Ada Lulusan SMP, Ada Eks Tukang Cuci Piring, Ini Kisah Inspiratif 4 Crazy Rich Bali

orang kaya bali i gusti ngurah anom

Bukan hanya jadi Pulau Dewata, Bali juga menjadi salah satu provinsi yang melahirkan banyak entrepreneur top. Mereka ini bahkan sanggup menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Gak berlebihan kalau dikatakan bahwa para orang kaya Bali ini sangat mencintai kampung halamannya.

Hampir seluruhnya lahir bukan dari keluarga kaya. Malah, ada yang pernah hidup susah hingga gak memiliki ijazah SMA. 

Namun, mereka sukses membuktikan ke dunia bahwa lewat kerja keras dan semangat belajar, mereka bisa sukses dalam menggapai mimpi.

Penasaran dengan para crazy rich yang dimaksud? Yuk kenalan sama mereka.

Baca juga: Dulunya Anak Petani Miskin, Mantan Dirut PT Pos Indonesia Dirikan Tempat Wisata di Bali

1. Niluh Djelantik

orang kaya bali ni luh djelantik
Ni Luh Djelantik. (Instagram/@niluhdjelantik)

Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, adalah seorang desainer sepatu dengan merek dagang Niluh Djelantik. Sepatu karyanya memang sangat terkenal, hingga pernah dipakai oleh Uma Thurman, Tara Reid, Julia Robert, hingga Paris Hilton!

Siapa sangka, orang kaya Bali ini ternyata lahir dari keluarga yang amat sangat sederhana. Ayah dan ibunya sudah bercerai saat Niluh berusia satu tahun. Dia pun dibesarkan oleh sang ibu yang bermata pencaharian sebagai pedagang pasar.

Meski berpenghasilan pas-pasan, ibunda Niluh gak pernah menyerah dalam merealisasikan mimpi putrinya. 

Satu hal yang menginspirasi Niluh jadi desainer sepatu adalah karena masa lalunya, yang hampir gak pernah punya sepatu baru karena keterbatasan ekonomi. Sepatu yang dimilikinya cuma satu dan kebesaran. Sepatu itu baru terasa nyaman saat sudah robek.

Saat kuliah di Gunadarma, perempuan kelahiran 1974 silam ini sempat membeli sepatu seharga Rp 15 ribu tapi tetap gak nyaman. Sekembalinya ke kampung halaman, dia bekerja di salah satu perusahaan fashion milik warga Amerika, hingga akhirnya sukses menduduki posisi Direktur Marketing pada 2012. 

Berkat karier yang moncer, Niluh sempat terbang ke Amerika hingga akhirnya pulang kampung lagi karena sakit. Di situlah akhirnya dia bertemu dengan Cedric Cador yang menjadi suaminya. Berkat profesi suaminya yang ahli dalam ekspor impor, lahirlah merek sepatu baru bernama Nilou.

Merek itulah yang akhirnya jadi cikal bakal produk fashion yang bisa kamu temukan di niluhdjelantik.com. Sekarang, perempuan ini justru aktif terlihat di dunia politik, lebih tepatnya di Partai Nasdem.

Baca juga: Miliki Interior Sederhana, Begini Penampakan Rumah Megah Crazy Rich Bali Ajik Krisna

2. I Nengah Natya

orang kaya bali nengah natya
I Nengah Natya (berkemeja merah muda). (Instagram/@cocogroupbali)

Kalau di Jakarta banyak terlihat Indomaret dan Alfamart, kalau di Bali kamu tentu bakal sering melihat Coco Mart dan Coco Express. 

Seperti diberitakan di situs Majalah Bali, pria yang lahir di Desa Karangasem 1969 silam ini adalah putra seorang petani. Sementara itu, ibunya juga berprofesi sebagai penjual kain songket di pasar. 

Di tahun 1990, saat ayahnya meninggal dunia, I Nengah Natya menjadi tulang punggung keluarga. Dia pun gagal mewujudkan cita-citanya untuk kuliah di salah satu universitas ternama mengingat dia adalah lima bersaudara.

Sebelum jadi orang kaya Bali, I Nengah Natya pernah menjalani profesi sebagai kernet, hingga tukang cuci piring di salah satu hotel di Nusa Dua. Profesi ini dia pilih karena dirinya adalah jebolan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali. 

Pada intinya, Nengah gak pernah neko-neko dalam urusan cari duit. Selama dia bisa menghasilkan uang, dia akan bekerja sepenuh hati.

Di tahun 2004, dia pun merasa bosan jadi karyawan. Alhasil, dia resign dan mulai menekuni usaha di bidang retail karena peluangnya memang sangat besar pada saat itu.

Dia pun melakukan riset ke beberapa supermarket, mulai dari sistem operasional dan pengelolaan karyawan yang berjumlah banyak. Bermodalkan pinjaman dana dari bank, dan sisa gajinya sebagai waiter sekaligus tukang cuci piring, dia mendirikan supermarket bernama Coco Mart. 

Singkat cerita, supermarket ini pun berkembang pesat. Gak hanya ada Coco Mart di Bali melainkan juga Coco Express yang berbentuk minimarket!

Nengah pun mengembangkan usahanya ke ranah properti. Di bawah naungan Coco Group, dia kini mendirikan beberapa hotel di Tanah Lot, Ubud, Gili Trawangan, dan kawasan lainnya. Dia bahkan punya pusat oleh-oleh, restoran hingga bank dan koperasi lho! Keren abis!

Baca juga: Kisah Sukses Ajik Krisna, Dulu Tukang Cuci Mobil Kini Raja Oleh-Oleh Bali

3. I Ketut Mardjana

orang kaya bali i ketut mardjana
I Ketut Mardjana. (Instagram/@ikmardjana)

Pria yang lahir di salah satu kampung di Kabupaten Bangli ini, adalah putra dari petani miskin. Dia bahkan pernah blak-blakan cerita bahwa semasa kecilnya, dia harus jalan kaki tanpa alas kaki sejauh 7 km untuk pergi sekolah.

Namun siapa sangka, Ketut akhirnya sukses menjadi Direktur Utama di PT Pos Indonesia, dan mendirikan tempat wisata paling hits di kaki Gunung Batur, yaitu Toya Devasya Natural Hot Spring. Asal kamu tahu, tempat wisata ini setiap harinya bisa dikunjungi hingga 3 ribu orang lho.

Pria ini memang terkenal dengan sikapnya yang gak pernah mengeluh, pantang menyerah, sekaligus kreatif.

Saat SMA dia meraih beasiswa pendidikan. Demikian pula saat kuliah di STAN hingga akhirnya lanjut ke Monash University, Melbourne.

Sekembalinya ke Indonesia, dia cukup aktif di berbagai perusahaan dan menduduki posisi penting hingga akhirnya dipercaya untuk memimpin salah satu BUMN yang sedang tertatih-tatih. 

BUMN yang sudah ada di era penjajahan Belanda ini memang tertidur di tahun 2004. Kerap mengalami rugi dan gak menghasilkan uang sama sekali. 

Di tahun 2008 tercatat kerugian perseroan mencapai Rp 70,749 miliar. Namun, setelah Ketut masuk, BUMN ini untung hingga Rp 98 miliaran di tahun 2009. Sementara itu di tahun 2012, labanya juga meroket jadi Rp 212 miliar.

Usai pensiun dari Pos, dia pun kembali ke kampung halaman untuk meneruskan usahanya yang sudah dibangun sejak tahun 2002. Berkat kepiawaiannya dalam hal operasional, tempat wisata itupun sukses. Dari yang semula cuma punya 50 karyawan menjadi 200 karyawan!

Sebagai General Manager, dia merekrut warga sekitar kampungnya yaitu Kintamani. Dia menyulap wilayah terpencil itu menjadi sebuah resor mewah favorit wisatawan asing, tanpa pinjaman uang dari bank.

Saat ini, Ketut juga masih berambisi memajukan obyek wisata di wilayah sekitar kampung halamannya. Salah satunya adalah Trunyan.

4. I Gusti Ngurah Anom

orang kaya bali i gusti ngurah anom
I Gusti Ngurah Anom (kiri). (Instagram/@krisnaoleholehbali)

Nah orang kaya Bali yang satu ini memang paling sering disorot media, lantaran koleksi mobilnya yang luar biasa Wow! 

Pria kelahiran Desa Tangguwisia ini juga merupakan anak petani miskin yang bandel, hiperaktif, keras, dan sangat berani.

Ajik Cok alias I Gusti Ngurah Anom, adalah seorang tanpa ijazah SMA. Putus sekolah karena keterbatasan biaya, ia merantau dan bekerja sebagai tukang cuci mobil. Bahkan, ia terpaksa tinggal di pos satpam Hotel Rani, Sanur, saking gak sanggup menyewa kos-kosan.

Tapi setelah sukses mendirikan Krisna Oleh-oleh Bali, dia jadi crazy rich!

Berdirinya toko oleh-oleh terfavorit di Pulau Dewata ini, bermula dari usaha kaos bernama Cok Konveksi. Awal mulanya, Ajik hanya menjual kaos sebagai cenderamata. Ia melibatkan para desainer terkemuka untuk menciptakan desain karikatur pada kaosnya.

Tapi lambat laun, muncul ide untuk mendirikan sebuah toko oleh-oleh di tahun 2007 dan langsung booming!

Krisna bahkan punya banyak cabang dan kini mempekerjakan 1.000 karyawan! Sekarang, dia punya Lamborghini Aventador, Bentley Continental, Porsche Boxster dan mobil mewah lainnya! 

Itulah empat orang kaya Bali yang dulunya hidup miskin dan serba terbatas, namun sekarang telah sukses mengurangi pengangguran di kampung halamannya. Patut ditiru deh pokoknya semangatnya. (Editor: Ruben Setiawan)