Panduan Asuransi Terbaik dan Cara Memilihnya

asuransi

Istilah asuransi memang tidak asing. Namun, berdasarkan data OJK di tahun 2018, penetrasi asuransi di Indonesia hanya sampai sekitar 1,7 persen saja. Itu artinya masih ada 98 persen penduduk Indonesia yang belum memiliki asuransi, khususnya asuransi pribadi.

Kemungkinan salah satu alasannya adalah literasi asuransi yang masih minim di Indonesia. Beberapa orang menganggap asuransi cukup sulit untuk dipahami. Misalnya, kita gak mengerti harus memilih asuransi terbaik buat kita. Atau, ada yang salah paham bahwa beberapa asuransi berlaku curang dengan menyulitkan proses klaim.

Padahal, sering kali gak begitu, lho! Yang terpenting kita paham dulu apa itu asuransi dan caranya kerjanya.

Kenapa kita butuh asuransi?

Yang namanya orang hidup pasti bakal mengalami risiko tertentu yang gak diinginkan. Misalnya, kita pasti bakal mengalami sakit. Minimal flu. Ada pula risiko tertentu yang bukan dari diri kita, misalnya bencana alam atau amit-amit kita kecelakaan karena kecerobohan orang lain.

Data berikut meneguhkan kemungkinan yang disebutkan sebelumnya, di antaranya:

  • Semua orang pasti meninggal, cuma gak tahu kapan
  • Biaya RS setiap tahun naik 12-18%
  • Kena kanker biayanya hingga Rp100 juta/bulan
  • Kecelakaan di jalan 107.500 kejadian/tahun
  • Curanmor 90.757 kejadian/tahun
  • Kebakaran rumah 1.078 musibah/tahun cuma di Jakarta
  • Banjir di 38 kecamatan Ibu Kota, awal 2020

Nah, di sinilah pentingnya asuransi. Asuransi sendiri berguna buat menanggung kerugian finansial yang kita alami akibat risiko yang disebutkan di atas. Simpelnya, kita bayarkan premi ke perusahaan asuransi. Nantinya, bila kita sakit atau mengalami kecelakaan dan sebagainya, perusahaan asuransi bakal menanggung kita.

Asuransi apa yang cocok buat kamu?

Satu hal perlu kita ingat adalah asuransi terdiri atas berbagai macam pilihan. Gak semua jenis asuransi bakal cocok buat kita. Jadi, kita perlu sesuaikan dengan profil dan kebutuhan.

Pertama, ketahui dulu jenis-jenis asuransi pada umumnya. Lifepal merangkum asuransi menjadi lima kategori:

Kategori asuransi yang disebutkan di atas masih terbagi menjadi beberapa macam. Misalnya, kita butuhnya asuransi jiwa berjangka (term life), bukan asuransi jiwa seumur hidup (whole life). Terus, kita butuhnya asuransi kesehatan individu, bukan asuransi kesehatan keluarga.

Biar gampang, berikut pilihan asuransi yang bisa kita pertimbangkan berdasarkan manfaatnya.

1. Asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan bertujuan buat menanggung biaya perawatan kesehatan kita. Berikut beberapa jenis asuransi kesehatan yang bisa kita pilih:

  • Asuransi kesehatan individu dan asuransi kesehatan keluarga.
  • Asuransi tanggungan total dan tanggungan tinggi.
  • Asuransi kesehatan murni dan asuransi kesehatan unit link.
  • Asuransi kesehatan swasta dan asuransi kesehatan pemerintah seperti BPJS Kesehatan.

Gak cuma berdasarkan jenisnya, kita juga bisa memilih asuransi berdasarkan metode klaimnya. Ada yang sistem reimbursement yang mengharuskan kita bayar duluan, ada pula yang cashless yang cukup menggunakan kartu saja kalau mau klaim. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, simak di artikel Reimburse versus Cashless.

2. Asuransi jiwa

Asuransi jiwa bertujuan buat menanggung nilai ekonomi seseorang saat hidup. Sederhananya, kita membayarkan premi asuransi agar nantinya saat kita gak bisa bekerja atau meninggal dunia, perusahaan asuransi bakal kasih uang pertanggungan (UP) ke ahli waris kita. Dengan begitu, ahli waris yang bisa saja keluarga atau orang terdekat tetap bisa melanjutkan hidup dengan dana tersebut.

Asuransi jiwa juga banyak macamnya. Ada asuransi jiwa berjangka dan asuransi jiwa seumur hidup. Sila baca artikel Asuransi Jiwa Berjangka vs Seumur Hidup, Apa Bedanya?, untuk mengetahui perbedaan antara kedua asuransi jiwa tersebut.

Kemudian, berdasarkan pembagian pengelolaan preminya, ada pula asuransi jiwa murni, unit link, dan dwiguna. Kamu bisa pelajari ketiganya melalui artikel mengenai asuransi jiwa murni, unit link, asuransi jiwa dwiguna. Atau, biar lebih mudah, kita bisa bandingkan kedua asuransi tersebut melalui artikel Asuransi Jiwa Murni versus Unit Link.

Asuransi jiwa juga bertransformasi dalam bentuk asuransi lain, misalnya asuransi pendidikan, dan asuransi kecelakaan diri (personal accident/PA). Meski kedua asuransi tersebut gak membawa embel-embel “jiwa” dalam penamaannya tetapi konsepnya sama dengan asuransi jiwa.

3. Asuransi kerugian pada harta benda

Asuransi ini meng-cover atau memberikan perlindungan finansial terhadap harta-benda yang kita miliki. Yang disebut sebagai harta-benda, bisa berupa kendaraan, properti, atau benda-benda lain yang kita anggap berharga dan butuh diasuransikan.

Beberapa asuransi harta benda yang umum di Indonesia, antara lain:

Selain asuransi yang disebutkan di atas, masih ada ‘pecahan’ asuransi lainnya. Misalnya, ada asuransi karyawan yang memberikan perlindungan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Kemudian, ada pula asuransi proyek yang menggabungkan antara asuransi harta benda bagi aset proyek tersebut dan asuransi jiwa yang menanggung para pekerjanya.

Kemudian, ada pula asuransi perjalanan yang menanggung risiko yang terjadi saat traveling atau perjalanan bisnis. Asuransi ini merupakan perpaduan antara asuransi jiwa, kesehatan, dan harta-benda.

Sebagai informasi, Lifepal menyediakan konsultasi asuransi gratis, khususnya buat produk asuransi kesehatan, jiwa, karyawan, mobil, motor, dan asuransi perjalanan. 

Bagaimana dengan asuransi syariah?

Asuransi syariah pada dasarnya memiliki produk yang sama dengan asuransi konvensional yang sudah disebutkan di atas. Namun, prinsip yang digunakan berdasarkan syariat Islam, yang diusahakan gak bakal terindikasi riba, judi, atau haram.

Kamu bisa baca perbedaannya antara syariah dan konvensional di artikel Asuransi Syariah versus Asuransi Konvensional.

Bagaimana cara mendapatkan asuransi terbaik?

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan buat dapat asuransi terbaik, di antaranya:

  • Pahami dulu istilah-istilah dalam asuransi biar gak kena tipu-tipu oleh agen asuransi. Sebab, saat kita menerima polis asuransi, kita bakal dihadapkan pada istilah-istilah asing tersebut.
  • Pilih asuransi sesuai dengan kebutuhan kita. Misalnya, kalau kita gak punya mobil, ya kita gak perlu beli asuransi mobil.
  • Sebaiknya gak perlu borong berbagai pertanggungan sekaligus dalam satu asuransi. Jadi gini, dalam asuransi itu ada namanya rider. Rider tersebut adalah asuransi tambahan dari manfaat utama yang kita dapatkan. Misal, kita beli asuransi jiwa dan kita beli rider asuransi penyakit kritis. Tapi, rider ini biasanya bakal menambah biaya premi.
  • Pilih asuransi dengan premi dan benefit yang sesuai. Gak selamanya asuransi dengan premi yang mahal pas buat kita. Bisa saja, asuransi dengan premi murah dan terjangkau, itulah yang kita butuhkan. Pintar-pintar kita saja buat cari asuransi terbaik.

Selain poin-poin yang disebutkan tadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya! Yaitu dengan membaca artikel-artikel yang ada di Lifepal Media dan tanyakan pada tim Lifepal.co.id. Lifepal berusaha membantu pembaca buat mendapatkan keputusan finansial terbaik, mulai dari layanan asuransi terbaik buat mereka, tabungan, investasi, bisnis, karir, dan soal budgeting.