Mudah Marah atau Sensi di Masa Pensiun? Mungkin Ini Bentuk Post Power Syndrome

Gampang baper, marah, atau sensian terutama saat sudah memasuki masa pensiun? Bisa jadi ini bentuk post power syndrome.

Post power syndrome adalah sebutan untuk masalah psikologis yang dialami orang-orang yang memasuki masa pensiun setelah sebelumnya memiliki jabatan dan kekuasaan. Masalah mental ini harus segera diatasi lho, karena bisa mengganggu hubungan kita dengan lingkungan sekitar, atau bahkan anak-cucu.

Jangan salah, post power syndrome juga bisa menimbulkan depresi. Menurut psikolog Veronica Adesla, orang yang mengalami post power syndrome menunjukkan gejala kecewa, bingung, kesepian, khawatir, dan merasa kosong.

post power syndrome
Post Power Syndrome bisa berujung ke depresi, bila memang emosimu memang sulit terkontrol belakangan ini segeralah konsultasi ke dokter (marah/Shutterstock)

Gejala yang sama tampak pada penderita depresi. Makanya, gejala-gejala ini harus dicegah dan ditanggulangi bila sudah terlanjur muncul.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan ketika menghadapi gejala post power syndrome:

1. Perbanyak interaksi

Jalin dan perbanyak interaksi dengan anggota keluarga. Yang juga penting, banyak ngobrol dengan teman sebaya yang sudah pensiun.

Kawan sebaya bisa diajak ngobrol ngalor-ngidul dengan tema yang sama-sama dimengerti. Mungkin nostalgia, atau ngomongin anak muda zaman sekarang yang ke mana-mana pegang gadget.

Intinya adalah jangan sampai terlalu banyak bengong di rumah. Sebagai makhluk sosial, kita perlu bersosialisasi biar hidup lebih hidup.

2. Olahraga santai

Sudah pensiun, olahraga tetap harus rutin dilakukan. Kesehatan jasmani akan berpengaruh kepada kesehatan rohani lho.

Tapi pilih olahraga yang santai saja, yang bikin tenang pikiran. Misalnya yoga atau main golf. Tenis santai juga boleh, bukan kejar-kejaran cari angka.

post power syndrome
Cobalah bersantai dengan olahraga ringan seperti main golf atau yang lain (main golf/Kierland)

Yang paling praktis dan murah adalah berenang. Paling gak seminggu dua kali usahakan berenang. Air bisa membantu menenangkan pikiran.

3. Berkebun

Bila punya hobi berkebun, tancap gas saja. Kalau belum punya, inilah saatnya untuk memulai karena kegiatan berkebun bisa menjauhkan diri dari stres.

Tentunya bukan kebun berhektare-hektare ya, melainkan kebun dengan tanaman sederhana di pekarangan rumah. Baik laki-laki maupun perempuan yang sudah pensiun disarankan untuk berkebun.

Kegiatan rutin menyirami, memberi pupuk, memotong daun, dan sebagainya bisa membuat otak rileks. Siapa tahu malah bisa usaha mengembangbiakkan bunga untuk dijual.

4. Pelihara hewan

Kegiatan pengusir stres ini kurang-lebih sama dengan berkebun. Bedanya adalah yang dirawat di sini hewan, bukan tanaman.

Namun tentu bukan hewan bulldog yang agresif atau kucing manja yang jadi peliharaan. Hewan yang bisa jadi pilihan adalah burung atau ikan, karena sifatnya yang kalem.

post power syndrome
Beberapa di antara kita mungkin hanya tinggal berdua di rumah, kalau memang dirasa sepi, keberadaan hewan peliharaan seperti burung bisa bikin tenang (burung/wlivenews)

Suara burung bahkan bisa bikin hati dan pikiran adem ayem di rumah. Kecuali burung gagak, ya.

5. Berusaha tetap produktif

Ini berhubungan dengan hobi berkebun yang bisa dikembangkan jadi usaha di atas. Upayakan tetap produktif terutama agar pikiran tetap terasah, bukan dianggurkan.

Tapi sebisa mungkin pilih aktivitas yang menuntut keaktifan lebih, misalnya menulis atau mengajar. Kalau berniat buka toko kelontong boleh saja, tapi aktivitas ini bisa jadi lebih banyak bengongnya ketimbang melayani pembeli. Kecuali sambil menunggu pembeli bisa bikin sesuatu, misalnya rajutan.

Harus diingat, meski untuk mengisi waktu luang, usaha ini harus direncanakan dengan matang karena berhubungan dengan keuangan.

Setiap orang berisiko mengalami post power syndrome, terutama yang saat bekerja punya jabatan tinggi. Patok prinsip lebih baik mencegah daripada mengobati kalau sekarang masih aktif bekerja.

Bila jadi orang yang mudah marah atau sensi di masa pensiun akibat sindrom itu, bisa rugi sendiri. Nanti dianggap orang yang galak dan akhirnya dijauhi.

Setelah pensiun, tentunya semua orang menginginkan kehidupan yang damai dan tenteram. Coba saja tips di atas untuk mengusir jauh risiko stres akibat kehilangan jabatan.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Mau Hidup Enak Saat Pensiun? Lakukan 3 Cara Ini Selagi Muda]

[Baca: Gak Cuma Bikin Stres, Masalah Keuangan juga Bisa Bikin Sakit Fisik Lho]

[Baca: Jangan Cuma Buat Isi Waktu, Ini Cara Memanfaatkan Hobi Buat Menambah Pundi-Pundi]

[Baca: Setelah Pensiun Mau Buka Usaha Franchise? Cermati Dulu Untung-Ruginya]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →