Sama-sama buat yang Suka Terima Beres, Ini Perbandingan P2P Lending vs Reksadana Pasar Uang

papan bertuliskan relasi antara return dan risiko

Semakin tinggi return investasi, semakin tinggi risikonya. (Shutterstock)

Tertarik mencari instrumen investasi yang gak ribet dan cepat dalam urusan cuan? P2P lending atau reksa dana pasar uang bisa jadi pilihan.

Yang dimaksud dengan gak ribet adalah mudah dalam proses registrasi. Registrasi hanya membutuhkan ponsel, foto KTP, NPWP, dan foto kita sendiri sambil memegang KTP. 

Setelah verifikasi selesai, tinggal tunggu kabar dari admin platformnya dan kamu pun resmi berinvestasi di P2P lending maupun reksa dana pasar uang.

Imbal hasil dari investasi ini juga bisa dipantau tiap hari dengan mudah via ponsel. Pokoknya setiap hari atau hitungan bulan pasti nilainya bertambah deh. 

Tapi sebelum menentukan mana yang jadi pilihanmu, yuk ketahui sejumlah perbedaan dari kedua investasi yang cocok untuk mereka yang senang terima beres ini.

1. Return atau imbal hasil

reksa dana
Mana lebih besar, return reksa dana atau P2P lending? (Shutterstock)

Bicara soal return atau imbal hasil, P2P lending tentu lebih besar ketimbang reksa dana pasar uang. Mengapa demikian?

Reksa dana pasar uang memiliki fokus portofolio di instrumen pasar uang, seperti deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), sertifikat deposito, dan dokumen perbendaharaan negara. Tahu sendiri kan imbal hasil dari deposito itu berapa?

Sebagian besar reksa dana pasar uang sanggup menghasilkan keuntungan 7 persenan per tahun. Lain halnya dengan P2P lending yang bisa sampai 20 persen.

Sebut saja kamu menaruh uang sebesar Rp 5 juta di P2P lending, jika bunganya 20 persen setahun maka cuan yang bisa kamu dapatkan bisa sampai Rp 1 juta. 

Tapi, seandainya kamu menaruh uangmu di reksa dana pasar uang, keuntungannya mungkin hanya Rp 350 ribuan. Itu pun seandainya reksa dana pasar uang yang kamu beli sanggup menghasilkan keuntungan 7 persen.

Platform investasi P2P lending bertujuan untuk mempertemukan para peminjam uang dan yang meminjamkan uang. So, sebagai pemberi dana, kita sama saja dengan memberikan utang ke seseorang dengan imbal hasil yang ditentukan. Kemudian, si peminjam harus mengembalikan uang yang dipinjam beserta bunga sesuai tenor pinjaman yang sudah ditentukan.

Sebut saja, perusahaan penyedia P2P tersebut memberikan bunga 30 persen ke peminjam. Nah, 15 persennya tentu akan masuk laba perusahaan itu, sedangkan 15 persen lagi bisa masuk ke kantong kita sebagai pendana. 

2. Risiko

risiko investasi
Bagaimana risiko reksa dana dibandingkan dengan P2P lending? (Shutterstock)

Bisa dibilang, reksa dana pasar uang memang gak akan pernah rugi. Kalau pun ada penurunan itu akan sedikit sekali jumlahnya. 

Bagi kamu yang belum yakin, silakan saja cek prospektus atau fund fact sheet reksa dana pasar uang yang kamu beli. Pasti performanya nanjak terus. 

Alasan mengapa investasi ini kecil risiko juga karena deposito itu sendiri. Kita tentu tahu bahwa selain emas, deposito merupakan investasi minim risiko. 

Lantas kalau P2P seperti apa? Risiko pendanaan ini terbilang moderat, namun ada sebagian orang juga yang memandanganya sebagai investasi tinggi risiko, karena kita gak tahu seperti apa karakteristik si peminjam.

Bisa saja si peminjam gak mengembalikan uang yang mereka pinjam di situs P2P lending tersebut. Kalau seperti ini, apa yang harus dilakukan?

Cari tahu saja, dengan asuransi kredit mana situs P2P lending itu bekerja sama. Asuransi kredit inilah yang akan menyelamatkan modal si pendana di situs ini.

Walaupun uangnya bakal dikembalikan, sebagian situs enggan mengembalikan 100 persen lho.

3. Produknya sama-sama banyak 

orang membaca grafik dan diagram
Penyedia reksa dana dan P2P lending banyak jumlahnya. (Shutterstock)

Reksa dana adalah produk investasi yang dikeluarkan oleh manajer investasi. Nah tinggal dihitung deh, ada berapa perusahaan manajer investasi yang menjual reksa dana pasar uang di Indonesia?

Bagi para pemula, menentukan reksa dana yang bagus tentunya cukup sulit. Oleh karena itu, manfaatkan saja situs agen penjual reksadana untuk mengetahui reksa dana pasar uang yang performanya paling top.

Performa top saja sejatinya gak cukup, cek juga ya manajer investasinya siapa serta bagaimana testimoni dari investor.

Sama halnya dengan reksa dana, P2P lending juga banyak lho situsnya. Akan tetapi, satu situs tentunya memiliki aturan main yang berbeda dengan situs lainnya, begitu pula dengan pendananya.

Ada yang mendanai pengusaha ultra-mikro, ada yang mendanai penjaminan invoice, ada yang mendanai UMKM, atau mendanai orang yang pinjam duit untuk kebutuhan konsumtif. 

Hal pertama dan paling penting untuk dilakukan bagi yang mau berinvestasi di P2P lending adalah mencari tahu dulu apakah perusahaannya sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum. Selain itu, cari tahu juga siapakah investor dari perusahaan ini. Sebab, dengan tahu perusahaan mana yang menjadi investornya, kamu bisa memprediksi seberapa kuat modal dan konsistensi platform P2P lending tersebut dalam menjalankan bisnisnya.

4. P2P lending ada jatuh tempo, reksa dana tidak

orang membawa logo P2P lending
P2P lending ada jatuh temponya, bagaimana dengan reksa dana? (Shutterstock)

Poin terakhir ini berkaitan seputar pencairan dana dari investasi ini. Meski untuk dari P2P lending lebih besar, P2P lending punya tanggal jatuh tempo, otomatis uang yang kamu investasikan gak bisa ditarik sebelum tanggal yang ditentukan ya.

Lain halnya dengan reksa dana pasar uang. Kapanpun kamu butuh dananya, kamu bisa menariknya dengan mudah.

Itulah empat cara sederhana untuk mengetahui perbandingan dari dua investasi ini. Intinya, jangan asal beli ya, keduanya cukup bagus kok untuk jangka pendek atau menengah.

Jika memang kamu ingin yang benar-benar minim risiko, reksadana pasar uang pilihannya. Namun jika mengincar imbal hasil tinggi dan risiko moderat, P2P lending boleh dicoba. 

Kedua investasi ini sama-sama konstan deh dalam urusan cuan, dan pas buat mereka yang suka terima beres. 

Selamat menentukan pilihan ya. (Editor: Ruben Setiawan)

Marketplace Asuransi #1 di Indonesia

Cari Asuransi Terbaik Sesuai Anggaranmu

  • Bandingkan > 100 polis asuransi
  • Konsultasi & bantuan klaim gratis