Selain Eropa, Negara-Negara Ini Jadi Tujuan Ekspor Terbesar Minyak Sawit Indonesia

Uni Eropa telah menyatakan sikapnya terhadap minyak kelapa sawit Indonesia. Kabarnya nih hasil perkebunan andalan Indonesia ini ditolak masuk negara-negara Uni Eropa setelah berlangsungnya voting yang dilakukan Parlemen Eropa (European Parliament).

Hasil voting tersebut memutuskan kalau minyak kelapa sawit Indonesia gak boleh lagi digunakan sebagai bahan campuran biodiesel di negara-negara Uni Eropa. Alasannya, keberadaan minyak kelapa sawit berperan dalam kerusakan lingkungan.

Buat informasi aja nih, Uni Eropa sejauh ini cuma menolak penggunaan minyak kelapa sawit jenis crude palm oil atau CPO. Crude palm oil adalah minyak sawit mentah hasil olahan daging buah kelapa sawit.

Selain crude palm oil, ada palm kernel oil yang juga hasil olahan kelapa sawit. Bedanya, palm kernel oil diperoleh dengan mengolah buah inti kelapa sawit.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan Enam Langkah Strategis Dongkrak Devisa Pariwisata

Nilai ekspor ke Eropa setara Rp 12 triliun

Minyak sawit (Shutterstock).

Lalu, gimana respon Indonesia terhadap penolakan tersebut? Infonya nih Pemerintah Indonesia siap melakukan perlawanan dengan mengajukan persoalan ini ke World Trade Organization (WTO). Terus ada rencana dari Pemerintah buat memboikot produk-produk Eropa.

Pertanyaannya, memangnya seberapa besar negara-negara Eropa mengimpor minyak kelapa sawit dari Indonesia? Dari data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) 2017, volume ekspor CPO ke negara-negara Eropa mencapai 1,34 juta ton

Volume ekspor minyak kelapa sawit tersebut setara dengan nilai US$ 897 juta atau Rp 12 triliun. Negara Eropa yang pengimpor CPO terbesar adalah Belanda senilai US$ 415 juta atau Rp 5,87 triliun. Lalu ada Italia yang nilai impornya mencapai US$ 231 juta atau Rp 3,27 triliun.

Meskipun ekspor CPO ke negara-negara Eropa terbilang besar, rupanya masih ada negara-negara lain yang menjadi tujuan ekspor terbesar minyak kelapa sawit. Apa aja negara-negara tersebut? Cek yuk dalam ulasan berikut ini.

1. India

kuliah di luar negeri
India (Mugosciko/Flickr)

Negara yang menjadi tujuan ekspor terbesar minyak kelapa sawit Indonesia adalah India. Volume ekspor CPO ke negara yang berbiaya hidup murah ini sekitar 4.627.682 ton.

Nilai volume ekspor CPO ke India tersebut setara US$ 3.068.293.000 atau Rp 43,3 triliun. Dibandingkan dengan tahun 2016, ada peningkatan volume ekspor ke India sebesar 1.678.701 ton.

Dengan kata lain, ada peningkatan yang cukup signifikan dari nilai ekspor CPO ke India. Perlu kamu ketahui nilai ekspor CPO ke India tahun 2016 sebesar US$ 1.868.493.000 atau Rp 26,3 triliun. 

Baca juga: Keunikan Budaya Dayak Jadi Daya Tarik dan Kekuatan Festival Budaya Isen Mulang

2. Singapura

Singapura
Singapura

Ada negara tetangga Singapura yang menjadi tujuan ekspor terbesar minyak sawit Indonesia. Volume ekspor CPO ke negara terkaya di dunia ini mencapai 604.711 ton. Ada kenaikan dibanding tahun 2016 yang saat itu volumenya mencapai 580.472 ton.

Dengan volume 604.711 ton, nilai ekspor CPO ke Singapura tembus US$ 398.616.000 atau Rp 5,6 triliun. Sementara tahun 2016, nilai ekspornya sekitar US$ 359.879.000 atau Rp 5 triliun.

3. Malaysia

Bukit bintang, Malaysia (Shutterstock).

Negara tetangga Indonesia berikutnya yang menjadi tujuan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia adalah Malaysia. Volume ekspor CPO ke Malaysia sekitar 208.652 ton. Volume ini meningkat dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 166.529 ton.

Dengan kata lain, nilai ekspor CPO ke Malaysia tahun 2017 mencapai US$ 136.969.000 atau Rp 1,9 triliun. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan tahun 2016 yang mencapai US$ 96.404.000 atau Rp 1,3 triliun.

Baca juga: Visit the Heart of Borneo Menjadi Momentum Kebangkitan Pariwisata Kalimantan

4. Tanzania

Tanzania (shuttertsock).

Di Afrika ada Tanzania sebagai negara yang dituju Indonesia buat ekspor minyak kelapa sawit. Volume ekspor ke negara ini diketahui mencapai 162.055 ton. Volume ini lebih besar dari tahun 2016 yang sebesar 72.198 ton.

Volume ekspor tersebut menghasilkan nilai sebesar US$ 109.197.000 atau Rp 1,5 triliun. Sementara tahun 2016, nilainya mencapai US$ 45.181.000 atau Rp 638 miliar.

Itu tadi informasi negara-negara mana aja yang jadi tujuan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia. Walaupun persoalan ini masih dicari pemecahan, mudah-mudahan hasilnya jadi solusi yang terbaik buat Indonesia dan negara-negara Uni Eropa. (Editor: Winda Destiana Putri).