Pahami Cara Nabung Saham Beserta Untung dan Ruginya

nabung saham

Nabung saham sama dengan investasi saham? Sebelum mengetahui jawabannya, kita pahami dahulu arti saham. Saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan dari suatu perusahaan.

Nabung saham dan investasi saham sebenarnya hampir mirip. Intinya, kita menjadi penanam modal atau investor saham di pasar modal. Tetapi antara menabung dan investasi tetap memiliki pengertian yang berbeda.

Dalam laman IDX nabung saham diartikan sebagai pembelian saham secara berkala. Seperti menabung, investasi di saham ini rutin dilakukan misalnya sebulan sekali setelah menerima gaji. Nominal menabung saham pun berbeda dari investasi saham.

Jika menabung saham berarti mengumpulkan saham dari sedikit-sedikit menjadi bukti, investasi saham bisa demikian bisa juga sebaliknya. Misalnya kita punya uang banyak, investasi saham bisa dilakukan dalam sekali waktu yaitu langsung membeli banyak saham.

Cara Nabung Saham

cara nabung saham

Secara keseluruhan cara nabung saham dengan investasi saham sama. Sama -sama butuh perusahaan sekuritas baik offline maupun online hingga membuka rekening investasi.

Perbedaannya hanya terletak pada tempo transaksinya saja. Kalau menabung berarti fokus pada menimbun saham atau konsisten menambah saham yang dimiliki. Nah, kalau investasi saham yang dilakukan kebanyakan investor adalah ketika ada peluang cuan langsung jual saham yang dimiliki, deh.

Bagi kita yang masih pemula, berikut cara nabung saham untuk dipedomi.

1. Membuka rekening

Langkah pertama ketika seseorang ingin berinvestasi di pasar modal adalah membuka rekening. Seperti di perbankan konvensional, kita membutuhkan rekening untuk melakukan transaksi. Namun berbeda dengan dunia investasi pasar modal, membuka rekening dilakukan melalui perusahaan sekuritas.

Idealnya, kita sebaiknya memilih perusahaan sekuritas yang memiliki izin beroperasi dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta sudah menjadi anggota bursa (saat ini ada 105 perusahaan dalam web BEI). Anggota bursa yang terdaftar dan berizin tentu memiliki kredibilitas tepercaya karena sudah diseleksi dua instansi regulator tersebut.

Saat membuka rekening baik secara offline atau online, pastikan sudah memiliki dokumen berikut ini, ya!

  • KTP untuk warga negara Indonesia (WNI) atau paspor bagi warga negara asing (WNA).
  • Fotokopi buku tabungan.
  • Fotokopi kartu keluarga (KK).
  • Materai 6000 sesuai kebutuhan.

2. Top-up dana ke rekening saham

Setelah membuka rekening kita harus mentransfer sejumlah dana untuk bisa melakukan transaksi di pasar modal. Nantinya, dana ini bisa kita gunakan untuk membeli saham.

Selain itu setelah melakukan top-up, kita akan mendapat nomor ID untuk mengakses aplikasi jual beli saham. Transaksi ini bisa dilakukan secara online melalui ponsel pintar dengan cara mengunduh aplikasi perusahaan sekuritas yang kita pilih sehingga jadi lebih praktis transaksinya.

3. Cara beli saham

Cara membeli saham cukup mudah. Pertama tetapkan saham emiten mana yang mau kita beli. Untuk memilihnya bisa meminta bantuan jasa pialang atau atas naluri investasi kita sendiri. Setelah itu klik Buy dan masukkan jumlah pembeliannya.

FYI saja, minimal pembelian saham satu emiten adalah 1 lot atau 100 lembar saham. Jadi, pastikan dana kita mencukupi untuk bertransaksi, ya!

Selain itu, kita juga perlu mengetahui waktu transaksi, yaitu setiap hari kerja pada Senin hingga Jumat pada pukul 09.00 WIB (pembukaan pasar saham) hingga 16.15 WIB (penutupan pasar saham). 

Perlu diketahui pasar modal Indonesia ditutup pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Peluang dan Risiko Nabung Saham

peluang risiko saham

Nabung saham atau investasi di instrumen ini pasti ada peluang dan risikonya. Sebagai salah satu instrumen investasi dengan risiko besar, kita wajib menyiapkan diri dan mental ketika mengalami kerugian.

Tetapi, kalau kita menanam modal di saham dengan cara menabung alias membeli sedikit demi sedikit, risiko rugi besar bisa diminimalkan. Berikut peluang dan risiko nabung saham.

1. Peluang nabung saham

Menabung dalam pengertian perbankan konvensional seharusnya tidak mengenal kata rugi, ‘kan? Nah, menabung saham agak berbeda sebagaimana risiko rugi tetap ada karena berbagai faktor dan sentimen yang berdampak terhadap pergerakan harga saham.

Berikut ini keuntungan yang bisa dirasakan jika kita nabung saham.

Menikmati dividen

Dividen adalah laba perusahaan yang wajib dibagikan kepada investor setiap periode tertentu seperti per kuartal, per semester, atau per tahun. Dividen biasanya dibagikan dalam bentuk saham ataupun tunai alias uang. Pembagiannya berdasarkan jumlah saham yang dimiliki, semakin banyak saham semakin besar pula dividen yang diterima.

Peluang capital gain

Capital gain bisa diartikan sebagai kenaikan nilai atau harga saham. Ini sangat menguntungkan investor ketika hendak menjual saham yang awalnya dibeli dengan harga lebih murah. Pergerakan harga saham ini dipengaruhi banyak hal, seperti aktivitas atau sentimen perdagangan di bursa efek.

2. Risiko nabung saham

Dalam investasi ada untung dan rugi. Khususnya bagi pemula di dunia investasi, beberapa risiko yang bisa menimpa investor pasar saham wajib diketahui.

Terdapat dua risiko yang harus dihadapi investor saham, yaitu capital loss dan suspend. Berikut penjelasannya.

Risiko capital loss

Capital loss adalah kebalikan dari capital gain, atau nilai saham emiten yang kita beli semakin turun. Ada beberapa analis yang menyarankan menambah pembelian ketika harga saham turun, tetapi ini kembali lagi kepada kemampuan kita membaca kinerja perusahaan tersebut ke depannya.

Jika takut rugi, ada baiknya tidak langsung menjual. Namun, saran ini berdasarkan potensi capital gain yang mungkin terjadi di kemudian hari. Jika kita merasa tidak mengapa rugi asal tidak rugi-rugi banget karena khawatir akan semakin anjlok, sebaiknya lepas saham tersebut.

Risiko suspend

Suspend memiliki pengertian sebagai penghentian sementara perdagangan saham suatu emiten oleh bursa efek. Penghentian sementara ini membuat saham kita tidak bisa ditransaksikan baik jual maupun beli hingga suspend dicabut.

Ada banyak faktor yang menyebabkan saham emiten dikenai suspend dalam waktu jam, harian, hingga mingguan. 

Beberapa di antaranya adalah harga saham turun drastis, saham naik drastis tanpa sentimen atau aksi korporasi apa pun sehingga menimbulkan indikasi kecurangan, seperti halnya goreng saham, perusahaan pailit, atau emiten tidak memberikan laporan keuangan kepada BEI.

Kalau sudah begini, sebaiknya tetap optimis dan jangan stres. Percaya saja bahwa emiten dan instansi regulator akan mengusahakan yang terbaik demi investornya.

Manfaat Nabung Saham

manfaat nabung saham

Supaya dapat merasakan manfaat nabung saham yang optimal, kita harus pahami dulu bahwa hasil menabung atau investasi akan lebih besar jika dilakukan dalam jangka panjang. Berikut ini dijelaskan mengenai manfaat menabung saham dan tips menabung saham.

1. Manfaat

Seperti menabung di bank, artinya kita punya sejumlah dana yang kita kumpulkan untuk kelak digunakan. Berbeda dengan konsep dana darurat tentunya, ya! Dalam hal ini, kita gunakan dana yang ada untuk banyak hal, misalnya saja keliling dunia di umur 40 tahun dari hasil investasi saham. Keren, bukan?

Selain hal senang-senang yang kita dapat dari nabung saham, ada lagi nih manfaat lainnya. Berikut penjelasannya.

Melawan inflasi

Melawan inflasi menjadi poin terbesar dari manfaat nabung saham. Kenapa kita harus melawan inflasi? Karena nilai uang semakin mengecil karena kenaikan harga-harga barang dan jasa yang ada di pasar.

Dengan menabung saham, kita bisa menjaga pendapatan kita agar tidak tergerus inflasi. Tentu ini berbeda dari menabung di bank atau deposito yang hanya memberikan bunga setara suku bunga acuan (BI Rate) yang dipatok per tahun.

Punya passive income

Passive income adalah pendapatan yang kita terima tanpa harus melakukan apa pun. Kalau sebelumnya passive income diperoleh dari sewa kontrakan dan properti lainnya, nabung saham lebih modern dan tidak membutuhkan modal besar ketimbang memiliki properti untuk disewakan.

Atur keuangan

Kita perlu menambah pengetahuan di bidang keuangan, termasuk dalam hal mengatur keuangan. Berkat menabung saham, kita pun belajar mengatur keuangan menjadi lebih baik. Selain itu, kita bisa lebih berhemat dan mengurangi watak hedonisme sebagaimana kita lebih mengutamakan menabung saham untuk masa depan.

Persentase pajak kecil

Berbeda dari kepemilikan properti yang pasti bakal dikenakan pajak bumi dan bangunan (PBB), maka saham berbeda. Persentase pajak saham lebih kecil sebagai bentuk insentif dari pemerintah untuk meningkatkan jumlah investor pasar modal.

Hingga saat ini, persentase pajak saham dipatok 0,1 persen. Nilai yang jauh lebih kecil ketimbang PBB yaitu 0,5 persen dari Nilai Jual Kena Pajak (NJKP). NJKP ini dihitung 20 persen dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang mana tentu nilainya jauh berbeda, ’kan?

2. Tips

Bagi pemula di dunia investasi saham, Lifepal punya beberapa tips yang semoga saja bisa membantu kita lebih piawai dalam meraih keuntungan. Salah satu tips yang pernah disampaikan sejumlah analis dari berbagai perusahaan sekuritas adalah membeli saham perusahaan BUMN.

Kenapa? Harga saham perusahaan BUMN yang dimiliki pemerintah cenderung lebih stabil. Apalagi dalam jangka waktu yang lama, risiko fluktuatif harga saham jauh lebih kecil juga. Nah, berikut tips-tips lain agar kita berpeluang untung di pasar modal.

Batasi investasi saham

Kalau ini harus dilakukan hampir semua investor saham. Persentase investasi yang paling tepat yaitu sekitar 5 persen dari total kekayaan yang dimiliki. Pembatasan ini harus dilakukan untuk mencegah kerugian fatal bahkan potensi bangkrut gara-gara main saham.

Minta nasihat

Lebih baik tidak tahu tetapi mau tahu, ketimbang sok tahu. Prinsip ini harus dipegang semua investor, apalagi yang baru mau mulai investasi. Sebagai tahap awal, kita bisa menggunakan jasa pialang untuk memberi arahan sekaligus untuk belajar dari mereka. Ke depan, kita mulai bisa melihat potensi dan peluang keuntungan dengan sendirinya.

Pantau berita ekonomi dan politik

Wanita melihat produk

Terdengar membosankan dan rumit, ya? Eits, ini benar-benar berguna untuk investasi kita, lho! Pasalnya, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan saham yang kita beli dipengaruhi oleh berbagai sentimen. Termasuk dua hal ini, ekonomi dan politik.

Maka dari itu sebagai investor, kita harus senantiasa menambah pengetahuan dan rajin membaca berita terkait ekonomi dan politik. Hampir semua sektor industri terpengaruh oleh dua faktor tersebut. 

Kita juga bisa mempertajam insting investasi dengan membaca sentimen eksternal, seperti pergerakan harga minyak dunia, suku bunga acuan bank sentral AS (The Fed), dan lain sebagainya.

Semoga artikel ini membantu kita yang punya niat besar melawan inflasi dengan cara nabung saham, ya!

Pesan Lifepal cuma satu, sebaik-baiknya investasi, rasanya masih kurang kalau belum punya proteksi. Jangan ragu mengunjungi Lifepal untuk mengetahui fitur apa saja yang bisa menunjang investasi kita.

So, sudah siap jadi investor pasar modal?

Dapatkan Promo