6 Hal yang Harus Kamu Lakukan Saat Memiliki Pasangan yang Super Boros

Pasangan suami istri berbelanja (Shutterstock).

Pasangan kamu punya gaya hidup boros? Pokoknya impulsif banget deh, mau ini langsung beli, mau itu langsung beli, semua-semuanya dibeli. Padahal, kamu tahu bahwa kebiasaan itu sangatlah tidak sehat bagi keuangan kalian berdua. 

Mungkin kalau gaji yang kamu dan pasanganmu punya sangatlah besar, hal itu tidaklah masalah, tapi bagaimana kalau uang kalian pas-pasan? Karena ada kebutuhan pokok lainnya yang harus dipenuhi terlebih dahulu, dibandingkan memenuhi gaya hidup impulsif nan boros tersebut. 

Lalu, apa yang harus kamu lakukan untuk menyelamatkan keuangan keluargamu dari gaya hidup boros pasanganmu? Berikut ini ulasannya dilansir dari India Times. 

1. Kamu harus mengetahui apa yang melatar belakanginya gaya hidup borosnya itu 

Seorang wanita berbelanja dengan kartu kredit (Shutterstock).
Seorang wanita berbelanja dengan kartu kredit (Shutterstock).

Gaya hidup boros itu tidak muncul secara tiba-tiba. Pasti ada sesuatu yang melatarbelakangi sifat tersebut, entah itu dari dalam diri sendiri, maupun dari pengaruh lingkungan sekitar. 

Misalnya karena kurangnya rasa percaya diri, jadi untuk menutupinya harus membeli barang-barang mahal dan terbaru. Bisa juga karena rasa mudah bosan terhadap sesuatu, sehingga terus-terusan membeli barang terbaru. 

Setelah kamu mengetahuinya, barulah kamu bisa membantunya keluar dari sifat buruknya itu secara perlahan-lahan. 

2. Jangan bersikap keras bahkan menuduh 

Sepasang suami istri (Shutterstock).
Sepasang suami istri (Shutterstock).

Kamu sudah mengetahui pasanganmu orangnya sangat boros, lantas jangan langsung marah dan menuduhnya begitu saja. Cara tersebut tidaklah bisa menyelesaikan masalah, yang ada justru menimbulkan konflik baru dan berpotensi mengorbankan hubunganmu.

Hal terbaik adalah mencari jalan keluar secara bersama-sama, dan mengingatkan pasanganmu bahwa kebiasaannya itu tidaklah baik untuk keuangan keluarga di masa depan. 

3. Untuk menekan gaya hidup boros pasangan, cobalah untuk bersama-sama membuat catatan keuangan 

Sepasang suami istri (Shutterstock).
Sepasang suami istri (Shutterstock).

Gaya hidup boros pasanganmu bisa ditekan dengan cara membuat catatan keuangan bersama-sama. Catat dengan detail dan terperinci mulai dari pengeluaran, pemasukan, utang, tabungan, sampai investasinya. 

Dengan cara ini, kamu gak cuma lebih mudah melacak kemana saja uangmu pergi, tapi juga bisa mengendalikan keinginan pasanganmu untuk membelanjakan uang semaunya. 

Misalnya, di catatan tersebut kamu memiliki tanggungan cicilan rumah dan kendaraan yang jumlahnya lumayan. Setelah lihat daftar itu, pasti pasanganmu bakal pikir dua kali deh buat belanja hal-hal yang gak penting. 

4. Membuat rekening bersama 

Tabungan bersama (Shutterstock).
Tabungan bersama (Shutterstock).

Membuat rekening bersama memang sedikit membuat pasangan merasa terkekang, tapi percayalah ini merupakan cara terbaik untuk membuat mereka mengurangi kebiasaan impulsif. Namun, dengan memiliki tabungan bersama kedua belah pihak memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap nasib keuangan keluarga.

Bagaimana dengan pengeluaran masing-masing? Nah untuk pos pengeluaran masing-masing bisa ditaruh di rekening pribadi. Jadi saat menggunakannya pun tidak mengganggu keuangan keluarga. 

5. Belanja bersama-sama dan membuat list belanjaan dahulu

Belanja bulanan bersama (Shutterstock).
Belanja bulanan bersama (Shutterstock).

Saling mengontrol satu sama lain adalah cara yang tepat untuk menyelamatkan keuangan keluarga. Pengaplikasiannya bisa dilakukan saat belanja bulanan. Biar gak kalap, kamu harus berbelanja bersama-sama dengan pasanganmu.

Tujuannya agar kamu bisa mengontrolnya ketika sudah mulai lirik-lirik ke barang-barang yang gak dibutuhkan. Itu sebabnya penting juga untuk membuat daftar barang-barang yang ingin dibelanjakan, biar fokus dan efisien. 

6. Bersama-sama membuat skala prioritas keluarga 

Diskusi bersama (Shutterstock).
Diskusi bersama (Shutterstock).

Terakhir adalah membuat skala prioritas bersama-sama. Antara kamu dan pasanganmu jadi tahu mana kebutuhan yang harus dipenuhi lebih dulu dan mana yang tidak. Misalnya, kebutuhan prioritasnya berupa cicilan rumah, biaya pendidikan anak, investasi, dan lain-lain. 

Jika sudah mengetahuinya, otomatis bakal berpikir dua kali apabila ingin mengeluarkan bujet lebih untuk kebutuhan yang lainnya. Masing-masing memiliki rasa tanggung jawab untuk memenuhi skala prioritas tersebut dan gaya hidup boros bisa ditekan. (Editor: Winda Destiana Putri).

Marketplace Asuransi #1 Indonesia
Jaminan termurah sesuai anggaran Layanan gratis dari beli hingga klaim Proses praktis, polis langsung terbit Pilihan polis dari 50 asuransi terpercaya
Lihat Penawaran Promo →