Ini Isi Surat Perpisahan Nadiem Makarim ke Karyawan Gojek yang Mengharukan

Nadiem Makarim Jadi Menteri Jokowi (Shutterstock)

Presiden Joko Widodo baru secara resmi mengumumkan Nadiem Makarim masuk ke dalam jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju perideo 2019-2024 di Istana Negara, Jakarta.

Terpilihnya Chief Executive Officer (CEO) Gojek Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia mengundang perhatian.

Selain karena sosoknya yang lekat dengan perusahaan startup Gojek, Nadiem (35) juga menjadi menteri termuda di kabinet ini. Nadiem memang dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses mendirikan startup Gojek.

Nadiem lahir di Singapura, 4 April 1984, Nadiem merupakan anak ketiga pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Ayah Nadiem merupakan aktivis sekaligus pengacara ternama Indonesia.

Undur Diri Dari Gojek

Dengan dilantiknya Nadiem sebagai Mendikbud, dirinya telah mengundurkan diri daristartup yang dibesutnya. Suksesor Nadiem di Gojek akan dipimpin oleh co-CEO Kevin Aluwi dan Presiden Gojek Andre Soelistyo.

Selepas dilantik, Nadiem mengirimkan surat perpisahan kepada seluruh karyawan Gojek yang dikirimkan melalui surat elektronik atau email. Dalam surat perpisahan tersebut Nadiem mengenang masa-masa membangun Gojek dari nol hingga menjadi perusahaan ride-hailing terbesar di Indonesia.

Surat Perpisahan Nadiem

“Gojek dimulai dari nol, hanya bermodal tekad yang kuat untuk membawa perubahan. Saat itu, kita melihat rumitnya lalu lintas Jakarta. Padahal ada komunitas ojek yang bisa menjadi solusi jika saja ada yang mengorganisir mereka sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih efisien,” kata Nadiem.

Berawal dari tekad untuk memudahkan hidup keseharian semua orang, Gojek lahir  dengan dukungan dari begitu banyak teman, partner bisnis, investor dan stakeholders. Saat ini, Gojek telah menjadi ikon untuk masa depan Indonesia dan Asia Tenggara.

“Saya pamit dari Gojek dan saya percayakan kepemimpinan pada dua sosok terbaik yang  paling mumpuni, yaitu Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo sebagai co-CEO. Keduanya memainkan peran kunci dalam membawa perusahaan yang bermula dari sebuah kantor  kecil di Jakarta Selatan ke panggung dunia,” ucap Nadiem berpamitan.

Rekan Seperjuangan Bangun Gojek

Banyak keberuntungan yang memihak pada Gojek selama perjalanan ini. Tapi saya percaya keberuntungan dalam menjalankan bisnis hanya punya nilai jika ada sosok-sosok brilian yang tahu cara memanfaatkannya. Kevin dan Andre adalah mentor dalam perjalanan saya menjadi seorang leader, mereka adalah talenta-talenta terbaik di Gojek.

Keduanya yang menjalankan perusahaan ini selama beberapa tahun terakhir. Saya memiliki keyakinan penuh bukan hanya pada kemampuan mereka dalam hal teknis dan eksekusi, tapi juga yang terpenting, pada integritas dan komitmen di tiap langkah dan keputusan mereka.

Membangun bisnis seperti Gojek sangat menguras tenaga dan emosi. Tapi Andre dan Kevin selalu menghadapinya dengan kepala dingin dan komitmen yang tidak pernah padam. Tidak ada yang lebih tepat dari mereka untuk memimpin Gojek di fase pertumbuhan berikutnya.”

Perasaan Sedih Andre dan Kevin

Andre dan Kevin dalam pernyataan menyampaikan, adanya rasa sedih dengan kepergian Nadiem untuk tugas negara. Sebab dirinya telah bersama-sama membangun Gojek hingga besarseperti sekarang ini.

“Ketika seorang teman dan mentor meninggalkan usaha yang telah Anda bangun bersama, tentu akan ada kesedihan. Tetapi kami berdua bertekad bahwa Gojek ke depan akan semakin kuat. Kami akan terus fokus untuk mencapai visi Gojek 10 tahun ke depan,” kata Andre.

“Gojek telah meningkatkan taraf hidup banyak orang di Indonesia dan di Asia Tenggara. Prioritas utama kami adalah memastikan bahwa perusahaan ini dapat terus memberikan manfaat positif untuk masa mendatang. Sekaligus mengharumkan nama bangsa Indonesia.” ujar Kevin.

Di bawah kepemimpinan Andre dan Kevin, Gojek telah tumbuh pesat dengan memproses lebih dari 2 miliar transaksi per tahun. Proses pengumpulan dana (fundraising) Gojek juga telah menarik perhatian perusahaan global papan atas.

Seperti Google, Sequoia, Tencent, Mitsubishi, hingga Temasek serta Astra International sebagai salah satu investor lokal. Bahkan, pendanaan Seri F terakhir yang telah berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$2 Miliar. Tidak hanya itu, Gojek juga telah berekspansi dengan meluncurkan layanan di Singapura, Thailand dan Vietnam.

Sedangkan di tanah air, Gojek menjadi aplikasi on-demand yang paling banyak digunakan. Dimana layanan pesan-antar makanan dan pembayarannya telah menggantikan layanan transportasi sebagai usaha paling besar saat ini di grup Gojek.