenis api dan sumber gas yang digunakan. Juga pengaturan api yang digunakan saat memasak, apakah besar, kecil, atau sedang.

Kompor merek Rinnai—salah satu merek populer di Indonesia—misalnya, punya pilihan jenis api sun burner, api besar, ekonomis, tornado, dragon, inner flame, dan turbo. Tingkat konsumsi gasnya berbeda, paling tinggi api turbo sebesar 4,1-4,4 kWh namun masakan diklaim lebih cepat matang.

Adapun soal sumber gas, ada setidaknya dua pilihan: elpiji atau gas bumi (LNG). Elpiji lebih banyak dipakai karena jaringan LNG belum luas, bahkan sangat terbatas. Padahal konsumsi gas LNG disebut lebih irit daripada elpiji!

Moms di rumah pakai gas yang mana? Kalau pakai LNG, baguslah. Pengeluaran bisa lebih irit dibanding pakai elpiji, terutama yang nonsubsidi.

Yang pasti, konsumsi gas tiap rumah tangga berbeda-beda tergantung banyak-sedikitnya aktivitas di dapur. Misalnya, gas ukuran 12 kg disebut lebih irit kalau sering-sering masak dibanding elpiji 3 kg.

Sayangnya, tidak ada publikasi rumus hitungan konsumsi gas seperti pada listrik. Mungkin salah satu sebabnya ya itu, kompor gas amat bervariasi jenisnya sehingga hitungan konsumsi lebih didasari pengalaman ketimbang rumus matematis.

Karena itulah sulit membandingkan konsumsi microwave dan kompor gas. Jadi, gak mengherankan kalau pertanyaan “lebih hemat mana buat manasin makanan, microwave atau kompor” masih sering diutarakan orang-orang.

Kesimpulan

Dari paparan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa pengalaman memiliki peran penting untuk membandingkan penghematan antara kompor gas dan microwave. Maka, solusi terbaik saat bimbang menentukan mau beli microwave adalah bertanya ke mereka yang sudah punya.

Ini terutama bila kompor yang hendak dibeli sama dengan yang kita punya ya. Sebab, bagaimanapun, jenis kompor bakal berpengaruh besar pada konsumsi gas yang digunakan.

Namun ada hal menarik yang bisa dipetik: microwave bukanlah pengganti kompor. Justru microwave menjadi pelengkap keberadaan kompor karena fungsinya yang beragam, juga kepraktisan yang diberikan.

Saat hendak memanaskan dengan microwave, cukup masukkan makanan ke dalamnya, pilih mode, lalu tentukan timer. Microwave akan mati sendiri saat timer selesai berjalan.

Sebaliknya, kalau pakai kompor, harus standby agar makanan gak gosong saat dipanaskan. Begitu pula untuk men-defrost atau mencairkan makanan yang beku.

So, bila moms lagi mempertimbangkan beli microwave, perbandingan konsumsi dengan kompor saja gak cukup. Harus dilihat pula mau apa aja dengan microwave itu kelak. Rugi kalau beli microwave buat manasin doang, karena fungsinya lebih dari itu.

Menurut sebuah penelitian di Denmark, nutrisi yang terkandung dalam bahan makanan gak berkurang kalau dimasak pakai microwave dengan cara yang tepat. Hal ini tentunya gak didapati bila masak pakai minyak di kompor.

Bahkan salah satu kelebihannya adalah membuat dapur lebih cantik. Remeh, tapi bisa mengundang mood sehingga jadi sering masak enak di dapur—coba alasan ini dikemukakan ke suami biar segera dibeliin.

Jangan lupa hitung watt yang digunakan ya, moms. Direkomendasikan microwave dengan daya di kisaran 1.000 watt demi efisiensi, terlebih bila sudah pakai teknologi inverter.

Namun yang belum pakai inverter pun bisa saja masuk radar. Semuanya bergantung pada kebutuhan dan bujet yang tersedia.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →