Predikat Negara Maju Diukur dengan Cara Ini

Negara modern

Label negara maju menandakan bahwa masyarakatnya hidup sejahtera dan bahagia dengan tingkat harapan hidup tinggi.

Untuk menjadi negara maju tentu perjalanan sebuah bangsa akan memengaruhinya. Nilai, prinsip hidup, sumber daya alam, tingkat melek teknologi, dan pendidikan amat berperan membentuk sebuah negara yang kuat dan maju. 

Lalu apa saja kriteria menjadi negara maju? Dan bagaimana posisi Indonesia saat ini? Untuk mengetahui jawabannya, simak informasi yang telah Lifepal rangkum berikut ini. 

Pengertian Negara Maju

Definisi negara maju adalah negara berdaulat yang ekonominya terbilang maju. Plus, memiliki infrastruktur yang mengedepankan integrasi teknologi yang maju jika dibandingkan dengan negara lain. Tolok ukur yang menentukan suatu negara berkembang atau tidak, antara lain 

  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
  • Stabilitas politik.
  • Produk Domestik Bruto (PDB).
  • Industrialisasi dan kebebasan.

Dalam ukurannya, PBB menetapkan IPM berdasarkan standar pendidikan, kesehatan, dan harapan hidup masyarakat di sebuah negara.  Ciri-ciri sebuah negara maju berdasarkan kriteria dari PBB meliputi: 

  • Negara menjadikan sektor jasa sebagai tulang punggung kontribusi bagi perekonomian sebuah bangsa. 
  • Ekonominya terbilang matang dan canggih.
  • Produk Domestik Bruto (PDB) atau pendapatan rata-rata per penduduk sudah tinggi.
  • Infrastruktur teknologi canggih yang memiliki beragam sektor industri dan jasa. 
  • Kemudahan akses bagi warga untuk mendapatkan perawatan kesehatan berkualitas. 
  • Pemerolehan layanan pendidikan tinggi yang merata

Ada tiga lembaga internasional yang bergerak di sektor ekonomi dan ditetapkan sebagai ukuran sebagai negara maju. Berikut rinciannya: 

  1. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 
  2. Bank Dunia.
  3. Dana Moneter Internasional (IMF). 

Sebuah Negara Maju Memiliki Keunggulan pada Sisi-Sisi Ini

Negara maju hebat

Ada beberapa parameter yang digunakan untuk menentukan tingkat perkembangan ekonomi suatu negara. Parameter tersebut menjadi patokan sebuah negara mampu berkembang dan mencapai standar hidup yang baik bagi masyarakatnya. Berikut ini faktor-faktor yang menjadi standar atas kemajuan sebuah negara. 

1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

HDI (Human Development Index) atau IPM (Indeks Pembangunan Manusia) adalah ukuran yang dikembangkan oleh PBB untuk mengukur pembangunan manusia di suatu negara. Semakin tinggi IPM, maka semakin makmur negara tersebut. 

Berbeda dengan GDP atau GNP yang hanya memberikan angka pendapatan dan produktivitas, IPM memberikan gambaran bagaimana pendapatan diubah menjadi pembangunan manusia, seperti pendidikan atau kesehatan. Berikut ukuran IPM untuk sebuah negara maju. 

  • Tingkat melek huruf. 
  • Pendidikan.
  • Kesehatan dan akses ke perawatan kesehatan yang baik. 
  • Tingkat kematian anak saat lahir yang rendah. 
  • Akses pendidikan berkualitas dan gratis.
  • Kemampuan mendapatkan pengetahuan.

2. Pendapatan per kapita

Ini mengacu pada jumlah rata-rata uang yang diterima seseorang dalam satu tahun di wilayah tertentu. Dihitung dengan cara membagi total pendapatan di negara tertentu dengan total populasi negara itu. Biasanya akan didapat nilai yang lebih tinggi di negara maju. 

Pendapatan per kapita yang tinggi menandakan sehatnya ekonomi dan keuangan bagi masyarakat di negara tersebut. Produk Domestik Bruto (PDB) biasanya digunakan untuk menentukan nilai per kapita. Jika PDB suatu negara tinggi, maka negara itu lebih maju.

3. Industrialisasi

Untuk negara maju, tingkat industrialisasi dan pekerjaan terbilang tinggi sehingga populasi umum kurang bergantung pada pertanian. Negara seperti itu akan memiliki ekspor yang lebih tinggi daripada impor. Sehingga keuntungan dari perdagangan internasional akan memastikan bahwa ada pertumbuhan ekonomi yang akhirnya meningkatkan industrialisasi. 

Sektor infrastruktur teknologi dari negara maju juga tinggi karena tingkat industrialisasi yang terus meningkat.

4. Stabilitas politik

Lingkungan politik yang stabil, tingkat korupsi rendah, dan tingkat penghormatan yang tinggi terhadap hukum negara adalah ciri-ciri sebuah negara dengan tingkat stabilitas politik yang baik. Tata kelola pemerintahan terlihat berjalan baik pada negara-negara maju. 

5. Standar hidup 

Biaya hidup di negara maju terbilang lebih tinggi dibandingkan dengan negara yang masih berkembang karena mayoritas penduduk di negara maju memiliki kemampuan finansial yang bagus untuk membeli barang dan jasa yang lebih berkualitas. 

Akses masyarakat akan air bersih dan lingkungan yang sehat serta perumahan yang terjangkau dan berkualitas adalah hal yang biasa di negara maju. Selain itu, barang yang diproduksi oleh industri lokal sebagian besarnya dikonsumsi negara lain. 

6. Kebebasan

Kebebasan untuk beribadah, menikah, memiliki properti, dan akses kepada informasi yang bermanfaat mencirikan negara maju. Di negara-negara yang kurang berkembang, ada banyak batasan dan warga negara tidak dapat melakukan apa pun yang mereka sukai secara bebas. 

Peringkat Negara-Negara Maju

Laporan Statistik Pembaruan PBB tahun 2018 memberi peringkat atas masing-masing negara di dunia berdasarkan peringkat HDI mereka. Pada sisi teknologi industri, kesepuluh negara tersebut dinilai memiliki sektor jasa yang paling banyak berkontribusi terhadap perekonomian internal maupun eksternal. Berikut ini 10 negara teratas dilihat dari HDI-nya.

  1. Norwegia.
  2. Swiss.
  3. Australia.
  4. Irlandia.
  5. Jerman.
  6. Islandia.
  7. Hong Kong.
  8. Swedia.
  9. Singapura.
  10. Belanda.

GDP dan Kriteria Peringkat Ekonomi

Peringkat ekonomi

Metrik yang paling umum digunakan dalam menentukan apakah perekonomian sebuah negara maju atau berkembang adalah dari produk domestik bruto per kapita (PDB). Meski begitu, sebenarnya tidak ada aturan ketat pada sebuah negara soal pengelompokan ekonomi untuk bisa dibilang maju atau berkembang. 

Sejumlah ekonom menganggap PDB per kapita sebesar US$12.000-15.000 cukup untuk menyandang status sebagai negara maju. Sementara ukuran lain menentukan PDB negara maju di atas US$25.000-30.000. 

Seperti dilansir Bank Dunia, PDB per kapita Amerika Serikat (AS) pada 2018 sebesar US$62.641. Sementara bagi negara yang PDB di bawah ukuran sebagai negara maju akan dimasukkan dalam kelompok negara dengan status pembangunan. 

Standar hidup juga menjadi tolok ukur apakah negara tersebut masuk dalam negara maju atau berkembang, misalnya tingkat kematian bayi dan harapan hidup warga. Sebagian besar negara maju memiliki angka kelahiran per 1.000 berbanding fengan 10 kematian bayi. Tingkat harapan hidup warganya secara rata-rata berusia di atas 75 tahun.

Meski begitu, PDB per kapita yang tinggi tetap tidak memberikan predikat bagi sebuah negara untuk dikatakan berstatus maju. 

Contoh, Qatar yang sebagai negara dengan PDB per kapita tertinggi di dunia pada tahun 2018 pada US$69.026, PBB masih menganggap ekonomi negara tersebut sedang berkembang dan memiliki ketimpangan pendapatan yang ekstrem karena kurangnya infrastruktur dan kesempatan pendidikan yang terbatas untuk warga negara yang tidak kaya.

Demikian penjelasan terkait negara maju, apabila dikaitkan dengan Indonesia, kita tentu berharap arah pembangunan yang dilakukan saat ini bermuara menjadi negara maju. Semoga hal tersebut dapat terwujud!

Jika masih membutuhkan informasi soal ekonomi, keuangan, dan tips berkarier, tetap setia membaca blog Lifepal, ya.

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →