Niat Buka Usaha Sendiri? Jangan Pilih 4 Bisnis Ini!

Semua orang bebas mewujudkan niat buka usaha sendiri. Bahkan pemerintah mendorong semua orang menjadi pengusaha ketimbang karyawan demi penciptaan lapangan kerja.

Tapi gak sembarang orang bisa buka usaha. Jenis bisnis yang dipilih pun mesti diperhatikan biar gak malah rugi bandar.

Sudah dengar kan beberapa bisnis yang ambruk belakangan ini? Sebagian besar adalah bisnis retail.

Konon, pemicunya adalah mereka kalah bersaing melawan industri e-commerce atau perdagangan online. Namun ada juga yang bilang daya beli orang Indonesia menurun.

Tapi untuk alasan kedua, kok rasanya janggal. Sebab, tren tutupnya bisnis retail offline gak hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika saja, ada 19 retailer besar yang menyatakan bangkrut pada 2017. Itu belum termasuk retailer yang menutup sebagian outlet-nya.

buka usaha sendiri
Raksasa toko mainan anak ini di ambang jurang kebangkrutan, gak ada yang nyangka sebelumnya (greateasternmall)

Makanya, bila punya niat buka usaha sendiri, harus tepat memilih lini bisnis yang hendak dirintis. Berikut ini rekomendasi bisnis yang sebaiknya dihindari kalau ogah mengalami kerugian:

1. Media cetak

Era keemasan media cetak sudah berakhir. Gantinya adalah media online, juga media sosial meski dipenuhi hoax.

Sederet media cetak telah tutup lapak pada 2017 ini. Sebagian mengurangi jumlah halaman atau membatasi peredaran demi efisiensi.

So, sepertinya bukan ide bagus kalau mau buka usaha media cetak sekarang. Biaya operasionalnya lebih tinggi ketimbang media online.

Selain itu, kebanyakan generasi milenial zaman sekarang ogah baca media cetak karena gak mau ribet dan keluar duit buat langganan. Mungkin bila Facebook bikin media online, bakal laku kali ya.

2. Gerai toko fashion (offline)

buka usaha sendiri
Lotus tutup, semua barang didiskon. Tapi ada yang bilang harganya tetap tinggi meski udah diskon (okezone)

Seperti disebutkan di atas, sejumlah merek retail mengembuskan napas terakhir pada tahun ini. Jangan sampai kita mengikuti jejak mereka. Mending cari bisnis selain ini deh kalau mau buka usaha sendiri.

Di sejumlah pusat belanja Ibu Kota pun gerai toko fashion kecil mulai kehilangan pelanggan. Di ITC Kuningan dan Mal Ambasador, misalnya, sejumlah pemilik toko mengeluh sepi pembeli.

[Baca: Banyak Toko Ritel Tutup, Ini 6 Cara Belanja Online Paling Efektif]

Bisa jadi kemunculan marketplace mematahkan dominasi mereka. Padahal, kalau dipikir-pikir, lebih enak beli baju bila mencobanya dulu untuk melihat pas atau tidak.

Tapi harga barang yang miring jika dijual secara online menjadi daya tarik sendiri. Toh, ada fasilitas pengembalian dana jika barang yang dibeli online gak sesuai dengan pesanan.

3. Sabun batangan

Coba bikin survei kecil-kecilan di lingkungan keluarga dan teman. Apakah ada yang masih pakai sabun batangan?

Pasti sebagian besar memilih sabun cair ketimbang batangan. Selain lebih praktis, sabun cair bisa bikin keuangan lebih hemat. Ada pula anggapan bahwa sabun batangan lebih rentan dihuni kuman.

Meski gak dipakai, sabun batangan pun bisa mencair karena terkena air di kamar mandi. Beda dengan sabun cair yang berada dalam wadah.

buka usaha sendiri
Usaha apa pun boleh dibuka mengikuti zaman, tapi jangan bikin bisnis ternak hoax ya. Capek tahu… (poskotanews)

Mungkin, bila niat buka usaha sabun batangan, bikinlah yang berbeda. Misalnya tahan lebih lama dan menggunakan bahan alami tanpa kimia. Daya jualnya pasti meningkat, meski prospeknya tetap harus dihitung dengan matang.

[Baca: Kalau Udah Paham Sama 4 Hal Ini, Pasti Udah Siap Berbisnis]

4. Transportasi konvensional

Lihat betapa industri transportasi umum mulai gerah beberapa tahun ini karena munculnya transportasi online? Saham operator taksi anjlok. Metromini pun berkurang.

Jangan salah ya. Penyebabnya bukan hanya kemunculan transportasi online. Sistem angkutan publik modern yang makin berkembang juga membuat angkot dan kawan-kawan gugur di medan laga.

Kalau mau buka usaha transportasi, misalnya jadi juragan angkot, mungkin ceruk pasarnya lebih menggiurkan di daerah pedalaman yang kurang sarana. Bila buka di ibu kota atau kota besar lainnya, itu namanya harakiri.

5. Warnet

Bermain game online (Shutterstock).
Bermain game online (Shutterstock).

Game online memang merebak, akan tetapi warung internet justru makin loyo. Wajar saja, internet saat ini bisa diakses dengan menggunakan ponsel. Smartphone pun punya banyak game yang bisa dimainkan secara multiplayer alias banyak pemain.

Belum lagi, hampir di seluruh tempat seperti cafe, restoran, gym, dan lainnya sudah dilengkapi dengan wifi. So, apa susahnya nyari internet? Daripada pusing bikin warnet, mending alokasikan saja danamu untuk membuat percetakan. Jasa akan fotokopi, printing, editing, dan lainnya masih dibutuhkan kok.

6. Franchise makanan dan minuman musiman

Franchise
Franchise

Sejatinya, usaha yang satu ini baik untuk pemula. Lantaran gak perlu repot-repot mendirikan brand. Tinggal beli paket kemitraan, bayar lunas, ikut training, beres deh. Kalau bahan baku habis tinggal beli lagi ke franchisor.

Akan tetapi, selama makanan dan minumannya adalah hidangan yang ngetren selama musiman, maka jangan harap usaha ini bakal ramai pelanggan ya. Suatu hal yang jadi tren tentu akan hilang popularitasnya seiring dengan berjalannya waktu. Apa kabar es kepal Milo, Capucino Cincau, dan lainnya? 

7. Rental Playstation 

Playstation
Playstation

Dulu, bisnis yang satu ini memang jadi primadona. Gak heran banyak orang yang buka usaha sendiri di rumah dengan menyewakan console game ini. Di tahun 2000an, harga sewa untuk rental console ini mulai dari Rp 3 ribu, Rp 4 ribu, per jam.

Sekedar info saja, setelah PS 3 meluncur, sempat ada yang menyewakan Rp 7 ribu perjam. Namun uang sebesar itu dinilai cukup mahal, udah bukan uang receh lagi. Dengan adanya PlayStation 4, kira-kira berapa sewanya? Rp 10 ribu! Itu pun masih sulit untuk urusan balik modal bukan?

Agen Asuransi Mitra Lifepal
Agen Asuransi Mitra Lifepal

Bukan cuma balik modal, tempat rental PS juga seringkali dikonotasikan sebagai tempat bolos sekolah dan merokok. Kira-kira sebagai pemilik usaha, apa tanggapanmu? Apa dibiarkan buka saja yang penting cuan?

8. Wartel

Telpon rumah (Shutterstock).
Telpon rumah (Shutterstock).

Bukan cuma warung internet, warung telepon alias wartel juga mengalami kepunahan akibat berkembangnya teknologi. So, jangan coba-coba buka usaha ini di Jakarta lho ya. Salah satu wartel yang masih bertahan hingga kini ada di wilayah Krapyak, Semarang. Pada intinya, bisnis ini bisa laku tergantung di mana dibukanya.

Buka usaha apa pun sah-sah saja. Tapi mempelajari pasar terlebih dahulu wajib hukumnya, kecuali rela usahanya hanya berlangsung singkat. Mengikuti seminar usaha bisa jadi ide bagus sebelum mewujudkan niat buka usaha sendiri. Siapa tahu ketemu rekan bisnis yang mau diajak kerja sama, atau investor yang mau menanamkan modal di sana. (Editor: Winda Destiana Putri)

[Baca: Cari Partner Bisnis yang Punya 10 Kriteria Ini Supaya Bisnismu Berkembang]

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →