Over Kredit Mobil yang Benar Harus Dilakukan Seperti Ini

cara over kredit mobil yang benar

Over kredit mobil adalah proses jual beli mobil yang berstatus belum lunas alias masih dalam proses cicilan.

Pada umumnya, transaksi ini dilatari oleh masalah finansial yang membuat pemilik mobil tidak sanggup lagi membayar cicilan bulanan.

Hal ini dilakukan dengan mengalihkan status kepemilikan kredit dari pihak pertama kepada pihak kedua. Sebagai timbal baliknya, pihak pertama akan mendapatkan sejumlah uang sebagai kompensasi tertentu.

Kompensasi ini dapat berupa uang tunai yang dianggap sebagai pengganti atas down payment (DP) yang telah dikeluarkan dan sejumlah angsuran yang telah dibayarkan sebelumnya. Selanjutnya, pihak kedua yang melanjutkan pelunasan sisa cicilan.

Singkatnya dalam proses over kredit, pembeli akan mengambil alih sisa utang ataupun kredit (take over kredit) dari pihak penjual sehingga pihak penjual tidak memiliki kewajiban lagi untuk membayar cicilan karena sudah dialihkan kepada pihak pembeli.

Prosedur pelaksanaan over kredit mobil

Pada prosesnya, over kredit mobil bisa dilakukan dengan beberapa metode, antara lain:

1. Lewat bantuan bank atau leasing

Pihak pertama dan pihak kedua harus menghubungi bank atau leasing sebagai pihak yang melakukan analisis kredit saat mengajukan pinjaman. 

Dalam proses over kredit lewat leasing ini, kedua pihak harus hadir langsung untuk membawa kendaraan dan juga dokumen syarat untuk kebutuhan verifikasi data.

Kunjungan langsung ke pihak leasing terkait ini juga untuk memeriksa berapa nilai angsuran, berapa bulan angsurannya, dan apakah ada denda keterlambatan.

Selanjutnya, customer baru harus memenuhi beberapa dokumen persyaratan, seperti:

  • KTP dan Kartu Keluarga
  • Rekening listrik/PBB dan rekening telepon
  • Rekening tabungan 3 bulan terakhir
  • Slip gaji
  • NPWP

Setelah ada persetujuan aplikasi pinjaman, pihak kedua akan menandatangani sejumlah dokumen terkait, seperti:

  • Akad kredit baru atas nama debitur yang baru
  • Biaya notaris
  • Biaya asuransi kredit

Biasanya proses over kredit hanya memakan waktu satu sampai dengan dua hari saja. 

2. Lewat bantuan notaris

Kedua belah pihak harus menghubungi notaris dengan maksud menyampaikan semua tujuan untuk melakukan over kredit mobil.

Adapun beberapa dokumen yang harus disiapkan sebagai berikut.

  • Fotokopi perjanjian kredit.
  • Fotokopi surat berharga, seperti BPKB mobil terkait barang untuk over kredit.
  • Fotokopi bukti pembayaran angsuran.
  • Fotokopi/asli slip gaji.
  • Asli buku tabungan untuk mengetahui jumlah rekening tiga bulan terakhir sekaligus dijadikan referensi rekening pembayaran angsuran.
  • Data identitas penjual dan pembeli, misalnya KTP dan kartu keluarga.

3. Transaksi di bawah tangan

Tanpa harus berurusan dengan bank, leasing, dan notaris, over kredit mobil juga bisa dilakukan dengan mekanisme di bawah tangan.

Metodenya cukup mudah, yaitu cukup menggunakan kuitansi, kemudian pinjaman dapat dialihkan kepada debitur yang baru.

Langkah ini dinilai lebih praktis karena tidak melibatkan biaya analisis kredit, biaya notaris, biaya angsuran, dan lain-lainnya.

Meski begitu, over kredit mobil di bawah tangan ini memiliki kekuatan hukum yang lemah. Maka, lebih baik untuk menghindari metode semacam ini.

Tips aman saat melakukan over kredit mobil

Sebagaimana tindakan over kredit melibatkan pengalihan sebuah pembayaran, maka sebaiknya kesepakatan yang melatarinya pun harus jelas dan tegas secara resmi.

Berikut ini beberapa langkah yang perlu dilakukan.

1. Proses over kredit sebaiknya diketahui kreditur

Pastikan setiap transaksi harus melibatkan pihak bank atau leasing. Tujuannya agar lembaga keuangan bisa menganalisis calon pembeli mobil dan menolaknya apabila calon pembeli tidak layak dari segi finansial demi menghindari terjadi kredit macet.

Namun, jika pihak kedua dinilai layak, pengajuan kreditur baru akan diproses dan over kredit mobil bisa dilanjutkan.

2. Hindari over kredit mobil di bawah tangan

Mematuhi ketentuan hukum yang berlaku terkait proses pengalihan utang. Lebih baik menghindari mekanisme di bawah tangan karena tidak memiliki kekuatan hukum sama sekali.

Perbuatan ini juga bisa dianggap melanggar hukum, sebab mobil yang terutang adalah jaminan utang dari bank atau leasing.

Jika ada masalah akibat over kredit di bawah tangan, maka bank atau leasing bisa menggugat pihak pertama atas ganti rugi.

3. Pastikan penjual tidak terlibat masalah

Pastikan pemilik mobil tidak memiliki permasalahan di dalam pembayaran kredit. Jika ada, maka pemilik mobil wajib menyelesaikan kewajibannya terlebih dahulu sebelum proses over kredit.

Jika ada cicilan yang belum dibayar, mintalah pihak pertama untuk melunasinya terlebih dahulu. Sama halnya jika ada denda keterlambatan atas pembayaran cicilan, maka pihak pertama harus menyelesaikannya.

Sebab, nantinya nama debitur yang tertera di pemberi kredit akan kena dampaknya ketika pembayaran cicilan dari pemberi baru macet atau bahkan menunggak.

4. Transparansi atas pembiayaan sebelumnya

Pihak pertama sebaiknya menyediakan informasi pembayaran cicilan sejak bulan pertama, termasuk jumlah DP dan pembiayaan lainnya.

Dengan begitu terdapat transparansi yang dapat mendukung kelancaran transaksi.

Jauh lebih baik lagi jika pihak kedua bisa mengetahui harga pasaran pada saat itu. Hal ini bertujuan menghindarkan diri dari kerugian finansial akibat harga penawaran yang terlalu tinggi.

5. Periksa dokumen dan kelengkapan mobil

Setelah melakukan pemeriksaan riwayat kredit penjual, langkah selanjutnya perhatikan kelengkapan dokumen-dokumen administrasi dan surat-surat lainnya. Biasanya dokumen-dokumen yang dibutuhkan berbeda di setiap leasing dan bank.

Perhatikan satu per satu, jangan sampai ada yang terlewatkan sedikit pun, ya!

6. Cek kondisi kendaraan

Meskipun mobil yang di-over kredit biasanya memang berusia muda dan memiliki kondisi mesin yang masih bagus, bukan berarti kamu menjadi abai dan gak perlu cek kondisi mobil secara keseluruhan.

Siapa yang tahu, jika ternyata pemilik mobil sebelumnya tidak peduli atau tidak menjaga mobil dengan baik akan berpengaruh kepada kualitas mobil. 

Karena itu, ada baiknya melakukan pengecekan. Bila perlu, kamu boleh meminta bantuan teman/saudara atau montir mobil untuk membantu pengecekan.

7. Pahami aturan over kredit

Terkait cara over kredit mobil ini gak boleh asal-asalan sebab kalau gak sesuai ketentuan, pihak-pihak yang bersangkutan bisa dikenai hukuman penjara, lho. 

Undang-undang over kredit mobil ini terikat oleh perjanjian jaminan fidusia dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (UU Fidusia). 

Pada Pasal 23 ayat (2) UU Fidusia menyatakan bahwa Pemberi Fidusia dilarang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan kepada pihak lain benda yang menjadi obyek Jaminan Fidusia yang tidak merupakan benda persediaan, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penerima Fidusia. 

Berdasarkan pasal ini, pemilik dilarang mengalihkan objek leasing tanpa sepengetahuan dan persetujuan perusahaan leasing.

Ancaman yang akan menjerat paling lama 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp50 juta. Ngeri, kan?

8. Lakukan perhitungan over kredit sendiri

Sebelum memulai take over, pastikan kamu sudah mengantisipasi perhitungan dan biaya ganti kredit. Atur harga secara adil.

Sebagai penjual, jangan tetapkan harga yang terlalu tinggi agar pembeli tidak merasa dirugikan. Di lain sisi selaku pembeli, pastikan kamu bisa menghitung sendiri harga over kredit yang mau disiapkan.

Kalau masih ragu dengan harga yang dipatok atau biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi mobil dengan cara over kredit, kamu bisa juga melakukan perhitungan sendiri.

Walau harga penawaran awal sudah terbilang murah, lebih baik untuk tetap melakukan peninjauan. 

Simulasi uang pengganti over kredit mobil

Pada dasarnya, penentuan harga penjualan mobil yang akan di-over kredit bergantung kepada kesepakatan pribadi antara pemilik lama dan calon pemilik baru. 

Dengan kata lain, tidak ada batas harga tertentu dari pihak leasing terkait. Dalam hal ini, peran pihak leasing hanya berwenang untuk mengurus pengalihan dokumen administrasi dan tanggung jawab finansial dari penjual kepada pembeli.

Sebagai pedoman mengenai penentuan kisaran harga yang wajar, kita bisa lihat pada tabel berikut.

Uang pengganti untuk penjual (pemilik lama)

Uang pengganti yang diterima pemilik lama

Harga mobil – (angsuran + denda)

Keterangan:

  • Harga mobil: Nilai nominal mobil bekas tipe/jenis tersebut pada tahun ini.
  • Angsuran: Total sisa angsuran yang tersisa. Jumlah angsuran disepakati pemilik lama dengan dealer.
  • Denda: Jumlah uang yang harus dibayar karena adanya keterlambatan pembayaran tertentu oleh pembeli lama.

Pada sebagian kasus, denda keterlambatan sebaiknya menjadi tanggung jawab penjual untuk mengurusnya terlebih dahulu sebagaimana denda diakibatkan oleh kelalaian pemilik lama.

Dengan demikian, pihak pembeli tidak perlu direpotkan untuk mengurusnya lagi.

Pelunasan denda wajib diselesaikan dulu sebelum berlanjut ke tahap berikutnya karena denda yang belum dilunasi bisa menjadi kendala administrasi saat diajukan kepada pihak leasing.

Uang pengganti untuk pembeli (calon pemilik baru)

Uang yang dibayar kepada pemilik lama

Uang pengganti untuk penjual + biaya administrasi take over + biaya asuransi

Keterangan:

  • Uang pengganti untuk penjual: Didapatkan dari rumus penghitungan uang pengganti untuk pemilik lama sebelumnya.
  • Biaya administrasi take over: Ditentukan oleh pihak leasing sebagai perantara.
  • Biaya asuransi: Ganti rugi pembayaran premi asuransi jika pemilik lama membeli asuransi mobil di luar kelengkapan dari dealer/leasing.

Tentu perihal uang pengganti untuk penjual dan pembeli ini bisa bervariasi sesuai kebutuhan masing-masing.

Meski begitu agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam bertransaksi, sebaiknya hal ini didiskusikan secara saksama di antara kedua pihak dan leasing.

Jika semua keperluan dokumentasi dan pembayaran sudah diselesaikan, maka pihak leasing akan segera mengurus proses perpindahan kepemilikan mobil.

Pada umumnya, waktu yang dibutuhkan adalah sekitar dua hari sebelum keluar pernyataan resmi.

Tips Lifepal! Hitung langsung biaya over kredit mobilmu dengan Kalkulator Angsuran Kredit Flat dari Lifepal.

Lebih baik punya perlindungan dari asuransi mobil

Punya mobil tentu bukan perkara murah karena adanya biaya perawatan yang mahal dan risiko-risiko yang bisa menimbulkan kerugian finansial, seperti kecelakaan lalu lintas, kerusakan sparepart, atau bahkan kehilangan akibat dicuri.

Tapi kalau kamu punya perlindungan dari asuransi mobil, maka risiko-risiko tersebut bisa dijamin secara finansial.

Untuk mengetahui jenis asuransi mobil apa yang sesuai dengan kebutuhanmu, coba cari tahu aja di sini, yuk!

Nah setelah kamu mendapatkan jenis perlindungan yang sesuai, sekarang cuma perlu hitung berapa kisaran premi asuransinya.

Masih punya pertanyaan lain seputar over kredit mobil atau kendala keuangan lainnya? Konsultasikan aja langsung kepada ahlinya melalui Tanya Lifepal!

Keuntungan dan kerugian over kredit mobil

Idealnya, sebuah transaksi over kredit bisa memberikan keuntungan bagi kedua pihak.

Khususnya bagi pihak pertama, keuntungannya berupa pendapatan uang tunai dari ganti rugi pengeluaran atas mobil bekas miliknya.

Di sisi yang sama, pihak kedua mendapat keuntungan berupa mobil dengan harga yang relatif lebih murah jika dibandingkan dengan memproses kredit mobil baru.

Keuntungan lainnya adalah pihak kedua tidak perlu mencicil mobil sejak awal. Misalnya, cicilan mobil tersisa 12 bulan, maka dia hanya perlu melunasi cicilan 12 kali saja.

Namun, yang perlu diperhatikan di dalam transaksi semacam ini adalah kualitas barang yang diperjualbelikan. Jangan hanya tergiur oleh harga murah, jadi malah mengesampingkan kondisi mobil.

Dalam hal ini, pihak kedua harus memastikan kualitas mobil terlebih dahulu, termasuk jika mobil pernah mengalami tabrakan atau terendam banjir.

Pihak pertama pun dihadapkan kepada risiko kepada status pihak kedua yang diam-diam ternyata termasuk blacklist bank atau leasing mobil. Orang dengan kasus semacam ini biasanya sering mengalami kredit macet atau melakukan penipuan transaksi.

Sebagai solusi, pihak pertama sebaiknya tidak melakukan over kredit di bawah tangan dengan pihak kedua semacam itu. Bisa-bisa kamu ikut dipidana kalau menyalahi aturan, ya!

Upayakan untuk senantiasa waspada saat akan melakukan transaksi finansial.

Over kredit mobil bisa saja menguntungkan, tapi berbeda hasilnya jika tidak disertai kekuatan hukum yang sah, baik dari bank maupun perusahaan leasing.

Itulah penjelasan mengenai cara over kredit mobil. Supaya aman, lakukan transaksi hanya dengan mengikuti prosedur resmi dan perkuat dengan perjanjian tertulis juga ya.

FAQ seputar over kredit mobil

Apa itu over kredit mobil?

Proses over kredit mobil adalah melimpahkan tanggung jawab cicilan kendaraan dari pihak kreditur pertama ke tangan kedua. Artinya, pihak penerima over kredit bersedia untuk melanjutkan sisa cicilan mobil orang yang menawarkan over kredit.

Apa itu over kredit di bawah tangan?

Over kredit di bawah tangan oleh seorang debitur yang belum melunasi hutangnya, merupakan suatu perbuatan melawan hukum karena mobil itu merupakan benda jaminan hutang debitur kepada leasing.

Sehingga Leasing dapat menuntut debitur untuk memberikan ganti rugi dan segera melunasi seluruh sisa hutangnya.

Apa syarat over kredit mobil?

Syarat yang harus dilengkapi oleh calon pembeli unit kendaraan pada saat melakukan proses over kredit adalah sebagai berikut.

  • KTP
  • Kartu Keluarga
  • Rek listrik/ PBB, rek telepon
  • Rekening koran atau tabungan 3 (tiga) bulan terakhir
  • Slip gaji atau surat keterangan kerja (asli)
  • NPWP

Apa keuntungan over kredit mobil?

  • Usia mobil over kredit masih dalam proses pembayaran secara kredit sehingga dipastikan kondisinya masih baru sehingga gak perlu cemas dengan kondisi mesin mobil.
  • Harga yang lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Kamu juga masih bisa bernegosiasi dengan pihak penjual untuk menentukan harga yang cocok.
  • Garansi mobil masih berlaku.
  • Masa angsuran/tenor yang lebih pendek.
  • Tidak perlu melewati serangkaian survei seperti yang dialami pembeli mobil baru untuk mendapatkan mobil.

Apa kerugian over kredit mobil bekas?

  • Harus menyiapkan dana cukup untuk mengurus balik nama dan mutasi kalau mobil tersebut berasal dari luar daerah.
  • Saat akan melakukan over kredit, pastikan banyak pihak yang menjadi saksi adanya transaksi tersebut.

Apa wewenang pihak leasing saat over kredit mobil?

Pihak leasing hanya memiliki wewenang untuk mengurus pengalihan administrasi, dan tanggung jawab dari penjual ke penerima over kredit. Sementara penentuan harga beli mobil over kredit dari konsumen lama ke konsumen baru tidak menjadi urusan pihak leasing.

Siapa yang menentukan harga beli mobil over kredit?

Perjanjian harga beli berada di tangan pemilik mobil. Jadi leasing hanya membantu over kredit resmi, dan tidak ikut dalam menentukan jual beli. Yang penting customer baru harus bisa cicil sampai dengan selesai masa angsuran.
Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →