Otong Baru Sadar Gagal Bayar Seluruh Utang Kartu Kredit Bunganya Mencekik

utang kartu kredit

Baru setahun sejak punya kartu kredit, Otong harus menerima kenyataan gagal bayar seluruh utang kartu kredit yang jatuh tempo 14 Maret lalu. Dari tagihan sebesar Rp 4,150 juta, lajang ini hanya sanggup bayar Rp 2 juta sebelum jatuh tempo.

Dia paham betul harus bersiap-siap kena bunga di tagihan bulan berikutnya. Isi kepalanya sudah menghitung-hitung beban bunga plus dada yang dag dig dug khawatir nilainya cukup besar. Dan benar saja, saat lembaran tagihan diterima, Otong buru-buru lihat item biaya bunga yang ternyata kena Rp 176.200.

Padahal semula dia berpikir bunganya enggak sampai segitu. Dalam hitungannya sebagai orang awam, dengan bunga kartu kredit 2% per bulan, hanya perlu bayar bunga 2% kali sisa utangnya yang belum terbayar sebesar Rp 2,150 juta, yaitu Rp 43 ribu.

Dari mana hitungan itu berasal? Buru-buru Otong telepon customer service kartu kredit. Kemudian si mbak-mbak customer service itu janji akan mengirimkan rincian perhitungan bunga dalam waktu 7 hari kerja.

[Baca : Serba-Serbi Kartu Kredit dari Bunga Hingga Cara Membuat]

Meski dongkol dan baru dapat rinciannya sepekan kemudian, Otong pun mulai utak-atik sendiri sambil mempelajari isi lampiran kartu kredit yang dulu dikirim bareng kartu. Dari situ, si pemilik rambut poni ini pun bikin simulasi perhitungan bunga kartu kredit sendiri.

utang kartu kredit
Satu kartu kredit saja udah puyeng. Gimana kalau setumpuk?

Pertama adalah mengumpulkan riwayat transaksinya.

Tanggal transaksi Tanggal penagihan Nilai transaksi

1 Februari 4 Februari Rp   150.000

6 Februari 8 Februari Rp 2.000.000

6 Februari 8 Februari Rp 1.500.000

12 Februari 15 Februari Rp    150.000

20 Februari 25 Februari Rp    350.000

Total tagihan Rp 4.150.000

Lantaran cuma bayar separuh alias Rp 2 juta dari total tagihan, maka ada perhitungan bunga atas transaksi yang belum dilunasi yaitu:

  1. ( 150.000 X 52 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 5.200
  2. (2.000.000 X 67 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 89.333
  3. (1.500.000 X 67 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 67.000
  4. ( 150.000 X 51 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 5.100
  5. ( 350.000 X 41 hari X 12 X 2%)/360 = Rp. 9.567

Dari situlah Otong tahu total bunga yang dikenai Rp. 176.200. Beda banget sama perhitungan awal si Otong yang mengira hanya kena Rp 43 ribu. ”Alamat enggak bisa ajak si Zaenab makan di Pizza Hut nih,” keluhnya di dalam hati.

Ini rupanya yang membuat perhitungan biaya bunga menjadi sedemikian besar. Bunga diakumulasikan sejak tanggal penagihan atas nilai transaksi. Sudah begitu bunga kartu kredit dari asalnya memang sudah dipatok tinggi.

Di luar sana mungkin banyak Otong-Otong yang lain yang tidak memerhatikan detail perhitungan bunga kartu kredit. Sebenarnya penerbit kartu kredit sudah mencantumkannya saat kali pertama kartu kredit dikirimkan. Tinggal bagaimana si nasabah mempelajarinya.

[Baca : 5 Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Terhadap Bunga Kartu Kredit]

Sayang, di lapangan banyak nasabah yang gagal paham konsekuensi bila telat bayar atau hanya bayar minimum saja. Hampir sebagian besar tak tahu bagaimana perhitungan bunga tagihan kartu kredit.

utang kartu kredit
Hitung, hitung, dan hitung

Begitu memutuskan bayar sebagian atau minimum sebesar 10 persen dari tagihan, maka yang terjadi angka-angka di tagihan akan terus bunga berbunga.

Atas dasar itulah, camkan sejak awal untuk memilih opsi melunasi seluruh tagihan kartu kredit. Ada baiknya memandang kartu kredit sebagai alat mengelola pembayaran dan memudahkan transaksi keuangan.

Kasus terjerat bunga yang mencekik kemungkinan akan terjadi jika kartu kredit dijadikan sebagai alat pencipta utang. Ketika kapasitas keuangan lagi tak memadai seperti yang dialami Otong, maka siap-siap saja mengeluarkan uang ekstra untuk membayar bunga kartu kredit.

[Baca : Ayo Belajar Cara Mengatur Tagihan Kartu Kredit Sebelum Kita Diatur Pengadilan]

 

Image credit:

  • http://pad1.whstatic.com/images/thumb/1/17/Calculate-Debt-to-Income-Ratio-Step-1.jpg/728px-Calculate-Debt-to-Income-Ratio-Step-1.jpg
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →